Wali Kota Bandung Siapkan Sanksi Camat Rancasari Pelesiran ke Yogya Saat Covid-19 Melonjak

Wali Kota Bandung Siapkan Sanksi Camat Rancasari Pelesiran ke Yogya

MEDIAANDALAS.COM, KOTA BANDUNG – Wali Kota Bandung,  Oded M Danial angkat bicara terkait kasus Camat Rancasari dan Lurah Derwati yang pergi ke Yogyakarta di tengah lonjakan kasus Covid-19 di daerahnya, Oded memastikan memberi sanksi ke Camat Rancasari yang kedapetan pelesiran ke Yogyakarta. Padahal, saat ini pelarangan perjalanan dinas tengah diberlakukan seiring melonjaknya Covid-19.

Oded menegaskan, sanksi tegas akan dijatuhkan dan memerintahkan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung Ema Sumarna untuk memutuskan sanksi yang tepat atas tindakan yang mengabaikan perintah pimpinan itu.

Oded menegaskan telah menginstruksikan kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung Ema Sumarna, agar segera memproses sanksi tersebut. Adapun bentuk sanksinya, kata Oded, masih dirumuskan oleh Sekda.

“Parah pisan (sangat parah) ! Saat semua sibuk tangani Covid, ini malah pergi ke Yogyakarta. Saya sudah instruksikan Sekda agar ada progres dari kebijakan yang saya buat, minimal sanksi indisipliner. Tapi bentuknya seperti apa sedang dikaji Sekda,” kata Oded di Pendopo Kota Bandung hari ini, Selasa 22 Juni 2021.

Oded mengaku prihatin atas tindakan kedua pejabat pelayan masyarakat tersebut. Orang nomor satu di Pemkot Bandung ini menyebutkan, pada Rabu pekan lalu sudah ditandatangani Perwal terkait pengetatan PPKM mikro, namun keduanya justru tak mengindahkan aturan tersebut.

Oded pun menyayangkan hal tersebut bisa terjadi di tengah adanya lonjakan kasus Covid-19. Camat itu sendiri diduga pelesiran bersama dengan para stafnya. “Intinya dari saya harus diberi sanksi (Camat Rancasari dan Lurah Derwati). Mereka bandel sekali tak ikuti aturan,” jelasnya.

“Minimal sanksinya indisipliner, nanti bentuk sanksinya sedang dibahas oleh Pak Ema,” kata Oded, di Bandung, Jawa Barat, seperti dikutip Antara, Selasa (22/6).

Wali Kota Bandung, Oded M Danial
Wali Kota Bandung, Oded M Danial

Menurut Oded, ia pun telah menandatangani Peraturan Wali Kota Bandung terbaru yang berisikan tentang sejumlah pembatasan. Salah satunya, yakni larangan bagi ASN melakukan perjalanan dinas.

“Di saat saya menandatangani perwali hari Kamis lalu, mereka pada pergi. Aduh,” kata Oded.

Berdasarkan data Pusat Informasi Covid-19 Kota Bandung, saat ini Kecamatan Rancasari masuk ke empat besar yang memiliki kasus aktif Covid-19 paling banyak di Kota Bandung.

Sebelumnya diberitakan, di tengah meledaknya kasus positif Covid-19 di kota Bandung, Camat Rancasari dan Lurah Derwati pergi ke Yogyakarta dalam rangka pembinaan kelembagaan masyarakat.

Dikonfirmasi melalui telepon, Camat Rancasari Hamdani tidak menampik dirinya dan Lurah Derwati berangkat ke Yogyakarta. Namun Hamdani menepis tudingan perjalanan tersebut merupakan piknik.

“Betul saya dan pak Lurah (Derwati) ke Jogjakarta, tapi bukan piknik. Kami berangkat dalam rangka pembinaan kelembagaan masyarakat. Sebab yang berangkat pun pengurus inti LPM, dan PKK,” ungkap Hamdani melalui telepon, Minggu 20 Juni 2021.

Seretaris Daerah (Sekda) kota Bandung Ema Sumarna menegaskan, kepergian Camat Rancasari dan Lurah Derwati ke Jogjakarta ditengah larangan perjalanan dinas karena tingginya kasus positif Covid-19 di kota Bandung, akan menyebabkan konsekuensi sanksi.

“Nanti akan ada tindakan kepada yang bersangkutan,” tulis Ema saat dihubungi melalui aplikasi percakapan Whatsapp, Minggu 20 Juni 2021 sore.

Saat ditanya mengenai tindakan yang dimaksud apakah berupa sanksi, Ema yang juga Ketua Harian Satgas Covid-19 kota Bandung mengatakan, tindakan yang dimaksud terhadap Camat Rancasari dan Lurah Derwati masih menunggu arahan Wali Kota Bandung Oded M. Danial.

“Kita menunggu arahan dari bapak Walikota dulu, kan kewenangan (tindakan dan sanksi) ada di Beliau,” singkat Ema.***

Author: Media Andalas

Aksi Saran & Informasi