GNPK RI Minta Inspektorat Way Kanan Serius Berantas Praktek Dugaan Pungli

Pengurus GNPK-RI Lampung, Sambut Positif Dede Farhan Ikut Seleksi Capim KPK

GNPK RI Minta Inspektorat Way Kanan Serius Berantas Praktek Dugaan Pungli

MEDIAANDALAS.COM, WAY KANAN –  NS Hadiwinata Ketua GNPK RI Provinsi Jawa Barat melalui Pengurus GNPK Provinsi Lampung Hamdani meminta keseriusan pihak Inspektorat Kabupaten Way Kanan terkait dugaan pungutan uang senilai Rp. 5000,- (lima ribu rupiah), dan mewajibkan pungutan di dalam setiap muridnya yang beralasan untuk penebusan buku berobat di beberapa Sekolah Dasar Kabupaten Way Kanan.

Saat di hubungi Via Pesan WhatsApp oleh mediaandalas.com NS Hadiwinata mengatakan pihaknya tengah memonitoring dugaan pungutan diluar ketentuan yang diperoleh dari berbagai sumber, Selasa (25/02/20).

“Benar, GNPK RI sedang memonitoring dugaan pungutan diluar ketentuan kepada wali murid di Way Kanan dengan alasan untuk biaya pengganti penebusan buku berobat, dengan alasan bahwa pihak sekolah sudah ada kesepakatan dengan pihak puskesmas, dan sudah MOU.” Ujar Nana.

Dugaan pungutan diluar ketentuan diduga terjadi di SDN 01 Bumi Agung dengan pihak Puskesmas menurut informasi tanpa persetujuan dari pihak wali murid dan komite.

GNPK RI melalui Perwakilan Provinsi Lampung mengaku baru menerima laporan dan akan segera melakukan cross cek turun lapangan.

Baca Juga : Inspektorat Way Kanan Terkesan Lamban Dalam Menyikapi Laporan Awak Media Terkait Dugaan Pungli

Dari laporan tersebut diketahui bahwa SDN 01 Bumi Agung telah meminta pungutan Rp. 5000,- (lima ribu rupiah) dengan menunjukkan bukti – bukti MoU antara pihak Sekolah dan Puskesmas.

Untuk itu Nana melalui Hamdani menghimbau segera dilakukan penelusuran kepada pihak sekolah yang diduga melakukan pungutan diluar ketentuan tersebut serta berkordinasi dengan pihak Inspektorat Kabupaten Way Kanan.

“Seharusnya kinerja Inspektorat di manapun sama, Inspektorat sebagai pintu gerbang Pencegahan Korupsi di Daerah seharusnya mengambil langkah cepat, Inspektorat bersama APIP harus cepat tanggap dalam menyikapi laporan masyarakat.” Cetus Nana.

“Bila ternyata nanti ada penyimpangan yang mengakibatkan perbuatan melawan hukum, Insoektoratlah yang harus menyampaikan hasil pemeriksaannya kepada Penegak Hukum.” Tandas Abah Nana, sapaan akrabnya.

“Inspektorat dan Badan Pemeriksa lainnya harus tuntas dalam melakukan pemeriksaan, bukan hanya sebatas rekomendasi, misal sudah jelas hasil pemeriksaan ada kerugian negara, tapi oleh Pemeriksa hanya direkom untuk dikembalikan uang kerugian negaranya, padahal persoalan belum selesai karena ada perbuatan melawan hukumnya yang harus diproses kepada Penegak Hukum.” Tegas Nana.

Terpisah Hamdani menyampaikan bahwa “Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah mengeluarkan peraturan yang mengatur tentang pungutan di sekolah melalui Peraturan Mendikbud No. 44 Tahun 2012 tentang Pungutan dan Sumbangan Biaya Pendidikan pada Satuan Pendidikan Dasar.”

“Dalam peraturan tersebut dibedakan antara pungutan, sumbangan, pendanaan pendidikan dan biaya pendidikan.” Ungkap Hamdani.

Hamdani menambahkan “Ada 13 komponen yang dibiayai oleh dana BOS yakni: pengembangan perpustakaan; kegiatan penerimaan peserta didik baru; pembelajaran dan ekstrakurikuler; ulangan dan ujian; pembelian bahan habis pakai; langganan daya dan jasa; perawatan/rehab dan sanitasi; pembayaran honor bulanan; pengembangan profesi guru dan tenaga kependidikan; membantu siswa miskin; pengelolaan sekolah; pembelian dan perawatan komputer; dan biaya lainnya. Biaya lainnya yang dimaksud misalnya pembelian peralatan UKS dan darurat bencana.”

“Batas – batas penggalangan dana yang boleh dilakukan Komite Sekolah diatur dalam Peraturan Mendikbud No. 75 Tahun 2016 tentang Komite Sekolah. Pada Pasal 10 ayat (2) penggalangan dana dan sumber daya pendidikan berbentuk bantuan dan/atau sumbangan, bukan pungutan.” Pungkas nya. [Red].

Media Andalas

Author: Media Andalas

Aksi Saran & Informasi

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.