Oknum Pegawai PLN Rayon Blambangan Umpu Berkilah, Terkait Pemasang KWh Tanpa Libatkan Pihak Ketiga

Oknum Pegawai PLN Rayon Blambangan Umpu Berkilah, Terkait Pemasang KWh Tanpa Libatkan Pihak Ketiga

Oknum Pegawai PLN Rayon Blambangan Umpu Berkilah, Terkait Pemasang KWh Tanpa Libatkan Pihak Ketiga

Jonathan Pegawai PLN Rayon Blambangan Umpu Berkilah, Terkait Pemasang KWh Tanpa Libatkan Pihak Ketiga
Jonathan Pegawai PLN Rayon Blambangan Umpu Berkilah, Terkait Pemasang KWh Tanpa Libatkan Pihak Ketiga. [Tegor].

MEDIAANDALAS.COM, BLAMBANG UMPU – Disinyalir oknum Karyawan Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero, Distribusi Lampung Area Kotabumi, Rayon Blambang Umpu, Kabupaten Way Kanan, Provinsi Lampung menganggap rekannya tidak berkompeten dalam memberikan keterangan pada awak media.

Perkataan itu disampaikan Jonathan melalui WhatsApp (WA) miliknya, sebagaimana isi pesan singkatnya “Wkwkwk lain kali wawancara orang yang kompeten pak,” tulis Jonathan di WA pribadinya, dia juga meminta izin meng-capture berita agar tidak mengilangi jejak, tulis Jonathan kembali.

Dalam pemberitaan sebelumnya berjudul Diduga Oknum PLN Rayon Blambangan Umpu Pasang KWh tanpa Libatkan Pihak Ketiga dikatakan bahwa awalnya ada sebagian kWh meter Listrik masyarakat Kampung Mesir, Kecamatan Bahuga, aliran listrik nya diputus sementara oleh rekanan Tim Putus sambung (Tusbung), namun beberapa warga hendak menyalahkan kembali aliran listrik tersebut, tetapi tidak melalui kami selaku rekanan PT. Persero.

Melainkan melalui Jonathan salah satu oknum pegawai PT. PLN Persero, tidak hanya warga yang listrik nya terputus melakukan pemasangan baru, namun ada masyarakat yang murni melakukan registrasi data konsumen dan pemasangan kWh meter Listrik baru membayar uang tunai pada Jonathan, ujar sumber yang juga rekanan PT. PLN Persero.

Baca Juga : Diduga Oknum PLN Rayon Blambangan Umpu Pasang KWh tanpa Libatkan Pihak Ketiga 

Perihal pernyataan tersebut terkait keterangan Pirman, salah satu pegawai yang bekerja sebagai Staf di PT. PLN Persero di Baradatu, dimana pada saat awak media menyambangi Kantor PT. PLN Persero beberapa waktu lalu Senin (28/10/219) untuk mempertanyakan tentang tidak dilibatkan nya pihak ketiga PT. PLN dalam pemasangan kWh meter Listrik masyarakat di Kampung Mesir, yang dilakukan Jonathan karyawan PT. Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Dia (Pirman) pada kala itu mengatakan, jika yang melakukan pemasangan kWh meter Listrik itu pegawai PLN maka secara aturan itu sudah menyalahi.

Di lain pihak, rekanan dari PT. BUMN tersebut, yang meminta agar namanya tidak disebutkan, merasa kecewa akan tindakan Jonathan karena tidak melibatkan Mitra kerja PT. PLN, padehal itu tugas rekanan, bukan pekerjaan Karyawan PLN, kata sumber.

Apalagi dengan pembayaran relatif tinggi, yakni 1.750. ribu per Kwh dan dibayar secara langsung pada Jonathan, seharusnya konsumen membayar uang setoran ke Kantor Pos, Swalayan atau pihak Bank untuk biaya pemasangan baru. Setelah itu barulah Konsumen mendapatkan nomor registrasi dari PT. PLN, papar sumber saat ditemui.

Hingga berita ini diterbitkan, Jonathan tidak dapat memberikan hak jawab nya pada sejumlah awak media yang ingin mempertanyakan tentang prihal dugaan tindakannya yang telah melakukan pemasangan beberapa kWh meter Listrik dan menerima uang setoran secara langsung  pada pelanggang baru PT. PLN tempatnya bekerja.

Terkesan Jonathan membenarkan tindakan nya yang melakukan pemasangan kWh meter Listrik baru pada sejumlah konsumen baru,  sehingga membuat rekanan PT. PLN kecewa. [Tegor].

Media Andalas

Author: Media Andalas

Aksi Saran & Informasi

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.