SMP Satap Gedung Ratu Beraroma Permainan

SMP Satap Gedung Ratu Beraroma Permainan
Media Andalas
Follow me

SMP Satap Gedung Ratu Beraroma Permainan

MEDIAANDALAS.COM, TUBABA – Sekolah menengah Pertama Negeri 1 (SMPN) Satu Atap (Satap) yang berada di Tiyuh Gedung Ratu Kecamatan Tulang Bawang Udik Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) tahun ini menerima Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2019.

Di ketahui dari plang Informasi SMPN Satu Atap 1 TBU tersebut menerima Dak dengan kegiatan Pembangunan Ruang LAB IPA 4 Ruang dengan anggaran 491.020.000.,- (empat ratus sembilan puluh satu juta dua puluh ribu rupiah) yang di laksanakan dengan Swakelola panitia pembangunan di sekolah (P2S)

Bedasarkan hasil konfirmasi di lokasi pekerjaan Panitia pembangunan di sekolah itu di ketuai oleh Toni yang juga sebagai guru di sekolah tersebut. Namun sayangnya saat di konfirmasi Toni yang selaku ketua P2S tersebut tidak mengetahui volume pekerjaan itu.

Selain itu saat di tanyai harga satuan pekerjaan tersebut Toni mengatakan dirinya tidak mengetahui nya.

“Kalau untuk volume saya gak tau, kalau untuk harga satuannya saya juga gak tau.” Ucap Toni saat di konfirmasi pada hari Kamis (10/10/19).

Toni juga mengatakan bahwa kedudukan nya sebagai Ketua P2S di sekolah tersebut hanya pinjam nama.

“Ya, saya di sekolah itu cuman ngawas-ngawas aja kalau untuk berapa material yang datang yang udah kepakai, saya gak tau, selebihnya itu Kepala Sekolah. Saya sebagai ketua sebenarnya cuman pinjam nama” Ungkap nya.

Sementara saat di konfirmasi di tempat yang berbeda Sunari salah satu anggota P2S yang juga menjabat sebagai Ketua Komite di sekolah tersebut mengatakan bahwa hasil kesepakatan pada saat pembentukan panitia P2S di sekolah itu di tangani langsung oleh Kepala Sekolah.

“Kalau rapat kemarin pas pembetukan nya itu ketua P2S nya pak Kepala Sekolah langsung.” Ucap sunari.

Sunari juga menjelaskan pekerjaan itu di nilai kurang transparan karena sejak awal pembentukan dirinya tidak di beritahukan jenis pekerjaan dan nilai anggaran yang di terima.

“Itu dari awal pembentukan saya sebagai anggota dan juga ketua komite gak pernah di beritahu berapa anggaran nya dan bantuan nya di bangun untuk apa.” Cetus nya.

Bahkan Sunari mengatakan bahwa sampai saat ini belum ada informasi yang ia terima kapan pekerjaan tersebut akan di kerjakan.

“Saya dari awal sampai sekarang gak pernah di kasih tau kapan mulainya, Tau tau itu sudah di bangun gitu aja.” Ungkapnya.

Bahkan Sunari mengatakan pada saat rapat Kepala Sekolah menyebutkan bahwa, “Kita tidak bisa membeli material, karena material nya sudah ada yang masok dan untuk kerangka bajanya sudah ada yang memborong.” Terang Sunari saat di konfirmasi.

Bahkan Sunari juga mengatakan bahwa usai pembentukan P2S Sunari menerima pemberian amplop yang berisi uang sekitar Rp. 200.000,- (dua ratus ribu rupiah) melalui Bendahara Panitia.

“Amplop nya itu di kasih melalui Bendahara Panitia kan Bendahara Panitia nya perempuan, lalu amplop di berikan ke  istri saya. Terus pesen biar semenit dua menit bangunannya di tengok.” Ungkapnya.

Selain itu Sunari juga mengatakan bahwa kedudukannya sebagai Ketua Komite di sekolah tersebut tidak di fungsikan.

“Saya ini namanya aja yang Ketua Komite, tapi setiap pencairan Dana Bos saya gak pernah di libatkan cuman di mintai tanda tangan aja, itu juga datang ke rumah dan ngasih uang Rp. 50.000,- (lima puluh ribu rupiah).” Ungkap Sunari.

Sunari juga mengatakan untuk kegunaan Dana Bos tersebut, dirinya tidak pernah di beritahukan “Kalau untuk kegunaannya saya gak pernah di libatkan ya itu tadi cuman di mintai tanda tangan terus di kasih uang Rp. 50.000,- (lima puluh ribu rupiah).” Ucap nya. [Tim/Basuni].

Media Andalas

Author: Media Andalas

Aksi Saran & Informasi

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.