Ulah Salah Satu Gapoktan Bantuan Alsintan Dari Kementan Bagai Ronsokan Di Tubaba

Ulah Salah Satu Gapoktan Bantuan Alsintan Dari Kementan Bagai Ronsokan Di Tubaba

Ulah Salah Satu Gapoktan Bantuan Alsintan Dari Kementan Bagai Ronsokan Di Tubaba

MEDIAANDALAS.COM, TUBABA – Pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) terus mendorong produktivitas para petani lokal, Salah satunya melalui pemberian bantuan alat mesin pertanian (alsintan).

Alsintan adalah sebutan untuk semua alat dan mesin yang digunakan dalam usaha bidang pertanian. Alsintan ini mutlak sangat dibutuhkan dalam pembangunan pertanian, peningkatan teknologi tepat guna melalui alsintan ini sangat dapat meningkatkan efisiensi dan kualitas produksi pertanian.

Dikutip dari detik.com Kementerian Pertanian Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman mengatakan bahwa Peran alsintan dalam pengembangan pertanian bukan sebatas proses budidaya dan pascapanen, tapi juga bagi upaya pengembangan proses hasil panen menjadi aneka produk pangan tambahan.

Ulah Salah Satu Gapoktan Bantuan Alsintan Dari Kementan Bagai Ronsokan Di Tubaba
Ulah Salah Satu Gapoktan Bantuan Alsintan Dari Kementan Bagai Ronsokan Di Tubaba. [Basuni/Pras].

“Adanya alsintan ini menjadi pemicu transformasi teknologi kepada petani menuju pertanian yang lebih modern, efektif, dan ramah lingkungan. Teknologi mekanisasi tersebut harus mencakup dari hulu sampai hilir sehingga tidak hanya meningkatkan produksi, akan tetapi kesejahteraan petani.” Ungkapnya.

Namun sayangnya hal tersebut justru bertolak belakang dengan keadaan alsintan yang di kelola oleh Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) yang ada di salah satu Tiyuh di Kabupaten Tulang Bawang Barat.

Bedasarkan hasil tinjauan Tim di lokasi kediaman Ketua Gapoktan tersebut, di temukanya sekitar 7 Unit Alsintan dengan kondisi yang sangat memprihatinkan dan di biarkan seperti barang rongsokan. Bahkan beberapa Unit Alsintan tersebut terlihat masih dalam keadaan baru dan masih terbungkus.

Kondisi Alsintan Dari Kementan Bagai Ronsokan Di Tubaba
Kondisi Alsintan Dari Kementan Bagai Ronsokan Di Tubaba. [Basuni/Pras].

Terdapat Mesin Maxx Padi NDR 85 Turbo Matic, Mei Maxx Padi DR-16, 2 Unit mesin Tanikaya mesin tanam padi TK RT 2w – 800N, Quick Zena dalam kondis baru dan tidak pernah terpakai, Alkon air Diamond DI 900 dalan kondisi baru dan tidak pernah terpakai, Alkon diamon DI 800. Dan Handtraktor berada di operatornya.

Saat di konfirmasi Sumar Ketua Gapoktan mengatakan bahwa Alsintan tersebut memang masih dalam kondisi baru.

“Masih baru emang, Kalau ga salah baru satu kali pakai untuk Di coba, dan sampe sekarang gak pernah terpakai lagi.” Ucap sumar Kamis (24/10/2019)

Sumar menjelaskan bahwa ada 1 unit alsintan yang mengalami kerusakan, namun anehnya alat tersebut terlihat Baru.

Saat di mintai keterangan mengenai jenis-jenis alsintan dan tahun di terima Sumar menjelaskan bahwa dirinya lupa mengenai hal itu.

“Kalau untuk itu saya lupa, yang jelas Pemerintah kasih itu ke kita ya sudah.” Ucapnya.

Sementara saat di singgung mengenai sistem pengelolaannya, Sumar enggan untuk menjelaskannya.

“Itu urusan rumah tangga kami kalian gak boleh tahu.” Ucapnya.

Meskipun hal tersebut di atur UU Keterbukaan Publik. “Ya itu gak ada urusan tetep aja gak bisa karena itu rahasia rumah tangga kita, kalau saya ya gak mungkin saya kasih tahu sampean.” Ucapnya.

Sumar menjelaskan terdapat 21 Kelompok yang berada di bawah naungannya.

Di singgung mengenai laporan pengelolaannya, Sumar menjelaskan bahwa setiap tahun dirinya melaporkan hal tersebut ke Dinas Pertanian. “Yang jelas kita selalu melaporkan ke Dinas.” Ucapnya.

Sumar menjelaskan bahwa seluruh Unit alsintan bantuan tersebut bedasarkan proposal yang di ajukan ke pemerintah bedasarkan kebutuhan yang di butuhkan petani.

“Itu kita dapat dari proposal yang kita ajukan.” Ucapnya.

Di singgung Mengenai mesin rotari yang dalam kondisi baru dan masih terbungkus, Sumar mengatakan bahwa mesin tersebut awalnya di ajukan untuk Coba-coba.

“Itu kan awalnya kita ajukan untuk coba-coba mas ternyata petani ini gak mau katena hasilnya gak maksimal.” Ungkanya.

Sementara Kepalo tiyuh setempat saat di jumpai di Ruang kerjanya, menjelaskan bahwa Sumar ketua gabungan kelompok tani tersebut memang tidak pernah laporan mengenai hal itu.

“Dia juga gak pernah laporan apapun itu Mengenai bantuan dari pertanian.” Ucap Kepalo Tiyuh yang tidak dapat di sebutkan namanya. [Basuni/Pras].

Media Andalas

Author: Media Andalas

Aksi Saran & Informasi

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.