PT. MSSB INGKAR JANJI KEPADA MASYARAKAT, Tentang Surat Pernyataan Rapat Muspika Rundeng dan Masyarakat

PT. MSSB INGKAR JANJI KEPADA MASYARAKAT, Tentang Surat Pernyataan Rapat Muspika Rundeng dan Masyarakat

PT. MSSB INGKAR JANJI KEPADA MASYARAKAT, Tentang Surat Pernyataan Rapat Muspika Rundeng dan Masyarakat

MEDIAANDALAS.COM, SUBULUSSALAM – Selasa kemarin, (25/06/2019). ratusan masyarakat terdiri dari; empat Desa mendatangi lahan yang sudah pernah di ukur ulang tiga bulan yang lalu, pada saat itu sudah disepakati pengukur ulang, dan saat itu langsung Tim dari BPN dan DINAS PERTANAHAN Kota Subulussalam ikut hadir dalam proses pengukuran dilokasi.

Selama satu minggu pengukuran baru selesai di empat Desa, yakni Desa Muara Batu-batu, Desa Dah, Desa Sepadan dan Desa Kula Kepeng. Dari empat Desa tersebut, semua pernah bermufakat di Kantor Camat Rundeng, dan di hadiri Muspika Kecamatan Rundeng.

Tamrin Brt, selaku Ketua LSM PERLAHAN Kota Subulussalam saat diwawancarai Media Andalas menyampaikan “Kami sangat kecawa kepada pihak PT MSSB, kami merasa tidak di hargai, selama ini saya sebagai perwakilan masyarat untuk mengurus  permasalahan ini, dan selama ini masyarakat masih percaya kepada kami.” ucapnya.

“Kalaupun sudah ada kesepakat surata ini di tanda tangangi bersama Muspika, BPN dan DINAS PERTANAHAN Kota Subulussalam pun tidak di tepati.” tambahnya.

“Kami tidak pernah bersikap anarkis, kami hanya meminta penyelesaian tanah tersebut, dan saya minta kepada Meneger PT. MSSB yang membuat kesepakatan itu harus bersifat dewasa, jangan seperti anak-anak, jangan sempat masyarakat marah.” punkas Tamrin.

Tamrin menambahkan “Padahal dalam Surat Pernyataan Rapat Muspika Rundeng antara masyarakat dan PT. MSSB sudah jelas ditanda tanggani oleh Meneger PANGARIMPUNAN SIADAR, pada tanggal 23 Mai 2019 lalu, di Kantor Camat Rundeng.

Dalam isi surat tersebut, kedua belah pihak bersepakat :

1. Pihaka Pertama yakni PT MSSB, menyatakan berjanji akan menyelesaikan dengan ganti rugi tanah milik masyarakat;

2. Pihak Kedua yakni masyarakat, dalam jangka waktu 30 hari, terhitung mulai tanggal 23 Mei s/d 23 Juni 2019. dengan melihat legalitas suratnya. Pihak Kedua, dalam hal ini Thamrin (Cs) Mewakili masyarakt muara batu batu. Akan meklaim lahan mereka, dengan cara Akupasi/Status Quo, apabila  pada tenggat waktu yang di sepakati tidak ada penyelesaian ganti rugi;

3. Dan Pihak Kedua dalam hal ini Ramli  Cs.(Kuala Keupeng) akan memblokir jalan Desa kuala Keupeng, apabila tanggat waktu yang disepakiti tidak ada penyelesai ganti rugi;

4. Pihak Kedua dalam hal ini Rusdi Cs (Dah) dan Salman Al Faris (Sepadan) akan memblokir jalan Desa Sepadan apabila pada tenggat waktu yang disepakati tidak ada penyelesaian ganti rugi;

5. Muspika Rundeng menjamin legalitas surat tanah Pihak Kedua adalah sah secara hukum.

Begitu janji dan tanggal kesepakatan sudah lewat batas, kami menghubungi pihak Meneger PT. MSSB Via sambungan handphone dan WhatsApp, namun tidak ada ada respon dan balasan.

Pada hari ini Selasa (25/06/19). “Kami pihak masayarakat akan menjaga lahan kami, supaya tidak di dodos buah lagi dari pihak manapun sesuai dengan kesepakatan bersama “ujar Tamrin.

Kontributor Kota Subulussalam : Ramona

Editor : Zuli

Media Andalas

Author: Media Andalas

Aksi Saran & Informasi

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.