PT. Regal Springs Indonesia “Aguafarm” Akui Tidak Miliki Ijin APU dan Limbah B3 Lagi

PT. Regal Springs Indonesia "Aguafarm" Akui Tidak Miliki Ijin Apu dan Limbah B3 Lagi

PT. Aguafarm Nusantara (AN) pemilik ratusan Keramba Jaring Apung (KJA) bersama Anggita DPRD Provinsi Sumatera Utara.

PT. Regal Springs Indonesia “Aguafarm” Akui Tidak Miliki Ijin Apu dan Limbah B3 Lagi

PT Aguafarm Nusantara (AN) pemilik ratusan Keramba Jaring Apung (KJA) yang saat ini masih beroperasi di perairan Danau Toba mengakui tidak memiliki ijin pemanfaatan permukaan air danau (APU) dan ijin pembuangan limbah Bahan-bahan Beracun (B3).
PT Aguafarm Nusantara (AN) pemilik ratusan Keramba Jaring Apung (KJA) yang saat ini masih beroperasi di perairan Danau Toba mengakui tidak memiliki ijin pemanfaatan permukaan air danau (APU) dan ijin pembuangan limbah Bahan-bahan Beracun (B3). [K7G].

MEDIAAANDALAS.COM, SIMALUNGUN – Manager Legal Marsel Tristan didampingi Senior Manager Comunity Affair Dian Oktavia  PT. Aguafarm Nusantara (AN) pemilik ratusan Keramba Jaring Apung (KJA) yang saat ini masih beroperasi di perairan Danau Toba mengakui tidak memiliki ijin pemanfaatan permukaan air danau (APU) dan Ijin Pembuangan Limbah Bahan – Bahan Beracun (B3).

Hal tersebut terungkap saat ditanya Aggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Utara dari Komisi B, Richard Sidabutar bersama sejumlah Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara diantaranya H. Robby Anangga, SE,. Richard Sidabutar, Dra. Hj. Hidayati Herlina Gusti, Ir. H Iskandar Sinaga, Wasner Sianturi, Sampang Malem, Lidiani Lase, Zulkifli, S.Pd.i,.

Turut hadir Inge Amelia Nasution, mewakili Dinas Kelautan Dan Perikanan, Retno Walandari, mewakili Kepala Dinas Pariwisata Unggul Sitanggang, hadir pula manajemen PT. Regal Springs Indonesia pemilik ratusan Keramba Jaring Apung (KJA).

Manager Legal Marsel Tristan, Manager Comunity Affair Dian Oktavia, dan Buttu Sidabutar, ketika melakukan kunjungan kerja dan peninjauan lapangan ke beberapa perusahaan dan lokasi sekitar kawasan Danau Toba di Tiga Ras Kecamatan Dolok Pardamean, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Kamis (29/08/19).

Dalam kunjungan kerja tersebut Anggota DPRD Richard Sidabutar didampingi sejumlah Anggota DPRD Provsu mengajukan pertanyaan kepada PT. Aguafarm Nusantara yang kini berganti nama menjadi Regal Springs Indonesia terkait Regulasi Kepemilikan Surat Izin APU, Data Jumlah Produksi Ikan, Surat Izin Limbah Bahan – Bahan Beracun (B3) dan jumlah pemakaian pakan ikan yang saat ini masih beroperasi di Danau Toba.

Marsel mengakui terkait Izin APU Keramba Jaring Apung milik  PT. Regal Springs Indonesia (Aguafarm Nusantara) hingga kini belum dapat diperpanjang, karena masih terkendala dengan masalah penentuan zonasi dan izin limbah B3 masih tahap pengajuan.

“Tempat pembuangan sampah (TPS) limbah B3 ditolak dan saat ini tahap pengajuan dan limbah PT. Regal Springs Indonesia (Aguafarm Nusantara) selama ini dimanfaatkan masyarakat sekitar.” ungkap Marsel.

Untuk jumlah produksi ikan dan pemakaian pakan ikan di Keramba Jaring Apung milik PT. Regal Springs Indonesia (Aguafarm Nusantara), Marsel berjanji akan mengumpulkan data rill dari lapangan dan akan segera disampaikan ke DPRD Sumatera Utara.

“Walaupun PT. Regal Springs Indonesia (Aguafarm Nusantara) tidak memikiki izin APU, PT. Regal Springs Indonesia (Aguafarm Nusantara) mengaku selalu membayar pajak izin APU Keramba Jaring Apung.” ucap Marsel.

Sementara sejumlah Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara Dra. Hj. Hidayati Herlina Gusti kecewa terhadap pihak PT. Regal Springs Indonesia (Aguafarm Nusantara) karena dinilai tidak tranparansi karena dan tidak mampu membuktikan dan menujukkan data – data serta surat izin sewaktu rombongan Kungker Ke Danau Toba, “Seharusnya sebuah perusahaan besar haruslah memenuhi itu semua,” ucap Hidayati. [7TG].

Media Andalas

Author: Media Andalas

Aksi Saran & Informasi

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.