Dandim Aceh Barat Gandeng RRI Meulaboh Sosialisasi Antisipasi Cegah Karhutla

Dandim Aceh Barat Gandeng RRI Meulaboh Sosialisasi Antisipasi Cegah Karhutla

Dandim Aceh Barat Gandeng RRI Meulaboh Sosialisasi Antisipasi Cegah Karhutla

MEDIAANDALAS.COM, ACEH BARAT – Komandan Kodim 0105/Aceh Barat Letkol Kav Nurul Diyanto S.Pd,. melakukan Sosialisasi Cegah Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) sekaligus menyapa Prajurit di lapangan.

Dandim Nurul Diyanto menggandeng RRI Meulaboh melalui siarannya untuk penguatan Babinsa dalam penanganan Karhutla, Rabu (12/02/20).

Sebagai narasumber dalam dialog interaktif yang dipandu oleh Darma Yani, Letkol Kav Nurul Diyanto S. Pd,. mengatakan bahwa “Wilayah Kodim Aceh Barat membawahi dua belas Kecamatan yang letaknya menyebar dalam wilayah daratan memiliki lahan yang bermineral dan lahan gambut yang sangat mudah terbakar saat musim kering, apalagi akhir – akhir ini cuaca panas.” Jelas Dandim.

Lebih jauh, Dandim menyebutkan “Untuk melakukan antisipasi pencegahan, Babinsa di lapangan rutin melakukan patroli keliling dan sosialisasi memberikan pemahaman kepada masyarakat akan bahaya sekaligus resiko jika membuka lahan baru dengan cara dibakar”, Letkol Nurul menjelaskan.

Masyarakat, lanjutnya jangan menganggap sepele dan remeh tentang Karhutla.

“Fenomena kebakaran hutan dan lahan baik yang disengaja ataupun tidak jangan dianggap sesuatu hal yang biasa, karena hal ini bisa membahayakan kesehatan dan merugikan orang lain.”

Secara normatif, Papar Letkol Nurul, “Pemerintah sudah mempunyai aturan yang jelas tentang larangan membakar hutan. Melalui UU Nomor 39 Tahun 2014 tentang Perkebunan dan UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Bagi yang melanggar akan dikenakan sanksi hukuman maksimal 12 tahun kurungan dan denda maksimal 10 milyar.”

Dandim pun memerintahkan jajarannya untuk gencar lakukan sosialisasi kepada masyarakat, karena cara ini dianggap ampuh karena bisa memberikan pemahaman secara langsung.

“Kami tidak melarang masyarakat membuka lahan untuk berkebun, tapi yang kami larang adalah warga membuka lahan dengan cara dibakar. Karena masih ada cara lain jika ingin berkebun misalnya di babat, semprot dan sebagainya butuh keuletan dan harus rajin. Sehingga tidak merusak ekosistem dan lingkungan yang ada”, ujar Dandim.

Dalam siaran tersebut, Letkol Nurul menganalogikan, jika kita menyayangi alam maka alam juga akan menyayangi kita.

“Dalam menangani dan mencegah karhutla, kita bekerjasama dengan pihak Kepolisian, BPBD dan Pemerintah Daerah melalui rapat koordinasi dan pemasangan spanduk di titik yang rawan atau sering terjadi karhutla saat musim panas.”

Dalam kesempatan itu pula, Letkol Nurul telah melakukan pemetaan di daerah mana yang sering terjadi kebakaran dan rencananya akan membuat kolam besar (embung) yang bertujuan saat kemarau tiba ketersediaan air tetap ada.

Diakhir dialognya, Dandim menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk membuka lahan dengan cara yang baik maka akan mendapatkan hasil yang baik pula.

“Ini adalah tugas kita bersama apabila ada yang ingin membakar ingat kan, jika tidak mau segera laporkan kepada kami melalui Babinsa yang sudah ada di wilayah Desanya. “Mari kita sama – sama peduli guna antisipasi cegah Karhutla agar tidak terjadi. Atensi dari saya tidak ada tawar menawar dengan Karhutla, jika ada pelaku yang tertangkap akan diproses secara hukum,” tegas Letkol Nurul mengakhiri. [Sayid].

Media Andalas

Author: Media Andalas

Aksi Saran & Informasi

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.