Dilaksanakan Secara Sepihak, Aliansi Masyarakat Keberatan Rencana Uji Lab Terhadap Limbah Air Krueng Tujoh

Dilaksanakan Secara Sepihak, Aliansi Masyarakat Keberatan Rencana Uji Lab Terhadap Limbah Air Krueng Tujoh
Pipa pembuangan limbah ke sungai diduga milik perusahaan tambang di sekitar area Krueng Tujoh, Kecamatan Meurebo Aceh barat. Foto : Yunus Bidin
Pipa pembuangan limbah ke sungai diduga milik perusahaan tambang di sekitar area Krueng Tujoh, Kecamatan Meurebo Aceh barat. Foto : Yunus Bidin

Dilaksanakan Secara Sepihak, Aliansi Masyarakat Keberatan Rencana Uji Lab Terhadap Limbah Air Krueng Tujoh

MEDIAANDALAS.COM, ACEH BARAT – Aliansi Masyarakat Peduli Krueng Tujoh menaruh keberatan jika Uji Laboratorium terhadap Limbah yang mencemari Krueng Tujoh ini dilakukan secara sepihak.

Kegiatan Uji Laboratorium ini merupakan inisiatif PT. MIFA Bersaudara dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Aceh Barat.

Foto: Anwar sedang mmberikan konferensi pers di lokasi Kr. Tujoh
Foto: Anwar sedang mmberikan konferensi pers di lokasi Kr. Tujoh

“Jika merujuk berdasarkan sejumlah kasus sebelumnya, terkait limbah batubara yang pada akhirnya hasil uji tersebut mengecewakan kami, maka untuk itu, kami keberatan untuk uji laboratorium.” Ungkap Anwar, Koordinator Aliansi yang di dampingi Pengarahnya, M. Yunus, Bidin, SH., M.Hum. kepada mediaandalas.com Rabu (18/03/20).

Artinya, menurut Anwar, permasalahan yang dirasakan masyarakat tidak bermakna apa – apa, padahal peristiwa seperti ini tidak pernah, biasanya terjadi pada air sungai Krueng Tujoh. “Hal ini benar terjadi, dan kami merasakan hal itu sudah lebih kurang tiga  tahun ini, jadi wajar jika persoalan ini kami tolak,” kata Anwar.

Lebih jauh, Anwar mengatakan bahwa “Area Krueng Tujoh memang tidak termasuk dalam wilayah izin pertambangan PT. MIFA Bersaudara.

“Yang menjadi persoalan, adalah bagaimana dengan limbah yang merembes ke sungai itu  melalui muara Krueng Bale,  dari hulu hingga ke hilir.” Ujarnya.

Pada kenyataannya, masih menurut Anwar, Pipa pembuangan limbah yang mengarah ke sungai diduga milik perusahaan tambang di sekitar area Krueng Tujoh, Kecamatan Meurebo Aceh Barat.

“Dampak langsung yang dapat dilihat adalah saat kemarau dan tiba – tiba turun hujan, air sungai Krueng Tujoh langsung berubah warna menjadi ke abu – abuan hingga akibatnya langsung berdampak pada masyarakat, seperti gatal – gatal  ketika air itu digunakan, dan masyarakat sangat kesulitan mencari rezeki disungai tersebut.” Jelasnya.

“Dulu sungai kami tidak  seperti itu, sungai sangat bermanfaat bagi masyarakat sekitar, dan saat ini  kami masyarakat hanya meminta satu hal, jangan alirkan lagi limbah batubara ke Krueng Tujoh, sehingga dengan demikian Krueng Tujoh dapat kembali jernih seperti dulu. Air kembali bisa untuk diminum dan mandi serta masyarakat bisa mengais rezeki disana,” Demikian Anwar yang mewakili masyarakat Kecamatan Meureubo berharap. [Sayid].

Media Andalas

Author: Media Andalas

Aksi Saran & Informasi

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.