BNN Bekali Materi Bahaya Narkoba Untuk Pranata Humas di Bali

BNN Bekali Materi Bahaya Narkoba Untuk Pranata Humas di Bali

BNN Bekali Materi Bahaya Narkoba Untuk Pranata Humas di Bali

BNN – Badan Narkotika Nasional RI

BNN – Badan Narkotika Nasional RI – Situs Resmi Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia – #BNN #StopNarkoba #CegahNarkoba

MEDIAANDALAS.COM, BALI – Badan Narkotika Nasional (BNN) memberikan pembekalan materi bahaya narkoba pada para peserta Bimbingan Teknis Peningkatan Kompetensi dan Uji Inpassing Jabatan Fungsional Pranata Humas (JFPH) di Wilayah Bagian Tengah, Kamis (12/9/2019), di Aston, Bali.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Biro Humas dan Protokol BNN RI, Sulistyo Pudjo Hartono, S.I.K, M.Si mengatakan bahwa ancaman narkoba sangat serius bagi kelangsungan generasi bangsa. Menurutnya, kejahatan narkoba terus berkembang, termasuk modus operandi para pelaku kejahatannya. Bahkan, para penjahat narkoba memanfaatkan teknologi untuk memuluskan bisnisnya.

“Peredaran narkoba dilakukan melalui surface web market, deep web market, dan cryptomarket,” imbuh Karo Humpro yang akrab biasa dipanggil Pudjo.

Selain ancaman peredaran narkoba seperti sabu, ganja dan lain-lainnnya, kini muncul ancaman yang tak kalah bahayanya yaitu New Psychoactive Substances (NPS). Di dunia, tidak kurang dari 803 NPS beredar, sedangkan di Indonesia teridentifikasi ada 74 jenis, yang mana 8 diantaranya belum diatur dalam Permenkes.

“Perkembangan NPS menciptakan celah bagi kejahatan dikarenakan banyak narkoba jenis baru yang belum diatur oleh hukum,” tegas jenderal bintang satu ini.

Persoalan lain harus dihadapi adalah masih adanya pengendalian bisnis narkoba dari balik jeruji besi. Pudjo mengungkapkan bahwa BNN telah menangkap bandar-bandar besar hingga mereka akhirnya mendekam di penjara, bahkan sampai asetnya dirampas oleh negara, akan tetapi faktanya mereka masih bisa mengendalikan bisnis narkoba di luar dari balik jeruji besi.

Dalam kegiatan bimtek ini, para peserta tak hanya mendapatkan pemahaman tentang bahaya narkoba tapi juga mendapatkan materi lainnya dari Kepala Dinas Kominfo dan Statistik Prov Bali, Direktur Pendidikan dan Pelatihan BPIP dan Kepala Seksi Surveillance Gizi dan Masyarakat Kementerian Kesehatan. Sementara itu, para peserta yang mengikuti bimtek ini terdiri dari calon dan pemangku jabatan pranata humas, SKPD, Kabag Humas Kabupaten/Kota, dan Kepala Dinas Kominfo statistik Kab/Kota.

Biro Humas dan Protokol BNN RI.

Media Andalas

Author: Media Andalas

Aksi Saran & Informasi

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.