Hamdani: Pentingnya Pers Sebagai Pilar ke Empat Demokrasi Dibalik Pelaku Kekerasan dan Penghalangan Kerja Jurnalis

Foto Istimewa : Hamdani M, SH Pimpinan Redaksi Media Andalas yang juga salah satu Pimpinan Forum Pimpinan Redaksi Nasional (FPRN) bersama Wapimred Bung Misra. [Red].

Foto Istimewa : Hamdani M, SH Pimpinan Redaksi Media Andalas yang juga salah satu Pimpinan Forum Pimpinan Redaksi Nasional (FPRN) bersama Wapimred Bung Misra. [Red].

Hamdani: Pentingnya Pers Sebagai Pilar ke Empat Demokrasi Dibalik Pelaku Kekerasan dan Penghalangan Kerja Jurnalis

Hamdani: Pentingnya Pers Sebagai Pilar ke Empat Demokrasi
Hamdani: Pentingnya Pers Sebagai Pilar ke Empat Demokrasi

MEDIAANDALAS.COM, JAKARTA – Media Massa Merupakan sub sistem dari sistem sosial di Indonesia. Sistem sendiri adalah gabungan dari beberapa komponen atau subsistem yang saling terkait dan tergantung satu sama lain.

Sistem sosial di Indonesia terdiri dari beberapa sub sistem, yaitu sub sistem Ideologi, politik, ekonomi, politik, ekonomi, komunikasi, budaya, dan lain-lain.

Di era demokrasi dewasa ini di Indonesia dan setelah runtuhnya rezim orde baru, tentunya demokrasi Indonesia beralih dari sistem Demokrasi Terpimpin menjadi Demokrasi Pancasila dengan penyempurnaan pelaksanaannya.

Dengan peralihan demokrasi tersebut, terjadi perubahan dalam dunia pers Indonesia. Pers yang tadinya hanya sebagai corong Pemerintah, saat ini berubah menjadi Pers yang bebas dan bertanggung jawab, dengan adanya UU. Kebebasan Pers yang terbit setelah memasuki era Reformasi pada saat ini.

Seperti jamur yang tumbuh setelah musim hujan. Dengan adanya kebebasan Pers di Indonesia, fungsi media massa atau pers tentunya sangat begitu penting dalam kehidupan berdemokrasi Indonesia.

Pers pada hakekatnya berfungsi sebagai alat kontrol sosial dalam dunia demokrasi. Fungsi Kontrol sosial tersebut tentunya semakin menguatkan peran dan fungsi pers dalam masyarakat.

Dalam iklim demokrasi pada saat ini, pers adalah Pilar ke-4 demokrasi setelah lembaga Eksekutif (Pemerintahan), Legislatif (DPR/Parlemen), dan Yudikatif (Lembaga Hukum).

Hamdani M, SH,. selaku Pimpinan Redakasi Media Andalas yang juga salah satu Ketua Forum Pimpinan Redaksi Nasional (FPRN) menegaskan pentingnya peran pers sebagai pilar keempat demokrasi Tanah Air.
Hamdani M, SH,. selaku Pimpinan Redakasi Media Andalas yang juga salah satu Ketua Forum Pimpinan Redaksi Nasional (FPRN) menegaskan pentingnya peran pers sebagai pilar keempat demokrasi Tanah Air. [Red].

Hamdani M, SH,. selaku Pimpinan Redakasi Media Andalas yang juga salah satu Ketua Forum Pimpinan Redaksi Nasional (FPRN) menegaskan pentingnya peran pers sebagai pilar keempat demokrasi Tanah Air. Minggu (03/11/19).

Meskipun dalam lima tahun terakhir, pers dianggap sulit bersaing dengan media sosial dan media digital, namun peran penting pers tetap tidak tergantikan.

Pers makin diperlukan untuk menjadi pilar penegak penyampaian kebenaran, pers makin diperlukan sebagai pilar penegak fakta – fakta.

Pers makin diperlukan sebagai pilar penegak aspirasi-aspirasi yang ada di masyarakat. Selain itu, Hamdani juga meyakini peran penting pers untuk membangun narasi-narasi kebudayaan dan peradaban baru Tanah Air.

Apalagi saat ini teknologi berkembang dengan begitu cepat dan tidak bisa dihindari.

Pers makin diperlukan untuk turut membangun narasi – narasi kebudayaan baru, membangun narasi peradaban baru, memotret masyarakat yang bergerak semakin cepat dan semakin efisien.

Pers sekarang ikut berperan melahirkan era revolusi industri 4.0 yang berbasis kepada digitalisasi, kekuatan komputasi, dan analitik data.

Harapan besar kepada pers Indonesia agar semakin inovatif dan optimistis dalam melahirkan produk jurnalistik yang berkualitas untuk masyarakat.

Baca Juga : Ditanya Realisasi Dana Desa, Tobroni Kepalou Tiyuh Kibang Budijaya Marah dan Ancam Wartawan

Namun Kebebasan Pers yang terbit setelah memasuki era Reformasi pada saat ini harus tercoreng oleh tindakan intimidasi terhadap wartawan yang meliput pemberitaan selama ini.

“Prihatin dan mengecam semua tindakan penghalangan, intimidasi yang dilakukan oleh oknum aparat pemerintah terhadap wartawan yang sedang melakukan kegiatan jurnalistik” kata Hamdani. selaku Pimpinan Redaksi Media Andalas yang juga salah satu Pimpinan di Forum Pimpinan Redaksi Nasional (FPRN). Jum’at (04/10/19).

Foto Istimewa : Hamdani Pimred Media Andalas bersama Dede Farhan Aulawi Komisoner Kompolnas. [Zuli AG].
Foto Istimewa : Hamdani Pimred Media Andalas bersama Dede Farhan Aulawi Komisoner Kompolnas. [Zuli AG].

Hamdani meminta kepada semua pihak untuk tidak menghalangi dan melakukan intimidasi kepada wartawan pada saat sedang melakukan kegiatan jurnalistik dan menindak tegas oknum yang terlibat dalam penghalanga dan intimidasi terhadap wartawan. “Untuk diproses hukum.”

Baca Juga : Kadarsyah: Badan Pendiri dan Penasehat FW-MTB Sesalkan Tindakan Arogan Kepala Tiyuh Kibang Budijaya Tubaba

Dikutip dari TEMPO.COJakarta, Dewan Pers mengecam tindakan kekerasan dan intimidasi terhadap wartawan yang meliput unjuk rasa oleh aparat keamanan selama kegiatan demonstrasi menolak pengesahan Rancangan KUHP, pada 24 September 2019 di beberapa kota. “Prihatin dan mengecam serta mengutuk semua tindakan penghalangan, kekerasan, intimidasi dan penganiayaan yang dilakukan oleh aparat keamanan terhadap wartawan yang sedang melakukan kegiatan jurnalistik,” kata Wakil Ketua Dewan Pers, Hendry CH Bangun dalam keterangan tertulis, Rabu 2 Oktober 2019.

Seperti yang diberitakan sebelumnya juga oleh Media Andalas bahwa tindakan arogansi yang dilakukan Tobroni, Kepala Tiyuh (Desa) Kibang Budijaya Kecamatan Lambu kibang Kabupaten Tulangbawang barat (Tubaba) kepada wartawan Hamdani, menyayangkan hal tersebut dan tidak membenarkan sikap atau etika Arogan yang dilakukan Tobroni.

Baca Juga : Kepala Tiyuh Kibang Budijaya Dinilai Tidak Beretika

Senada dengan Kabag Hukum Tubaba Sofian Nur, seharusnya Kepala Tiyuh Kibang Budijaya tidak melakukan hal tersebut apalagi dirinya seorang pejabat publik yang harus memberikan pelayanan baik kepada siapa pun.

“Jika benar terjadi demikian dan kita lihat dari etika seorang pejabat publik jelas itu salah, karena berbicara kasar saja tidak dibenarkan untuk seorang pejabat publik apalagi sampai mengancam,” ungkap Sofiyan Nur Kabag Hukum saat dijumpai di ruang kerjanya. Selasa (24/09/19).

Sofiyan menjelaskan, tindakan semacam itu tidak perlu dilakukan, mengingat memang salah satu fungsi pejabat publik atau aparatur Tiyuh adalah memberikan perlayanan dan memberikan informasi agar masyarakat dan publik mengetahui sejumlah kegiatan yang sedang dilakukan.

“Didalam undang-undang keterbukaan informasi publik itu sudah jelas diatur ada Hak dan ada kewajiban, bahwa pejabat publik atau kepala Tiyuh atau desa minimal dapat memberikan informasi terkait program dan pembangunan di masing-masing Tiyuh yang ia pimpin.

Hamdani berpendapat bahwa pers itu sendiri adalah alat kontrol sosial bagi pemerintah dalam setiap kebijakannya. Sehingga insan Pers seharusnya menjadi media penyampaian setiap aspirasi masyarakat terhadap pemerintah.

Dalam sebuah negara demokrasi seperti Indonesia, Pers memiliki kekuatan melebihi dari kekuatan dari 1 kavaleri pasukan militer sekalipun.

Hamdani menilai tentunya, dengan fungsi sebagai alat Kontrol sosial dalam masyarakat/khalayak, serta sebagai pilar ke-4 demokrasi.

Karena dalam pemberitaannya Pers atau media massa bisa mempengaruhi khalayak Publik baik secara ideologi, Politik, maupun Budaya.

Sehingga dengan fungsi pers dan media massa dalam masyarakat/khalayak sebagai audience tersebut.

Seharusnya pers atau media massa pada saat ini, memiliki sifat pemberitaan yang Cover Both Side (melihat dari dua sudut pandang).

Serta fungi Gate Keeper yang baik dalam menyaring setiap pemberitaannya. Karena Pers itu sendiri adalah suatu lembaga Independen yang mulia, karena fungsinya yang seharusnya bisa menjadi media pendidik yang baik bagi masyarakat, bukan sebaliknya.

Pers harus menjadi penjembatan yang baik antara pemerintah dan masyarakat sebagai khalayak pers atau media massa.

Semoga kedepannya Insan Pers bisa lebih baik lagi dalam setiap pemberitaannya. [Redaksi].

Media Andalas

Author: Media Andalas

Aksi Saran & Informasi

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.