Karena Ulah Istri Nyinyiri Penusukan Wiranto, 3 Anggota TNI Dicopot, Ada yang Baru 1,5 Bulan Menjabat

KSAD Jenderal Andika Perkasa telah mencopot dua anggotanya.

TribunJakarta/Muhammad Rizki Hidayat

KSAD Jenderal Andika Perkasa telah mencopot dua anggota TNI Angkatan Darat (AD), saat memberi keterangan pers setelah menjenguk Kemenkopolhukam Wiranto, di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Jumat (11/10/2019).

Karena Ulah Istri Nyinyiri Penusukan Wiranto, 3 Anggota TNI Dicopot, Ada yang Baru 1,5 Bulan Menjabat

MEDIAANDALAS.COM, JAKARTA – Dilansir dari TRIBUNJAKARTA.COM, Tiga anggota TNI dicopot dari jabatannya, lantaran ulah istri mereka masing-masing.

Istri ketiga anggota TNI itu memberikan komentar negatif terkait peristiwa penusukan Menko Polhukam Wiranto, di media sosial.

Diwartakan sebelumnya Wiranto ditusuk oleh SA (51), di Pandeglang, Banteng, pada Kamis (10/10/2019) siang.

Tonton Juga

Kabar pencopotan dua anggota TNI berpangkat Komandan Kodim Kendari Kolonel, HS dan Sersan Dua, berinisial Z disampaikan langsung oleh KSAD Jenderal Andika Perkasa.

Pencopotoan kedua anggota TNI AD ini, kata Andika Perkasa, terjadi lantaran istri mereka melakukan pelanggaran Undang-Undang (UU) Nomor 19 Tahun 2016 Tentang ITE.

“Maka akan kami dorong prosesnya ke peradilan umum karena status dua orang ini masuk dalam ranah proses peradilan,” ucap Andika, setelah menjenguk Kemenkopolhukam Wiranto, di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Jumat (11/10/2019).

Sementara itu kabar pencopotan satu anggota TNI lain berinisial YNS dipaparkan oleh Kepala Subdinas Penerangan Umum TNI AU Kolonel (Sus) Muhammad Yuris.

YNS sebelumnya menjabat sebagai anggota Satuan Polisi Militer AU (Satpomau) Lanud Muljono Surabaya, Jawa Timur.

Tonton Juga

 
 
 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Tribun Jakarta (@tribunjakarta) on

“Dalam urusan politik, posisi prajurit TNI AU dan keluarganya (KBT/Keluarga Besar Tentara) sudah jelas, netral,” kata Muhammad Yuris dalam keterangan tertulis dikutip TribunJakarta.com dari Kompas.com, Sabtu (12/10/2019).

“Oleh karena itu, KBT dilarang berkomentar, termasuk di media sosial yang berdampak pendiskreditan pemerintah maupun simbol-simbol negara. KBT yang kedapatan melanggar, dikenakan sanksi sesuai aturan yang berlaku,” imbuhnya.

Ada yang Baru 1,5 Bulan Menjabat

Dikutip TribunJakarta.com dari TribunJateng.com Kolonel HS diketahui baru 1,5 bulan menyandang jabatan sebagai pejabat tertinggi Kodim 1417/Kendari.

Dia baru mengikuti upacara serah terima jabatan (sertijab) dengan pejabat lama Letkol Cpn Fajar Lutvi Haris Wijaya di Makorem 143/Ho Kendari pada 19 Agustus 2019.

Sebelumnya, Kolonel HS menjabat Atase Pertahanan RI di Moskow.

Postingan Irma istri Dandim Kendari yang disoal. (Istimewa)
Postingan Irma istri Dandim Kendari yang disoal. (Istimewa)

Jabatan Dandim Kendari dijabat perwira menengah berpangkat kolonel karena Kodim Kendari mengalami kenaikan status.

Kodim Kendari termasuk satu dari 36 Kodim yang mengalami kenaikan status di sejumlah wilayah sesuai Peraturan Panglima TNI No 6 Tahun 2019 tentang Peningkatan Status Komando Distrik Militer tipe B menjadi Tipe A.

Ketiganya Ditahan 14 Hari.

Andika Perkasa mengatakan HS dan Z telah melanggar UU Nomor 25 Tahun 2014 Tentang Hukum Disiplin Militer.

“Sehingga konsekuensinya pada kolonel HS dan Z tadi sudah saya tandatangan surat perintah melepas dari jabatannya. Ditambah dengan hukuman disiplin militer berupa penahanan 14 hari,” ujarnya.

Proses serah terima atau pelepasan administrasi ini, sambungnya, akan dilepas oleh Panglima Kodam di Makassar, besok atau Sabtu (12/10/2019).

“Besok akan dilepas oleh Panglima Kodam di Makassar, Kodam Hasanuddin yaitu Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tengah. ini penjelasan singkat saya,” katanya.

Wiranto dilarikan ke unit Gawat Darurat RSUD Berkah pandeglang
Wiranto kini dilarikan ke Unit Gawat Darut RSUD Berkah Pandeglang, setelah ditusuk oleh orang tak dikenal. (Istimewa)

Sementara itu Muhammad Yuris mengatakan, YNS juga mengalami hal yang sama dengan HS dan Z.

Peltu YNS, kata dia, mendapat teguran keras yaitu dicopot dan ditahan dalam rangka penyidikan oleh Pomau.

“Karena Peltu YNS melanggar UU Nomor 25 Tahun 2014 tentang Hukum Disiplin Militer,” ujar dia.

Para Istri Terancam Penjara

Proses hukum juga akan diberlakukan kepada istri HS berinisial IPDL dan Z berinisial LZ, melalui jalur peradilan umum.

“Dua individu ini kami duga melanggar Undang-Undang Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 8 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Akan kami dorong prosesnya ke peradilan umum,” ujar Andika Perkasa.

Sementara itu nasib serupa juga dialami oleh istri YNS, berinisial FS.

FS dilaporkan ke Polres Sidoarjo karena unggahannya.

[Sumber Tribun Jakarta].

Artikel ini telah tayang di Tribun Jakarta dengan judul : 3 Anggota TNI Dicopot Karena Ulah Istri Nyinyiri Penusukan Wiranto: Ada yang Baru 1,5 Bulan Menjabat

Media Andalas

Author: Media Andalas

Aksi Saran & Informasi

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.