Ketua Umum GIAN, R. Guntur Eko Widodo Tanggapi Hasil Rapat Kerja Komisi III DPR RI

Ketua Umum GIAN, R. Guntur Eko Widodo Tanggapi Hasil Rapat Kerja Komisi III DPR RI

Ketua Umum GIAN, R. Guntur Eko Widodo Tanggapi Hasil Rapat Kerja Komisi III DPR RI

MEDIAANDALAS.COM, JAKARTA – Berawal dari sejumlah Anggota Komisi III yang meminta mengkritik kinerja BNN, dikutip dari detik.com, Masinton Pasaribu Anggota Komisi III DPR mempertanyakan peran Badan Nasional Narkotika (BNN) dalam memberantas narkoba di Indonesia. Dia pun meminta BNN dibubarkan saja.

Ketua Umum GIAN (Gerakan Indonesia Anti Narkotika) R. Guntur Eko Widodo Berpendapat bahwa “Perdebatan yang terjadi pada Rapat Kerja Komisi III dengan BNN di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (21/11/2019). Rapat dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi III Mulfachri Harahap. Awalnya, sejumlah anggota Komisi III meminta BNN mengkritik kinerja BNN. Salah satu yang mengkritik awalnya adalah anggota Komisi III dari Fraksi PAN, Sarifuddin Sudding Kamis ( 21/11/2019).”

Guntur berpendapat “Mesti kita jadikan kontrol sosial yang baik bagi setiap lembaga penyelenggara dalam hal ini adalah BNN. Mengingat lembaga ini, BNN didirikan oleh karena kebutuhan dan menjadi sebuah lembaga yang di harapkan dapat menjadi solusi untuk memberantas penyalahgunaan narkoba, sesuai dengan UU yang mengatur keberadaan BNN.”

“Mengingat sejarah berdirinya BNN melalui proses panjang, rumit dan telah menjadi Keputusan MPR/DPR serta KEPRES. Maka saya berpendapat bahwa, tidak semudah itu BNN di bubarkan, hanya Karena Pendapat segelintir Anggota Dewan yang secara sepihak menyatakan BNN di bubarkan.
Persoalannya tidak sesederhana yang kita sama-sama lihat. Pendapat membubarkan BNN seharusnya tidak perlu di jadikan polemik atau membangun opini semata bagi masyarakat yang sudah muak dan marah terhadap Persoalan NARKOBA.” Ujar Guntur.

R. Guntur Eko Widodo Ketua Umum GIAN berpendapat bahwa “Jika DPR RI mau membubarkan BNN, hal yang harus dilakukan Komisi III DPR RI adalah melakukan pengkajian lebih mendalam terlebih dahulu mengingat :

1. Proses dan aejarah berdirinya BNN.

2. Komisi III DPR RI harus membuat FS dan menyiapan insfrastruktur solusi / pengganti, bukan koar – koar bicara membubarkan BNN.

3.DPR RI harusnya menelorkan regulasi mendorong Pemerintah untuk semaksimal mungkin merangkul lembaga – lembaga independen yang konsen membantu Pemerintah / BNN memerangi Narkoba.

4. Jika perlu DPR RI mendorong Pemerintah membantu lembaga – lembanga anti narkoba dengan memberi subsidi bantuan operasional kepada LSM yang aktif dan dapat membuktikan keberadaannya dengan membuat gerakan masiv dengan parameter yang diatur kemudian mekanisme dan tekhnisnya, agar ke depan lembaga – lembaga independent ini lebih maksimal membantu Negara menyelamatkan generasi muda Bangsa dari bahaya laten Narkoba.

“Saya kurang setuju BNN dibubarkan, yang harus kita lakukan adalah mendorong BNN bekerja maksimal dengan menggandeng LSM Anti Narkoba dalam kemitraan yang baik dan terorganisir. Saling dukung – mendukung
BNN harus didorong menjadi sebuah lembaga yang tidak boleh kultus dan harus menjadi lembaga yang terbuka bekerjasama dengan kekuatan masyarakat / lembaga – lembaga independen anti narkoba dengan tidak pilih kasih. BNN harus membuka diri menjadi lembaga pelayanan masyarakat sesuai dengan fungsinya, guna menyelamatkan masyarakat dari bahaya laten NARKOBA.” Pungkasnya. [Humas FPRN].

Media Andalas

Author: Media Andalas

Aksi Saran & Informasi

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.