Mantan Ketua AKA: Kredit Ketua Kadin Sesuai Penyebar Hoaks Perlu Di Tidak Tegas

Foto Ist: H. Jafaruddin Husen (Abi)

Mantan Ketua AKA: Kredit Ketua Kadin Sesuai Penyebar Hoaks Perlu Di Tidak Tegas

MEDIAANDALAS.COM, BANDA ACEH – Dalam proses pembiayaan kredit untuk kalangan dunia usaha di Provinsi Aceh selama ini terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, seiring dengan meningkat jumlah badan usaha yang tumbuh di berbagai sektor diseluruh Aceh.

Berbagai macam bentuk usaha di Aceh sangat membutuhkan dorong dari lembaga keuangan untuk mengembangkan unit usaha yang dijalankan oleh para pelaku.

Hal ini disampaikan oleh Mantan Ketua Umum Asosiasi Kontraktor Aceh (AKA) , Senin (23/02/20) ketika diminta tanggapannya oleh mediaandalas.com Banda Aceh.

“Bank Aceh Syariah memiliki standar baku yang telah di audit oleh pihak Bank Indonesia serta Otorirltas Jasa Keuangan (OJK) selaku pihak yang paling bertanggung jawab kepada lembaga keuangan di Indonesia. Selain itu Bank Aceh Syariah juga memiliki Asuransi sebagai jaminan kepada para Nasabah dalam melunasi Kredit kepada pihak Bank,” Tegas Jafaruddin Husin yang juga salah seorang pendiri AKA (Asosiasi Kontraktor Aceh).

Terkait Kredit Ketua Kadin Aceh Makmur Budiman, SE menyampaikan kepada mediaandalas.com Banda Aceh bahwa “Ada beberapa point penting yang ingin saya sampaikan, yang pertama jumlah kredit bukan 108 milyar seperti yang diisukan oleh pihak penyebar Hoaks, yang benar 83 milyar dan hal ini juga sudah disampaikan oleh pihak Bank Aceh sendiri,” ucapnya.

“Kedua dalam proses penyaluran kredit pihak Bank Aceh Syariah sudah melibatkan tim audit untuk menilai kemanpuan nasabah atau debitur dalam melunasi Kredit yang akan di salurkan,” ungkapnya.

“Dan yang ketiga saudara Makmur Budiman adalah sosok pegusaha sukses yang bergerak dalam beberapa bidang usaha di Aceh maupun di tingkat Nasional, baik itu bidang kontruksi, perkebunan, perdagangan dan pengolahan minyak kepala sawit CPO, jadi disini pihak manapun tidak perlu ragu dengan kemampuan H. Makmur Budiman, SE,” terangnya.

Mantan Ketua AKA ini juga menjelaskan untuk kesemuanya ini masuk dalam proses penilaian pihak Bank dan pihak Asuransi sebagai penjamin kredit. Asuransi sebagai penjamin nasabah yang mengambil kredit di Bank juga memiliki penilaian sendiri.

Beberapa kriteria tersebut meliputii norma-norma perkreditan yang sehat, wajar, dan berlaku umum, debitur pada saat melakukan kreditur tidak sedang berada pada kondisi ekonomi yang goyah atau dalam proses kepailitan,”

Debitur tersebut tidak sedang memiliki tanggungan atau beban hutang yang didapat dari bank umum atau lembaga pembiayaan keuangan yang lain serta debitur tersebut sudah memiliki izin usaha yang diakui secara hukum.

Selain itu, proses kredit yang dilakukan sesuai dengan manual pemberian kredit yang sesuai SE Bank Indonesia, dan Kredit tersebut dijamin 100 persen oleh asuransi serta jaminan lainya.

Jafaruddin Husin juga menambahkan “Keberhasilan H Makmur Budiman, SE dalam mengelola Perkebunan Kepala Sawit di Aceh Tamiang harus kita apresiasiasi, dimana beliau berhasil mengembangkan lahan kelapa sawit ditengah deras persaingan dengan pengusaha – pengusaha dari luar Aceh saat ini,” ulas Abi panggilan sehari hari H. Jafaruddin Husen.

Hal seperti ini harus kita apresiasi langkah Makmur Budiman yang juga saat ini menjabat ketua Kadin Provinsi Aceh sebagai pengusaha lokal yang manpu bersaingan dengan pengusahan dari luar Aceh.

Di Kabupaten Aceh Tamiang hampir 70% lahan sawit itu milik pengusaha dari luar Aceh, banyak lahan dengan status Hak Guna Usaha (HGU) di kuasai oleh pengusaha luar dan beliau juga melakukan pembinaan kepada masyarakat setempat,” jelas Abi pada mediaandalas.com Biro Kota Banda Aceh.

Abi lebih lanjut menuturkan “Menurut hemat saya, Bank Aceh Syariah sangat membutuh figur – figur seperti pengusahan H. Makmur Budiman, SE untuk kelancaran Kredit Usaha Produktif, selama ini selama ini Bank Nasional selalu mengincar pengusaha-pengusaha seperti beliau, untuk pengambilan Kredit Produktif di Bank Nasional,” demikian pungkas Jafaruddin Husin mantan Ketua BPP-AKA.

Selanjutnya Abi berharap kepada penegak hukum dalam hal ini Polda Aceh untuk segera memprotes pihak yang telah membuat berita hoaks pada H. Makmur Budiman, SE secara hukum yang berlaku, karena dengan adanya berita tersebut baik itu penguasa sukses maupun Bank Aceh Syariah merasa terganggu kontitenya di mata masyarakat pada umumnya. [Mansurdin Idris].

Media Andalas

Author: Media Andalas

Aksi Saran & Informasi

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.