UU Nomor 24 Tahun 2009: GNPK-RI Lampung, Soroti Bendera Sobek Di Halaman Kantor Balai Tiyuh Setia Bumi

Bendera Robek

UU Nomor 24 Tahun 2009: GNPK-RI Lampung, Soroti Bendera Sobek Di Halaman Kantor Balai Tiyuh Setia Bumi

MEDIAANDALAS.COM, TUBABA – Organisasi Masyarakat Gerakan Nasional Pencegahan Korupsi Republik Indonsesia (GNPK RI) Pengurus Wilayah Lampung menyayangkan Bendera Merah Putih Robek Yang Masih Berkibar Di Depan Halaman Kantor Balai Tiyuh Setia Bumi Kecamatan Gunung Terang Tulang Bawang Barat. (Tubaba).

Pengurus GNPK-RI Lampung, Sambut Positif Dede Farhan Ikut Seleksi Capim KPK
Dok Media Andalas : Pengurus Ormas GNPK RI Wilayah Lampung. (Red).

 

Saat Media Andalas mengkonfirmasi Ari, Selaku Pengurus Ormas GNPK RI Wilayah Lampung, sangat menyayangkan terhadapat berkibarnya Bendera Merah Putih sobek di halaman Kantor Balai Tiyuh Setia Bumi. Senin (22/07/19).

“Apalagi ini sudah pernah diingatkan oleh warga setempat seminggu lalu melalui carek untuk mengganti namun tidak di indahkan oleh oknum tersebut,” ujar Ari kepada Media Andalas.

“Ini sudah menodai, menghina dan merendahkan kehormatan lambang negara dan ini melanggar pasal 24 Tahun 2009.” cetusnya.

Ari menjelaskan, sesuai Undang-Undang (UU) Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan dijelaskan dalam Bab II Pasal 4.

Dalam aturan tersebut dibahas dengan jelas terkait ukuran, pemasangan hingga larangan terkait perlakuan terhadap bendera.

“Saya minta kepada pihak kantor Parpol yang memasang Bendera Merah Putih yang robek itu untuk segera menggantinya,” tegas Ari.

Ari juga mengimbau kepada seluruh kantor baik pemerintah maupun swasta untuk memasang Bendera Merah Putih sesuai aturan.

Jika ada bendera yang warnanya sudah pudar, apalagi robek diharapkan segera diganti dengan yang baru.

“Bendera Merah Putih merupakan lambang negara, dan hasil perjuangan para pendahulu kita. Maka dari itu, hargai pengorbanan para pahlawan yang mati-matian mempertahankan keutuhan dan kedaulatan NKRI,” ucap Ari.

Sebagai penutup Ari menambahkan, sesuai aturan, pengibaran Bendera Merah Putih dilakukan pada pukul 06.00 WIB dan pukul 18.00 WIB diturunkan.

“Jangan sampai Bendera Merah Putih setelah dikibarkan dibiarkan tetap terpasang tanpa pernah diturunkan,” tambahnya.

Harapan saya, meminta penegah hukum untuk segera memperoses atas kejadian ini dan ini menjadi bentuk kita menghormati atas perjuangan para pahlawan kita. pungkasnya. [Basuni/Zuli].

Media Andalas

Author: Media Andalas

Aksi Saran & Informasi

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.