Pres Release Kabid Humas Polda Jabar tentang Dugaan Tindak Pidana Konservasi Sumber Daya Alam Hayati Dan Ekosistemnya

Pres Release Kabid Humas Polda Jabar tentang Dugaan Tindak Pidana Konservasi Sumber Daya Alam Hayati Dan Ekosistemnya

Pres Release Kabid Humas Polda Jabar tentang Dugaan Tindak Pidana Konservasi Sumber Daya Alam Hayati Dan Ekosistemnya bertempat di Mapolda Jabar. [Fanny].

MEDIAANDALAS.COM, BANDUNG – Diinformasikan oleh Kabid Humas Polda Jabar AKBP Trunoyudo Wisnu Andiko bahwa telah terjadi Dugaan Tindak Pidana Konservasi Sumber Daya Alam Hayati Dan Ekosistemnya Di Dusun Bojong RT/RW 01/15 Desa Babakan Kecamatan Pangandaran Kabupaten Pangandaran Provinsi Jawa Barat.

Dugaan Tindak Pidana  Konservasi Sumber Daya Alam Hayati Dan Ekosistemnya dilakukan oleh Sdr. DN Bin ES, adapun identitas Terlapor adalah sebagai berikut :

Pelaku DN Bin ES Dugaan Tindak Pidana Konservasi Sumber Daya Alam Hayati Dan Ekosistemnya
Pelaku DN Bin ES Dugaan Tindak Pidana Konservasi Sumber Daya Alam Hayati Dan Ekosistemnya. [Fanny].

Nama : DN Bin ES; Jenis Kelamin : Laki-laki; Agama : Islam; Tempat, Tgl Lahir : Ciamis, 13 Desember 1990; Pekerjaan : Dagang; Alamat : Dusun Barengkok RT/RW 09/13 Desa Cijulang Kec. Cijulang Kab. Pangandaran Prov. Jawa Barat.

Kronologis kejadian diinformasikan bahwa pada hari Minggu tanggal 27 Oktober 2019 sekitar pukul 15:10 WIB, petugas Unit III Subdit IV/Tipidter Dit Reskrimsus Polda Jabar yang dipimpin oleh Kanit III Subdit IV Dit Reskrimsus Polda Jabar Kompol U. Yusuf hamdani, SH,. MH,. melakukan penyelidikan terhadap Dugaan Tindak Pidana Konservasi Sumber Daya Alam Hayati Dan Ekosistemnya Di Dusun Bojong RT/RW 01/15 Desa Babakan Kecamatan Pangandaran Kabupaten Pangandaran Provinsi Jawa Barat.

Di TKP, Petugas Unit III Subdit IV/Tipidter Dit Reskrimsus Polda Jabar menemukan adanya perbuatan menyimpan, memiliki, memelihara satwa yang dilindungi yang diduga dilakukan oleh Sdr. DN Bin ES. Satwa ditemukan di TKP adalah sebanyak 6 (enam) ekor jenis Lutung, 2 (dua) Ekor jenis Surili dan 1 (satu) ekor jenis Owa.

Pelaku adalah Sdr. DN Bin ES mendapatkan Satwa sebanyak 6 ekor jenis Lutung dengan harga Rp. 1.200.000,-, (satu juta dua ratus ribu rupiah), dan 2 (dua) ekor jenis Surili dengan harga Rp. 600.000,- (enam ratus ribu rupiah) dari Sdr. Mardi (dalam lidik) dan 1 (satu) ekor jenis Owa dari Sdr. Ridan (dalam lidik) dengan harga Rp. 2.000.000,- (dua juta rupiah),  Sdr. DN Bin ES memiliki satwa sebanyak 6 (enam) ekor jenis Lutung, 2 (dua) ekor jenis Surili dan 1 (satu) ekor jenis Owa, dimana satwa tersebut disimpan dirumah kontrakannya dengan cara disimpan dalam kandang untuk dipelihara, dan Sdr. DN Bin ES mengakui bahwa memiliki, menyimpan dan memelihara satwa tersebut sejak sekitar awal Bulan Oktober 2019.

Barang Bukti Dugaan Tindak Pidana Konservasi Sumber Daya Alam Hayati Dan Ekosistemnya
Barang Bukti Dugaan Tindak Pidana Konservasi Sumber Daya Alam Hayati Dan Ekosistemnya. [Fanny].

Dalam melakukan perbuatan menyimpan, memiliki, memelihara satwa Sdr. DN Bin ES  tidak memiliki Surat Izin dari istansi yang berwenang.

Adapun tindakan yang dilakukan oleh petugas di lapangan diantaranya :

  1. Melakukan pengamatan terhadap TKP
  2. Berkoordinasi dengan Polsek Setempat
  3. Mendatangi TKP;
  4. Melakukan dokumentasi;
  5. Melakukan pendataan Saksi-saksi;
  6. Melakukan interview/wawancara terhadap saksi-saksi di lapangan dan pemilik satwa;
  7. Melakukan inventarisir jenis satwa;
  8. Mengamankan Sdr. DN Bin ES dan barang bukti ke Polda Jabar;
  9. Menitipkan barang Bukti ke Karntina.

Modus operandi pelaku adalah Sdr. DN bin ES menyimpan, memiliki, memelihara satwa dirumah Kontrakannya beralamat di Dsn. Bojong Karekes Rt/Rw 01/15 Ds. Babakan Kec. Pangandaran Kab. Pangandaran Prov. Jabar, dengan tidak memiliki Surat Izin dari Instansi yang berwenang.

Undang-Undang RI Nomor 5 tahun 1990 Tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

Pasal 40 ayat (2): Barang siapa dengan sengaja melakukan pelanggaran terhadap ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21 ayat (1) dan ayat (2) serta Pasal 33 ayat (3) Dipidana dengan Pidana Penjara Paling Lama 5 Tahun dan denda paling banyak Rp. 100.000.000,- (Seratus Juta Rupiah).

Pasal 21 ayat (2) Setiap orang dilarang untuk :

a. Menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup;

Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Nomor : P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Nomor : P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/6/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa Yang Dilindungi.

Barang bukti pelaku ;

  1. 6 (enam) ekor jenis LUTUNG yang berada dalam kandang
  2. 2 (dua) Ekor jenis SURILI berada dalam kandang
  3. 1 (satu) ekor jenis OWA berada dalam kandang
  4. Hp (Hand Phone) Merek OPPO warna Merah.

Rencana tindak lanjut pihak Kepolisian Daerah Jawa Barat adalah melaksanakan gelar perkara, membuat laporan polisi, menitipkan barang bukti ke karantina hewan, melakukan penyidikan dan mengirimkan berkas perkara ke JPU.

Demikian Pres Release Polda Jabar terkait Dugaan Tindak Pidana Konservasi Sumber Daya Alam Hayati Dan Ekosistemnya Di Dusun Bojong RT/RW 01/15 Desa Babakan Kecamatan Pangandaran Kabupaten Pangandaran Provinsi Jawa Barat.

Diinformasikan oleh Kabid Humas Polda Jabar AKBP Trunoyudo Wisnu Andiko bahwa telah terjadi Dugaan Tindak Pidana Konservasi Sumber Daya Alam Hayati Dan Ekosistemnya Di Dusun Bojong RT/RW 01/15 Desa Babakan Kecamatan Pangandaran Kabupaten Pangandaran Provinsi Jawa Barat.

Reporter Media Andalas Polda Jabar : Fanny.

Media Andalas

Author: Media Andalas

Aksi Saran & Informasi

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.