Kinerja Kajari Labusel Di Pertanyakan, GNPK RI Labusel: “Perlu keterbukaan Informasi”

Kinerja Kajari Labusel Di Pertanyakan, GNPK RI Labusel: "Perlu keterbukaan Informasi"

Kinerja Kajari Labusel Di Pertanyakan, GNPK RI Labusel: “Perlu keterbukaan Informasi”

MEDIAANDALAS .COM, LABUSEL – Pasca seratus hari bertugas, Kinerja Kepala kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Sumatera Utara, Ketut Winawa, SH,. MH,. kembali dipertanyakan masyarakat.

Pasalnya, Sejak Selasa malam (13/08/19) digelarnya acara pisah sambut antara Joko Wibisono, SH,. kepada Kajari yang baru Ketut Winawa, SH,. MH,. terhadap itu masyarakat menilai Kajari yang baru belum menunjukkan kinerja terkait Kasus Korupsi.

Terkait asumsi dan penilaian masyarakat, Tim mediaandalas.com Labusel, mencoba menemui Ketut Winawa, SH,. MH,. namun tidak dapat ditemui dengan alasan sibuk dengan pekerjaan.

“Kalau mau ketemu sama Pak Kajari, Harus melalui Kasi Intel Bang”, Kata satpam yang bertugas.” Senin (25/11/19).

Sampai berita ini terbit, Jimmy Donovan Kasi Intel Kejaksaan Negeri Labuhanbatu Selatan pun juga belum bisa ditemui. Melalui WhatsApp pribadinya, terkait keinginan konfirmasi kepada Kajari, Jimmy Donovan abai dan memilih bungkam.

Saat menunggu di Pos Satpam, Tampak keluar masuk tamu Kejaksaan Negeri Labusel tersebut.

Mengacu pada Undang-Undang No. 16 Tahun 2004 yang menggantikan UU No. 5 Tahun 1991 tentang Kejaksaan R.I., Kejaksaan sebagai salah satu lembaga penegak hukum dituntut untuk lebih berperan dalam menegakkan supremasi hukum, perlindungan kepentingan umum, penegakan hak asasi manusia, serta pemberantasan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN).

Di dalam UU Kejaksaan ini, Kejaksaan RI sebagai lembaga negara yang melaksanakan kekuasaan negara di bidang penuntutan harus melaksanakan fungsi, tugas, dan wewenangnya secara merdeka, terlepas dari pengaruh kekuasaan pemerintah dan pengaruh kekuasaan lainnya (Pasal 2 ayat 2 Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2004).

Terkait hal ini, saat diminta tanggapannya, GNPK-RI Labusel menyampaikan perlunya ketebukaan Informasi, sehingga tidak menimbulkan asumsi-asumsi yang kurang baik di masyarakat.

“Sangat disayangkan Jika Pihak Kejaksaan Negeri Kabupaten Labuhanbatu Selatan tidak membuka ruang untuk keterbukaan informasi”, Kata Rudi, Bid. Penaduan Masyarakat. [A.Harahap].

Media Andalas

Author: Media Andalas

Aksi Saran & Informasi

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.