Butuh 5 Tiang PLN, 16 Tahun Belasan Masyarakat Nelayan Desa Sentang Menanti Aliran Listrik

Butuh 5 Tiang PLN, 16 Tahun Belasan Masyarakat Nelayan Desa Sentang Menanti Aliran Listrik

Butuh 5 Tiang PLN, 16 Tahun Belasan Masyarakat Nelayan Desa Sentang Menanti Aliran Listrik

MEDIAANDALAS.COM SERDANG BEDAGAI – Sudah 16 tahun menanti aliran listrik belasan masyarakat Dusun 2 Desa Sentang Kecamatan Teluk Mengkudu Kabupaten Serdang Bedagai Propinsi Sumut.

Hal tersebut ditengarai akibat dari keterbatasan tiang listrik yang tersedia di Dusun 2 Desa Sentang Kecamatan Teluk Mengkudu guna menyalurkan pasokannya.

Guna mengaliri listrik ke Dusun tersebut membutuhkan kurang lebih 5 tiang milik PLN untuk mengaliri kabel aliran listrik di pinggir kawasan pantai tersebut.

Keluhan tersebut disampaikan oleh Arbani selaku masyarakat nelayan yang juga Sekretaris Kelompok Keluarga Nelayan kepada mediaandalas.com saat di wawancarai di kediamannya, Minggu Sore (10/02/20).

Arbani lebih lanjut mengatakan bahwa, “Masyarakat yang tinggal di kawasan Pantai Taluk Dusun 2 Desa Sentang, sangat berharap sekali pada Bapak Dirut PT PLN Persero, agar sekiranya mendirikan 5 tiang baru menuju kawasan pantai.”

Dirinya menambahkan “5 tiang listrik itu untuk mengganti 7 tiang bambu yang telah kami dirikan selama 5 tahun sebagai penahan kabel hitam yang telah masuk kedalam rumah kami ini.”

Lanjutnya Arbani “Kami kesulitan untuk mendapatkan 5 tiang baru secara gratis untuk menahan kabel kabel hitam milik PLN selama ini, dari Simpang  PT. Hartono sepanjang 300 meter,” kata Arbani berharap.

Sementara itu ditempat terpisah, mediaandalas.com mencoba Konfirmasi melalui saluran telepon selulernya kepada H. Hidayatullah, SE,. selaku anggota DPR RI Komisi 11 Bidang Ekonomi dan Keuangan dari Partai Keadilan Sejahtera Sumut 1 akan perihal keluhan Masyarakat Nelayan mengatakan, “Semoga keluhan masyarakat nelayan akan hal kebutuhan 5 tiang  sebagai penahan kabel kabel hitam milik PT PLN dapat segera  terpenuhi.”

“Dan berharap sesegera mungkin, sebelum tiang – tiang bambu yang didirikan oleh masyarakat nelayan sebagai penahanannya kabel hitam tersebut lapuk dan mengakibatlan kabel  jatuh ke tanah.” Ungkap Hidayatullah.

Kontributor Serdang Bedagai : Asri Siregar

Author: Media Andalas

Aksi Saran & Informasi