LBH Pesantren RI-1 Akan Layangkan Laporan Ke Mabes Polri Terkait Dugaan Penipuan Jual Beli Rumah

LBH Pesantren RI-1 Akan Layangkan Laporan Ke Mabes Polri Terkait Dugaan Penipuan Jual Beli Rumah

LBH Pesantren RI-1 Akan Layangkan Laporan Ke Mabes Polri Terkait Dugaan Penipuan Jual Beli Rumah

MEDIAANDALAS.COM, JAKARTA – Diduga melakukan penipuan dengan modus pembelian rumah, Soelistyo, SH,. sesuai Kartu Tanda Pengenal (KTP) adalah warga Jalan Raya Pacenongan No. 17 H, RT 003 RW 003, Kel. Kebon Kelapa, Kec. Gambir, Jakarta Pusat dan Rumah Soelistyo saat ini di Pulo Mas Barat V G/2 Jakarta Timur, terancam akan dilaporkan ke Bareskrim Mabes Polri oleh Aprianti Virna Budiwati melalui Kuasa Hukum Lembaga Bantuan Hukum Pesantren RI-1 (LBH Pesantren RI-1).

Andi Priyatno, S.Sos., S.H., dan Garri O. Pandiangan, S.H., selaku Deputi Bidang Hukum Pesantren RI-1 melalui Press Release (siaran pers) kepada awak media mengakatan bahwa “LBH Pesantren RI-1 sudah berupaya untuk memediasi agar hal tersebut dapat di selesaikan dengan cara kekeluargaaan, setelah LBH Pesantren RI-1 menerima Kuasa dari saudari Aprianti Virna Budiwati, langkah pertama kita meminta kepada saudara Soelistyo, SH,. agar menyelesaikanya secara kekeluargaan, namun niat baik yang kita tawarkan tidak di gubris, bahkan pernah di telepon oleh salah satu Keluarga Besar Pesantren RI-1 pada hari Senin (10/02/20) ke nomor handphone yang bersangkutan, saudara Soelistyo, SH,. di angkat dan berjanji akan menemui Deputi Bidang Hukum Pesantren RI-1 di hari Selasa (11/02/20) dan setelah itu telepon sudah tidak pernah di angkat lagi, dan kita mengirimkan surat somasi pertama dan kedua itupun tidak ditanggapi, sehingga kita berencana akan segera melaporkan ke Bareskrim Polri,” ujarnya.

Andi Priyatno, S.Sos., S.H., dan Garri O. Pandiangan, S.H,. mengungkapkan alasan LBH Pesantren RI-1 akan melaporkan Soelistyo, SH,. karena diduga telah melakukan tindak pidana penipuan dengan cara akan membeli rumah seharga Rp 50.000.000.000,- (lima puluh milyar rupiah) pada tanggal 16 Desember tahun 2015, saudara Soelistyo, SH,. meminjam uang dari saudari Aprianti Virna Budiwati sebesar Rp. 1.500.000.000,- dimana uang tersebut akan di kembalikan selama enam bulan plus pembayaran dan pelunasan rumah yang dijanjikan saudara Soelistyo akan membelinya, rumah yang tadi nya harga 50.000.000.000,- (lima puluh milyar rupiah) akan di bayar Rp 53.000.000.000,- (lima puluh tiga milyar rupiah) dengan meminjam dana Rp 1,500.000.000,- (satu milyar lima ratus juta rupiah) sesuai surat pengakuan yang di buat di notaris Jansehat Aritonang ,SH, M.Kn., pada hari Kamis tanggal 17 Desember 2015 dan setelah enam bulan tidak ada kabar beritanya, sehingga saudari Aprianti Virna Budiwati meminta bantuan Lembaga Bantuan Hukum Pesantren RI-1.” ungkapnya.

Andi Priyatno, S.Sos., S.H., dan Garri O. Pandiangan, S.H., menambahkan bahwa “Saudara Soelistyo, SH,. diduga telah melakukan penipuan dan penggelapan, melalui bukti – bukti yang kita kumpulkan kita sangat yakin bahwa saudara Soelistyo, SH,. dapat dijerat dengan Pasal 378, dan 372 KUHP tentang penipuan dan penggelapan, ancaman hukumannya lima tahun kurungan penjara,” cetus nya.

Habib Abu Djibril Basyaiban selaku Pembina Pesantren RI-1 mengatakan ”Kami Keluarga Besar Pesantren RI-1 siap membantu siapapun yang terdholimi dan siap membantu merevolusi mental sesuai arahan Presiden RI Bapak Ir. H. Joko Widodo.” Pungkas nya. [Red].

Media Andalas

Author: Media Andalas

Aksi Saran & Informasi

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.