Anton Charliyan Bersama Komunitas Budaya Kabuyutan Galunggung Gelar Upacara HUT Kemerdekaan RI ke 76 di Taman Wisata Batu Mahpar

Anton Charliyan: Hanya di Galunggung, Komunitas Budaya Menggelar Upacara HUT RI Ke 76 serta Doa Khusus Selamatkan NKRI dari Covid-19.

MEDIAANDALAS.COM, KAB.TASIKMALAYA – Pada upacara memperingati HUT Kemerdekaan RI ke 76, sejumlah komunitas budaya yang tergabung dalam wadah ‘Komunitas Budaya Kabuyutan Galunggung’ turut menggelarnya, dengan inspektur upacara mantan Kapolda Jabar Irjen Pol (Purn) Dr. H Anton Charliyan MPKN.

“Hanya di Galunggung, beberapa Komunitas Budaya bersatu dan secara tersendiri menggelar upacara memperingati HUT Kemerdekaan RI Ke 76, dimana seluruh peserta upacara mengenakan busana Pangsi khas Sunda.” Ujar Abah Anton, Purn Jenderal Bintang Dua, yang juga pernah menjabat Kapolda Jabar.

“Ini sebagai bentuk kekompakan dan kecintaan para pelaku budaya terhadap NKRI.” ujar Abah Anton panggilan akrab Anton Charliyan.

Peserta upacara yang merupakan perwakilan komunitas budaya yang ada di Tasikmalaya, semua mengenakan pakaian khas Sunda, sebagaimana Presiden Jokowi mengenakan busana khas Kanekes Baduy.

Beberapa perwakilan komunitas budaya yang hadir di antaranya PJBN, Laskar Macan Ali, Saputra Cilogak, Paguron Jamparing, Ormas Laskar Merah Putih Indonesia (LMPI), Forum Sunda Sadunya, PS Maenpo ulin Peueuhan, PS Panglipur Galunggung, mantan Wakil Ketua DPRD Kota Tasikmalaya Thonny T Easy, tokoh agama, tokoh budaya dan tokoh masyarakat lainnya.

“Jika suasananya tidak pandemi Covid-19, kemungkinan besar puncak peringatan HUT Ke 76 Kemerdekaan RI di sini akan lebih gebyar dan semarak. Karena ada kebanggaan tersendiri bagi saya, dimana salah satunya yakni busana khas Sunda dikenakan Presiden Jokowi pada HUT Ke 76 Kemerdekaan Republik Indonesia,” ujar Anton Charliyan kepada peserta upacara, dan berpesan pula, agar orang Sunda (Jawa Barat) senantiasa menjaga keutuhan NKRI yang merupakan hasil perjuangan dan cucuran keringat dan darah para pahlawan hingga Negara kita hari ini ada dan bisa berdiri

”Kita patut menghormati perjuangan para pahlawan dan kini kita patut menjaganya. Kita harus terus memupuk rasa semangat seperti para pendahulu bangsa ini.” tutur mantan Kadiv Humas Polri ini.

Hari ini 76 tahun yang lalu, kata Abah Anton, Kemerdekaan ini ditandai dengan bendera merah putih berkibar dan lagu kebangsaan berkumandang di bumi pertiwi ini sebagai wujud bahwa tanah air tercinta Indonesia telah merdeka.

Perlu diketahui bahwa tema pada HUT RI ke-76 kali ini adalah “Indonesia Tangguh Indonesia Tumbuh”.Dan khusus di Comunitas Galunggung ditambahkan dengan Jaga Kabuyutan Jaga NKRI, Lawan Covid-19 Indonesia Sehat Indonesia Kuat.

Tema tersebut mengajak kita semua untuk tetap tangguh menghadapi segala cobaan khususnya Pandemi Covid-19, dan kemudian dengan perlahan-lahan tumbuh lebih baik.

“Ini tahun kedua kita merayakan Hari Kemerdekaan Indonesia di tengah situasi pandemi Covid-19. Oleh sebab itu, kita melaksanakan upacara dengan mematuhi protokol kesehatan untuk mencegah penularan. Sesungguhnya makna kemerdekaan di situasi seperti ini adalah berjuang untuk melawan Covid-19 bersama-sama dengan cara menuruti anjuran dari pemerintah, memperketat protokol kesehatan agar dapat bebas kembali melakukan aktivitas seperti biasa.” pungkasnya.

Dalam Kesempatan peringatan Khusus Komunitas Budaya Kabuyutan Galunggung ini, sekaligus di anugrahkan piagam Penghargaan untuk para penggiat dan Pelestari Budaya Sunda dari Yayasan Lintas Budaya Nusantara dan Yayasan Sukapura Ngadaun Ngora kepada, Itan Ruslan S.Sos Direktur BTM, Carolita Mauludia juara Silat putri se Jawa, Deny Safari Panglipur, R Apon Sumiaty Tim Expedisi, Campus STIA Tasik, dan Cecep Cilogak Padakembang, Acara diakhiri Doa Khusus Oleh Ustad Dadan Agar Covid bisa segera pergi lenyap dari bumi NKRI ini, sehingga tercapailah motto upacara tersebut ‘Indonesia Sehat Indonesia Kuat.’ [Eka].

Author: Eka Himawan

Life For Nothing Or Die For Something