Ucapan Duka Disampaikan GNPK-RI Atas Wafatnya Anggota Dewan Pengawas KPK Artidjo Alkostar

Ucapan Duka Disampaikan GNPK-RI Atas Wafatnya Anggota Dewan Pengawas KPK Artidjo Alkostar

MEDIAANDALAS.COM, JABAR – GNPK-RI melalui Ketua Pimpinan Wilayah Provinsi Jawa Barat menyampaikan ucapan duka atas wafatnya Anggota Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (Dewas KPK) Artidjo Alkostar hari, Minggu (28/02/21).

Wafatnya Artidjo Alkostar menyisakan duka mendalam, terutama GNPK-RI. Hal tersebut disampaikan Nana Supriatna Hadiwinata selaku Ketua PW GNPK-RI Provinis Jawa Barat.

“Kami Relawan Pencegahan Korupsi yang tergabung dalam Ormas Gerakan Nasional Pencegahan Korupsi Republik Indonesia (GNPK-RI) sangat berduka cita atas wafatnya Anggota Dewas KPK Pak Artidjo Alkostar, tokoh hukum nasional yang penuh integritas,” ujar Abah Nana sapaan akrab Ketua PW GNPK-RI Provinsi Jawa Barat dalam keterangannya, Senin (01/03/21).

Tak hanya Ketua GNPK-RI Provinsi Jawa Barat, ucapan duka cita disampaikan Ketua Umum Gerakan Nasional Pencegahan Korupsi Republik Indonesia H.M Basri Budi Utomo, S.IP, SH dalam keterang resminya. Senin (01/03/21) disela kegiatan penyampaian Laporan Dugaan Tindak Pidana Korupsi Anggaran Penanganan Covid-19 APBN TA 2020 Kodim 0712 Tegal ke Pangdam IV Diponegoro di Makodim IV Diponegoro, Semarang.

“Innalillah wainna ilaihi raji’un. Allahumma ighfir lahu, Kita ditinggalkan lagi oleh seorang tokoh penegak hukum yang penuh integritras. Mantan Hakim Agung Artidjo Alkostar yang kini menjabat sebagai salah seorang anggota Dewan Pengawas KPK telah wafat, Minggu siang, (28/02/21).” ujar Basri kepada mediaandalas.com melalui pesan WhatsApp.

Bangsa ini tengah diselubungi duka atas kepergian salah satu anggota dewan pengawasnya, Artidjo Alkostar. Kami sangat berduka cita atas wafatnya Anggota Dewas KPK Pak Artidjo Alkostar, tokoh hukum nasional yang penuh integritas,”  lanjut Basri, Senin (01/03/21).

“Semoga Allah SWT menerima segala amal baiknya dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ungkap Basri.

Dia menuturkan, almarhum Artidjo Alkostar meninggal dunia siang ini sekitar pukul 14.00 WIB. Adapun rumah duka berada di Apartment Springhill Terrace Residence, Tower Sandalwood, Jalan Benyamin Suaeb No.10, Gunung Sahari Selatan, Kemayoran, Jakarta Utara. Dia pun berharap almarhum Artidjo Alkostar bisa diterima di sisi Allah SWT.

Senada, ucapan duka juga disampaikan Ketua Pimpinan Wilayah Gerakan Nasional Pencegahan Korupsi Republik Indonesia (GNPK-RI) Provinsi Jawa Barat, Nana Supriatna Hadiwinata.

“Kami keluarga besar GNPK-RI turut berduka cita sedalam-dalamnya atas meninggalnya Bapak Artidjo Alkostar pada hari Minggu tanggal 28 Februari 2021,” tutur Abah Nana.

Dewan Pembina Gerakan Nasional Pencegahan Korupsi Republik Indonesia (GNPK-RI) Provinsi Jawa Barat, Irjen pol. (Purn) Dr. Drs. Anton Charliyan, MPKN juga menyampaikan ucapan duka atas wafatnya Bapak Artidjo,  almarhum Artidjo merupakan sosok guru sekaligus orang tua. Abah Anton mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk turut mendoakan dan memaafkan kesalahan baik yang disengaja atau pun tidak.

“Kita belajar dengan beliau, menimba ilmu dengan beliau, mudah-mudahan beliau dilapangkan jalan untuk menghadap Allah Subhanahuwata’ala dan ditempatkan di surga Allah Subhanahuwata’ala, amin ya robbal alamin. Demikian kami sungguh berduka atas musibah yqng kami alami, mohon maaf kepada seluruh warga satu Indonesia, doakan almarhum Bapak Artidjo Alkostar semoga dilapangkan kuburnya,” Abah menandaskan.

Selain Abah Anton, selaku Dewan Pembina GNPK-RI Jawa Barat, Prof. Dr. Makhmud Syafe’i, M. Ag menyampaikan duka cita atas meninggalnya anggota Dewan Pengawas KPK Artidjo Alkostar.

“Atas nama pribadi beserta jajaran Pengurus Pimpinan Wilayah Gerakan Nasional Pencegahan Korupsi Provinsi Jawa Barat menyatakan duka cita yang dalam atas berpulangnya Bapak Artijo Alkostar. Semoga Amal ibadah beliau diterima oleh Allah SWT,” kata Prof Makhmud.

Prof. Makhmud menyampaikan bahwa, almarhum Artidjo Alkostar merupakan sosok yang tekun saat bekerja. Yakni mulai dari menjabat sebagai hakim agung ataupun ketua kamar pidana MA.

Selain itu, Prof. Makhmud juga menyebut almarhum sosok yang jujur dan konsisten dalam melaksanakan amanah, meski sering menangani perkara korupsi.

“Beliau bekerja dengan baik dan tekun serta jujur dalam melaksanakan amanah. Selamat jalan Pak Artijo,” pengkas Prof. Makhmud.

Sebagai informasi bahwa GNPK-RI menilai Almarhum Artidjo Alkostar adalah hakim agung yang dijuluki algojo oleh para koruptor. Almarhum tak ragu menjatuhkan hukuman berat kepada para koruptor tanpa peduli pada peta kekuatan dan backup politik. Dulu almarhum adalah dosen di Fakultas Hukum UII Yogyakarta yang juga jadi pengacara. Selama jadi pengacara dikenal lurus.

Almarhum Artidjo Alkostar punya andil dalam penegakan hukum dan demokrasi. Mantan Hakim Agung itu wafat karena menderita penyakit jantung dan paru-paru. [Red].

Avatar

Author: Media Andalas

Aksi Saran & Informasi

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.