PT. PMKS Mampang Berulah Lagi, DLH: “Belum Kita Terima Hasil Lab Sucofindo”

Akibatnya, dilokasi Minggu (27/10/19) terlihat ikan sudah mulai membusuk yang di duga mati akibat limbah Pabrik PMKS mamapang yang mencemari sungai tesebut.

PT. PMKS Mampang Berulah Lagi, DLH: “Belum Kita Terima Hasil Lab Sucofindo”

Video : Limbah PT. PMKS Mampang di duga cemari sungai Mahuam yang melintas di Desa Hadundung, Kecamatan Kotapinang, Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Sumatera Utara. Sabtu (26/10/19).

MEDIAANDALAS.COM, LABUSEL – Terulang lagi, Limbah PT. PMKS Mampang di duga cemari sungai Mahuam yang melintas di Desa Hadundung, Kecamatan Kotapinang, Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Sumatera Utara. Sabtu (26/10/19).

Dikabarkan, kejadian serupa sudah pernah terjadi sebelumnya (red. mediaandalas.com edisi sebelumnya PT. KMSA Mampang Bikin Ulah, Menteri Lingkungan Hidup diminta Tanggung Jawab).

Baca Juga : PT. KMSA Mampang Bikin Ulah, Menteri Lingkungan Hidup diminta Tanggung Jawab

Akibatnya, dilokasi Minggu (27/10/19) terlihat ikan sudah mulai membusuk yang di duga mati akibat limbah Pabrik PMKS mamapang yang mencemari sungai tesebut.

“Semalam saya kemari warna air berubah, besoknya ikan sudah bermatian”, Ungkap Andi, yang mempunyai kebun sekitar lokasi daerah aliran sungai.

Akibatnya, dilokasi Minggu (27/10/19) terlihat ikan sudah mulai membusuk yang di duga mati akibat limbah Pabrik PMKS mamapang yang mencemari sungai tesebut.
Akibatnya, dilokasi Minggu (27/10/19) terlihat ikan sudah mulai membusuk yang di duga mati akibat limbah Pabrik PMKS mamapang yang mencemari sungai tesebut. [Anas Harahap].

Terkait hal ini, lagi-lagi pihak Perusahaan tidak satupun dapat dimintai keterangan.

Dengan situasi seperti ini, patut di duga Perusahaan PMKS Mampang sangat kuat sehingga tidak takut untuk berbuat sesuka hati.

Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Selatan, dalam hal ini Wildan Aswan Tanjung, SH,. MM,. harus mengintruksikan Dinas terkait agar lebih berani mengambil tindakan sesuai Undang-Undang yang berlaku sehingga tidak ada lagi yang di rugikan akibat pencemaran lingkungan di wilayah Pemkab Labusel.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Labuhanbatu Selatan, H. Saifuddin, ST,. Saat di konfirmasi melalui WhatsApp terkait peristiwa tersebut, lagi-lagi jawaban sama terucap “Hasil Laboratorium belum kita terima dari Sucofindo.” Cetusnya.

Seperti diketahui SUCOFINDO, adalah sebuah BUMN yang bergerak dalam bidang pemeriksaan, pengawasan, pengujian, dan pengkajian. Saat ini, 95% saham Sucofindo dimiliki Pemerintah Republik Indonesia.

Mungkinkah ada permainan dibalik permainan yang dimainkan…? Itu semua mereka yang lebih mengetahuinya. [Anas Harahap].

Media Andalas

Author: Media Andalas

Aksi Saran & Informasi

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.