LIPI Jadi Panggung Gagasan Kaum Muda, Di Perkemahan Ilmiah Remaja Nasional

LIPI Jadi Panggung Gagasan Kaum Muda, Di Perkemahan Ilmiah Remaja Nasional

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas (ketiga kanan), Sekretaris Utama LIPI Nur Tri Aries Suestiningtyas (keempat kanan) saat mendengarkan penjelasan siswa SMK Negeri 1 Glagah kerja sistem irigasi otomatis tenaga matahari di areal pameran Perkemahan Ilmiah Remaja Nasional (PIRN) XVIII yang digelar di Banyuwangi, Jawa Timur, Senin (24/6/2019). (ANTARA/Virna P Setyorini)

di sini anak-anak beradu gagasan dan inovasi. Pandangan dan tulisan mereka pasti akan bermanfaat

MEDIAANDALAS.COM, BANYUWANGI – Dilansir dari (ANTARA), Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menyebut agenda tahunan Perkemahan Ilmiah Remaja Nasional (PIRN) yang digagas Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia sebagai panggung memunculkan gagasan kaum muda.

“Di sini (PIRN) anak-anak beradu gagasan dan inovasi. Pandangan dan tulisan mereka pasti akan bermanfaat. Terima kasih LIPI memilih Banyuwangi,” kata Anas dalam kegiatan PIRN XVIII di Banyuwangi, Senin.

Banyuwangi, lanjutnya, ingin terus berbenah dan memberi panggung untuk anak-anak muda menyalurkan gagasan dan inovasi.

Ada 99 festival disiapkan oleh Pemerintah Kabupaten Banyuwangi di 2019, bahkan setiap malam diadakan event budaya itu pun, menurut dia, rasanya masih terlalu sedikit.

“Karenanya PIRN ini jadi panggung gagasan. Kami siapkan SMK jurusan kopi dan coklat. Mereka (anak-anak muda) selain harus hafal Al-quran sekaligus mampu menjadi entrepreneur,” ujar Anas.

Anas mengatakan inovasi menjadi nafas untuk mengatasi keterbatasan anggaran, jarak, sumber daya manusia. Tanpa inovasi berat.

Kunci untuk memajukan ekonomi di suatu daerah ia mengatakan diperlukan inovasi, pemasaran dan kecepatan. Banyuwangi menjaring hingga 2.600 inovasi dari masyarakat di 2019, dan memilih 99 yang terbaik untuk diimplementasikan.

Sekretaris Utama LIPI Nur Tri Aries Suestiningtyas mengatakan pola-pola pembelajaran dalam PIRN didesain untuk membuat peserta mencintai sains.

 “Ini tahap awal sebelum mengarahkan mereka memasuki tahap lebih serius dengan mengikuti berbagai lomba di tingkat nasional hingga internasional,” katanya.

Investasi SDM tidak mudah terlebih lagi di bidang iptek. Menurut dia, LIPI melihat jika kaum milenial tidak disiapkan sejak dini oleh lembaga riset atau komunitas ilmuwan, maka Indonesia akan tertinggal dengan negara lain.

“Sains itu fun, didorong lagi dengan adanya teknologi informasi. Pada tahap akhir (PIRN) mereka akan menghasilkan paper yang bermanfaat dan memberi solusi bagi masyarakat, atau membawa pulang apa yang diperoleh di Banyuwangi dan bisa direkomendasikan untuk di daerahnya masing-masing,” lanjutnya.

Lebih lanjut ia mengatakan LIPI bukan mengartikan generasi sains harus menjadi peneliti. Tapi bagaimana menggunakan sains untuk pengambilan keputusan.

Dalam PIRN, calon peneliti diperkenalkan dengan integritas, nilai-nilai peneliti atau calon pemimpin bangsa, cara menggunakan logika, memanfaatkan riset.

Sebanyak 1.000 peserta terpilih dari 2.022 pendaftar dari 32 provinsi mengikuti Perkemahan Ilmiah Remaja Nasional XVIII yang digelar LIPI di Banyuwangi, Jawa Timur, pada 24-29 Juni 2019. Tema yang dipilih yakni Generasi Sains Milenial Penggerak Kemandirian Ekonomi Daerah. (Antara)

Media Andalas

Author: Media Andalas

Aksi Saran & Informasi

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.