Mendagri Tito: Kepala Daerah Jangan Selewengkan Anggaran

Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Jendral (Purn) Tito Karnavian usai menjadi pembina dalam apel pertama di Kemendagri, Jakarta, Kamis (24/10/2019). Foto: Helmi Afandi Aabdullah/kumparan
Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Jendral (Purn) Tito Karnavian menjadi pembina dalam apel pertama di Kemendagri, Jakarta, Kamis (24/10/2019). Foto: Helmi Afandi Aabdullah/kumparan
Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Jendral (Purn) Tito Karnavian menjadi pembina dalam apel pertama di Kemendagri, Jakarta, Kamis (24/10/2019). Foto: Helmi Afandi Aabdullah/kumparan

Mendagri Tito: Kepala Daerah Jangan Selewengkan Anggaran

MEDIAANDALAS.COM, JAKARTA – Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Jenderal Pol (Purn) Tito Karnavian, meminta pemerintah daerah untuk melakukan penyerapan anggaran dengan maksimal dan tepat sasaran.

Dikutip dari Kumparan.com, Menurut dia, penyerapan anggaran yang maksimal merupakan salah satu indikator pemerintahan itu berjalan dengan baik.

“Kita inginnya menciptakan iklim yang kompetitif antara kepala daerah, yang mana yang bisa mengeksekusi anggaran dengan penyerapan bagus, dan hasilnya bagus, kita akan berikan penilaian bagus,” kata Tito di Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Kamis (24/10).

Meski demikian, Tito mengingatkan kepala daerah agar penyerapan anggaran sesuai dengan program kerja, bukan asal membelanjakan. Sebab penggunaan anggaran secara main-main bisa berdampak hukum.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Jendral (Purn) Tito Karnavian usai menjadi pembina dalam apel pertama di Kemendagri, Jakarta, Kamis (24/10/2019). Foto: Helmi Afandi Aabdullah/kumparan
Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Jendral (Purn) Tito Karnavian usai menjadi pembina dalam apel pertama di Kemendagri, Jakarta, Kamis (24/10/2019). Foto: Helmi Afandi Aabdullah/kumparan

“Tapi bukan berarti kemudian dihambur-hamburkan, harus tepat sesuai program. Sehingga enggak salah. Tapi kalau diserap hasilnya enggak jelas, hati-hati berhadapan dengan hukum, proses hukum,” ucapnya.

Tito pun telah memerintahkan jajaran Kemendagri untuk menginventarisir pemda mana saja belum maksimal dalam menyerap anggaran. Setelah menginventarisir, Tito akan mengevaluasi apa yang menjadi penyebab pemda belum maksimal menyerap anggaran.

“Penyerapan anggarannya rendah, pembangunannya enggak jelas, kan kasihan masyarakat. Uangnya ada kok enggak bisa dipakai, berarti perencanaannya enggak bener. Eksekusinya enggak bener,” pungkasnya. [Kumparan].

Media Andalas

Author: Media Andalas

Aksi Saran & Informasi

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.