Oknum Kepsek Bersuara, “Kami Dipangkas 15 Persen dari Penerimaan DAK 22 SD se-Kota Subulussalam”

Ketua Komite Siap Bawa 'UANG' Pemberian Ke Meja DPRD Tubaba

Oknum Kepsek Bersuara, “Kami Dipangkas 15 Persen dari Pemerimaan DAK 22 SD se-Kota Subulussalam”

Kepala Dinas Pendidikan Kota Subulussalam H. Sairun S.Ag,. diruang kerjanya [Ramona].
Kepala Dinas Pendidikan Kota Subulussalam H. Sairun S.Ag,. diruang kerjanya [Ramona].

MEDIAANDALAS.COM, SUBULUSSALAM – Beberapa Kepala Sekolah yang mendapatkan kucuran Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk rehab sekolah bersuara pada awak media, dan menyampaikan bahwa Dana Alokasi Khusus (DAK) 22 Sekolah Dasar se-Kota Subulussalam dipangkas 15 persen dari anggaran keseluruhan senilai 10 milyar.

Dugaan adanya potongan bagi penerima Dana Swakola yang bersumber dari DAK pernah terdengar, tapi tidak sampai 15 persen, Apabila DAK dari 22 SD bernilai 10 milyar, bisa dibayangkan 10 milyar kali 15  persen, sudah berapa uangnya, mencapai sekitar 1,5 milyar, dan diduga megalir pada oknum dengan alasan untuk pembuatan LPJ,” ungkap Oknum Kepala Sekolah yang indetitasnya enggan di sebutkan.

Apabila isu potongan tersebut benar terjadi, sebuah dugaan yang merujuk pada dugaan tindak pidana korupsi pun menyeruak.

Baca Juga : DAK Rehab 22 SD di Kota Subulussalam Diduga Dipangkas 15 Persen dari Anggaran oleh Oknum Terkait

Awak media mencoba menelusuri kebenaran informasi tersebut dengan menemui Kepala Dinas Pendidikan Kota Subulussalam H. Sairun, S.Ag,. guna menyampaikan perihal adanya cuitan beberapa Kepsek tentang pemangkasan itu, dan ia mengakatan bahwa ia sama sekali tidak tahu.

“Masalah 22 SD yang mendapatkan Dana Swakola itu semenjak dari Kadis yang lama, menjadi soal, ada yang katanya pangkas memangkas, saya tidak pernah tahu, bahkan tidak pernah saya menganjurkan,” ungkap Sahirun saat dikonfirmasi mediaandalas.com Kota Subulussalam. Selasa (22/10/19).

Sahirun selaku Kadis Pendidikan Kota Subulussalam menambahkan bahwa “Saya sudah sampaikan kepada para Kepsek yang mendapatkan Swakola itu kerjakan sesui juknis, jangan ada yang main-main, kok sekarang tiba-tiba ada yang bilang ada pemangkasan 15 persen, jadi apapun itu masalahnya, semasa saya menjabat, saya akan pertanggung jawabkan selama saya duduk disini,” kata H. Sairun, S.Ag, diruang kerjanya. Selasa (21/10/19). kepada mediaandalas.com Kota Subulussalam. [Ramona].

Media Andalas

Author: Media Andalas

Aksi Saran & Informasi

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.