Ir Soekarno: Berdaulat Berdikari dan Berkepribadian “SDM Unggul Indonesia Maju”

"Beri Aku 10 Pemuda! Maka Akan Kuguncang Dunia" Ir. Soekarno (Presiden RI Ke 1)

Bung KARNO: Merdeka atau Mati...! 

Bung KARNO: Merdeka atau Mati…! 

“Berdaulat Berdikari dan Berkepribadian” Ir. Soekarno (Presiden RI Ke 1).

“Beri Aku 10 Pemuda! Maka Akan Kuguncang Dunia” Ir. Soekarno (Presiden RI Ke 1).

“Biarlah Sejarah Menjawab dan Membacanya” Ir. Soekarno (Presiden RI Ke 1).

Penulis : Elsa Miranti
Editor : Zuli AG

Soekarno

Dr.(H.C.) Ir. H. Soekarno ( ER, EYD: Sukarno, nama lahir: Koesno Sosrodihardjo) (lahir di Surabaya, Jawa Timur, 6 Juni 1901 – meninggal di Jakarta, 21 Juni 1970 pada umur 69 tahun) adalah Presiden pertama Republik Indonesia yang menjabat pada periode 1945-1967. Ia memainkan peranan penting dalam memerdekakan bangsa Indonesia dari penjajahan Belanda.

KATA merdeka seolah mantera, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, peringatan Dirgahayu RI ke-74 tahun ini menandai suatu kebangkitan rasa  kebersamaan dan persatuan yang selama ini terpendam: Nasionalisme…!!!

Walau hanya menyaksikan dari layar kaca, seruan kata Merdeka!!! terdengar mulai dari kawasan timur di Papua dan Maluku sampai di Aceh, kawasan nol kilometer di paling ujung barat kawasan Nusantara.

SEJARAH mencatat, Bung Karno dipaksa, dan harus meninggalkan Istana Negara. Ia hanya mengenakan kaos oblong cap Cabe, bersandal kusam Bata, dan piyama tersampir di pundak.

Hari itu, sehari menjelang peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-22, Bung Karno meninggalkan Istana Negara dengan mengendarai VW Kodok warna putih miliknya.

Tragis…! Dia yang menjemput kemerdekaan untuk bangsa ini, harus melepaskan kemerdekaan pribadinya. Menjadi tahanan rumah, mengalah serta berkorban demi keutuhan persatuan dan kesatuan bangsanya.

Dia sadar, perlawanan hanya akan menghancurkan kemerdekaan bangsa yang direbut dengan pengorbanan jiwa dan darah tidak terhitung.

Terusir dari Istana, simbol kekuasaan pemimpin bangsa dan negara adalah menerima takdir yang menjadi pilihan dan cita-cita hidupnya.

MERDEKA atau mati adalah takdirnya…! Merdeka adalah seperti hidup dan atau mati. Tidak ada setengah hidup. Tidak ada setengah mati. Hidup atau tidak hidup. Mati atau tidak mati. Merdeka atau tidak merdeka….!

Hari ini, setelah Si BUNG melepas kemerdekaannya sebagai individu dengan menjadi tahanan rumah, setelah perjalanan waktu 52 tahun kemudian, bangsa yang bernama Indonesia, tetap dapat merayakan kemerdekaannya dengan membahana. Selamat dan terima kasih bung. Merdeka…!

#DirgahayuRI
#MediaAndalas
#AksiSaran&Informasi

Media Andalas

Author: Media Andalas

Aksi Saran & Informasi

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.