PRAWITA GENPPARI: Ecoponik, Konsep Pertanian Kaum Millenial Yang Kreatif Dan Produktif

PRAWITA GENPPARI: Ecoponik, Konsep Pertanian Kaum Millenial Yang Kreatif Dan Produktif

MEDIAANDALAS.COM, BANDUNG – Seringkali telinga kita mendengar kosa kata “Produktivitas” sebagai buah tangan dari sentuhan orang – orang yang produktif, yaitu orang yang senantiasa memanfaatkan waktu, tenaga, fikiran dan hatinya untuk sesuatu yang produktif, baik produktif dalam beribadah maupun produktif dalam bermuamalah.

Pemerhati Produktivitas Nasional yang juga Ketua Umum Pegiat Ragam Wisata Nusantara (PRAWITA – GENPPARI) Dede Farhan Aulawi berkenan memberi tanggapan saat dihubungi mediaandalas.com di Bandung (20/03/20) menyampaikan melalui jaringan WhatsApp bahwa “Sebagai organisasi yang merupakan perkumpulan pegiat ragam wisata, Prawita GENPPARI dirangsang mampu mengeksplorasi setiap potensi wisata di berbagai daerah.”

“Literasi pengetahuan dan keterampilan dalam mendesain sebuah objek menjadi sangat penting.” Papar Dede.

Kemudian Dede juga menambahkan bahwa “Eksplorasi desain akan terkait dengan kreativitas dan inovasi dalam membangun daya tarik. Bukan hanya inspirasi dari alam sadar saja, bila perlu dieksplorasi sampai ke alam bawah sadar.”

“Reservoar alam bawah sadar sesungguhnya sangat inovatif. Model yang bisa digunakan sering diistilahkan dengan rekayasa Psikowisata.” Ujar Dede.

“Jika model ini terus disosialisasikan akan mempercepat lahirnya generasi yang kreatif dan produktif.” Terangnya.

“Lihat saja di sekeliling kita, sebenarnya banyak objek tidur yang masih terbengkalai. Jika saja dipoles dengan sedikit kreativitas saja, maka objek – objek tidur tadi bisa menjadi produktif.” Imbuh Dede.

Salah satu contohnya, pengembangan pertanian dengan konsep Ecoponik. Dengan tekad, kreativitas dan kesungguhan Abah Eko dan didukung tim lainnya, berhasil memodelkan pertanian yang mobile.

“Model ini akan sangat cocok dikembangkan di kota – kota atau dimana saja. Lahan-lahan yang tidak produktif akan disulap menjadi lahan produktif.” Ungkap Dede kepada mediaandalas.com melalui pesan WhatsApp.

“Konsep ini juga cocok untuk para petani millenial. Tanpa harus kotor – kotoran di sawah, tetap bisa memanen hasil dengan memuaskan,” pungkas Dede mengakhiri percakapan.

Editor : Eka Himawan.

Media Andalas

Author: Media Andalas

Aksi Saran & Informasi

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.