GENPPARI Asah Keterampilan Presentasi dalam Bahasa Arab dan Inggris

Dede Farhan Aulawi (Pemerhati Hukum dan Teknologi)

Ketua Umum Gerakan Nasional Pecinta Pariwisata Indonesia Dede Farhan Aulawi

GENPPARI Asah Keterampilan Presentasi dalam Bahasa Arab dan Inggris

MEDIAANDALAS.COM, BANDUNG – GENPPARI terus mengasah keterampilan anggotanya dengan berbagai pembekalan untuk mensuksesskan berbagai program dalam memajukan pariwisata Indonesia.

Tidak terhitung selama ini berbagai program tersebut dibekali karena komitmen yang sungguh – sungguh dalam menyiapkan SDM kepariwisataan yang mumpuni, termasuk keterampilan presentasi dalam bahsa asing.

GENPPARI Asah Keterampilan Presentasi dalam Bahasa Arab dan Inggris
GENPPARI Asah Keterampilan Presentasi dalam Bahasa Arab dan Inggris. [Eka].

Pada kesempatan kemarin, Jum’at (29/11/19) bertempat di RUMPPI Bandung keterampilan presentasi tersebut dilaksanakan dalam 2 bahasa asing, yaitu bahasa Arab dan bahasa Inggeris.

Ketua Umum Gerakan Nasional Pecinta Pariwisata Indonesia Dede Farhan Aulawi di kediamannya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut dimaksudkan dalam rangka mengasah keterampilan teknis yang berkaitan dengan kemampuan presentasi.

Presentasi yang disampaikan dalam bahasa asing bukan karena ingin terkesan gaya – gayaan, melainkan merujuk pada kebutuhan objektif dalam menarik pasar turis manca negara.

 

Semua SDM GENPPARI harus mahir dan piawai dalam melakukan presentasi, baik dalam bahasa Indonesia ataupun dalam bahasa asing
Semua SDM GENPPARI harus mahir dan piawai dalam melakukan presentasi, baik dalam bahasa Indonesia ataupun dalam bahasa asing. [Eka].

“Sebagaimana kita ketahui bahwa salah satu kelemahan SDM kepariwisataan adalah kemampuan mempromosikan dan mempresentasikan berbagai ragam keindahan alam, budaya, seni, sejarah, dan makanan Indonesia yang sungguh luar biasa.” Ungkap Dede.

“Oleh karena itu segala hal yang bisa memperkuat SDM Kepariwisataan akan terus diperkuat untuk mendukung suksesnya program pariwisata Indonesia.” Kata Dede

“Semua SDM GENPPARI harus mahir dan piawai dalam melakukan presentasi, baik dalam bahasa Indonesia ataupun dalam bahasa asing sehingga keterampilan ini wajib untuk terus diasah agar kemampuannya terus meningkat dan semakin efektif,“ jelas Dede.

Efektif atau tidaknya sebuah presentasi sangat ditentukan oleh kemampuan presenternya. Dalam konteks ini tentu dituntut jam terbang yang banyak agar terbiasa.

Seorang presenter dituntut untuk memiliki kemampuan berkomunikasi dengan baik. Dia harus bisa menjadi seorang public speaker yang mumpuni, agar audiens betah untuk mendengarkannya.

Termasuk kemampuan dalam menampilkan slide atau video yang relevan dengan materi presentasi agar semakin menarik.

Richard West & Lynn H. Turner menjelaskan di Amerika mempelajari presentasi dan komunikasi sudah disadari sangat penting, karena;

(1) kompetensi dalam komunikasi lisan dalam berbicara dan mendengar merupakan prasyarat bagi kesuksesan akademik, personal dan professional mahasiswa dalam hidupnya,

(2) keahlian komunikasi sangat penting dalam mendapatkan dan mempertahankan pekerjaan, dan

(3) ketika seseorang berbicara di hadapan sebuah kelompok, informasi itu akan bergema melampaui kelompoknya.

“Menurut hasil survey yang diterbitkan oleh National Association of Colleges and Employers, USA, 2002 menjelaskan bahwa kemampuan komunikasi dan presentasi ini merupakan no 1 dari 20 kemampuan yang dibutuhkan seseorang untuk sekses. Oleh karena itu, GENPPARI berharap bahwa sumbangsihnya terhadap bangsa dan negara bisa terus berlanjut untuk mewujudkan Indonesia yang maju, adil dan makmur bagi seluruh rakyat Indonesia.” Pungkas Dede mengakhiri penjelasan. [Eka].

Media Andalas

Author: Media Andalas

Aksi Saran & Informasi

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.