FKM-KBC Korban Banjir Citarum Kab. Bandung, Gelar Diskusi dan Deklarasi di Bale Pasini

FKM-KBC Korban Banjir Citarum Kab. Bandung, Gelar Diskusi dan Deklarasi di Bale Pasini

FKM-KBC Korban Banjir Citarum Kab. Bandung, Gelar Diskusi dan Deklarasi di Bale Pasini

 

MEDIAANDALAS.COM, BANDUNG – FKM-KBC menggelar diskusi dan deklarasi dapam menyikapi permasalahan banjir di Kec. Dayeuhkolot, Bojongsoang dan Baleendah, yang di hadiri oleh 30 orang peserta, Kamis (27/02/20) pukul 20.00 WIB.

Diskusi Forum Komunikasi Masyarakat Korban banjir citarum (FKM KBC) di Bale Pasini, Baleendah Kab. Bandung mengusung Tema “FKM KBC sebagai upaya mewujudkan penangan banjir yang berkelanjutan di Kabupaten Bandung”.

Acara dimulai pukul 20.00 WIB dengan menyanyikan lagu oleh Sdr. Tafel berlanjut Selanjutnya MC Sdr. Didu membuka acara diskusi dengan pemaparan hasil yang di lakukan teman – teman forum dari Maret 2017 hingga saat ini 2020 yang akan di paparkan oleh Ketua Forum Masyarakat Peduli Korban Banjir Sdr. Okta Priyanto.

Kemudian dilaksanakan pemaparan kegiatan yang dulu sampai sekarang telah dan terus dilaksanakan olrh Forum Komunikasi Masyarkat sebagai upaya penangan banjir yang bersinergi dengan Pemerintah.

MC mengambil kesimpulan dan memberi pertanyaan kepada Koordinator Perwakilan Kecamatan Baleendah  Sdr. Edo.

Sdr. Edo menerangkan bahwa dengan adanya perubahan setelah Kolam Retensi di Cieunteung di fungsikan, dimana Banjir di Kec. Baleendah berkurang dengan Signifikan.

Baca Juga : Deklarasi Forum Komunitas Masyarakat Korban Banjir Citarum

Pemasangan Spanduk
Pemasangan Spanduk

Koordinator Kecamatan Dayeuhkolot Sdr. Sugih menerangkan bahwa “Kec. Dayeuhkolot hingga saat ini mengalami banjir yang lebih parah daripada tahun – tahun sebelumnya.

Edo memaparkan bahwa “Hal ini dinilai karena masifnya pembangunan di Timur Dayeuhkolot dan tidak berfungsinya drainase di Dayeuhkolot, tentunta hal ini diperparah adanya satu saluran drainase di dekat Polsek Dayeuhkolot yang ditutup, sehingga mengakibatkan air meluap ke jalan.”

Lanjut dari Koordinator Kecamatan Bojongsoang Sdr. Vio menerangkan bahwa “Untuk Kec. Bojongsoang khususnya daerah Cigebar Kel. Bojongsari merupakan lokasi yang terdampak banjir,”

Vio menambahkan “Hal ini disebabkan adanya pergeseran jalur sungai mati (Oxbow) bojong soang dan juga menyerobot lahan pribadi masyarakat, dimana kondisi Oxbow yang sudah di urug sekitar 4 meter mengakibatkan lemikiman masyarakat menjadi berada di bawah Sempadan Sungai.”

“Pekerjaan Oxbow tersebut terpaksa di hentikan karena adanya lahan warga yang terserobot dan kerusakan rumah pribadi warga.” Ungkap Vio.

Kemudian dilaksanakan diskusi untuk mencari solusi terhadap beberapa permasalahan yang disampaikan juga Pembacaan Deklarasi.

Dalam Diskusi tersebut membahas kondisi Banjir Kab. Bandung khususnya Daerah Kec. Dayeuhkolot, Kec. Bojongsoang dan Kec. Baleendah sudah terjadi selama 20 (dua puluh) tahun.

Dampak banjir dari aliran Sungai Citarum tak jarang menimbulkan dampak sosial yang sangat besar bagi masyarakat Kab. Bandung khususnya masyarakat yang terdampak banjir Citarum.

Upaya penanganan yang dilakukan oleh Pemerintah baik tingkat Pusat Provinsi dan Kabupaten belum memberikan solusi yang kongkrit dalam penanganan banjir.

Hal ini dapat dilihat dari kejadian banjir yang berulang setiap tahun dilokasi yang sama, perlu kiranya dalam penanganan banjir, Pemerintah dan masyarakat setempat bersinergi dalam mengurai hal – hal yang menjadi penyebab terjadinya banjir tersebut.

Untuk itu kami Forum Kominikasi Masyarakat Korban Banjir Citarum menyatakan dengan tegas hal – hal sebagai berikut :

1. Kami mendukung penuh semua upaya Pemerintah dalam menangani permasalahan banjir di Kabupaten Bandung.

2. Kami meminta Pemerintah untuk melibatkan masyarakat dalam upaya penanganan permasalahan banjir di Kab. Bandung.

3. Kami meminta agar Pemerintah memperhatikan hak-hak masyarakat yang terdampak proyek penanganan banjir sehingga tidak menimbulkan kerugian baik materil maupun moril.

4. Pemerintah harus tegas untuk menindak pihak-pihak yang diduga menjadi aktor yang mengakibatkan terjadinya banjir, baik perorangan maupun korporasi.

5. BBWS Citarum harus bertanggung jawab terhadap seluruh permasalahan banjir yang terjadi di Jawa Barat khususnya terhadap masyarakat yang terdampak banjir Citarum.

Demikian aspirasi dan saran yang dapat kami sampaikan agar permasalahan banjir Citarum dapat dengan segera diselesaikan tanpa menimbulkan ekses kerugian terhadap masyarakat.

Kegiatan  selesai dan dilanjutkan dengan kegiatan Ramahtamah dan ngopi bareng, sekaligus acara ditutup. [Eka].

Media Andalas

Author: Media Andalas

Aksi Saran & Informasi

1 thought on “FKM-KBC Korban Banjir Citarum Kab. Bandung, Gelar Diskusi dan Deklarasi di Bale Pasini

  1. Semoga pergerakan masyarakat korban banjir Dayeuhkolot Baleendah dan Bojong soang berdampak positif …

    Kami masyrakat merasa aneh dgn upaya pemerintah yg dgnbanggaran yg begitu besar namun tdk berdampak sedikit pun untuk antasi banjir di wilayah kami… Yg jika dilihat dlm peta indonesia hanya setitik wilayah kecil… Namun setingkat pemerintah pusat pun tdk bisa menuntaskan permasalahan banjir Dayeuhkolot… Apa sesungguhnya yg sedang terjadi di jajaran para pemangku kebijakan…
    Apakah kami masyrakat sudah salah pilih pemimpin ?
    Jika iya tidak mampu jadi pelayan masyrakat baiknya mungundurkan diri saja sebelum tambah rusak tatanan lingkungan masyrakat ini

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.