Ketua Komite Siap Bawa ‘UANG’ Pemberian Ke Meja DPRD Tubaba

Ketua Komite Siap Bawa 'UANG' Pemberian Ke Meja DPRD Tubaba

Ketua Komite Siap Bawa ‘UANG’ Pemberian Ke Meja DPRD Tubaba

MEDIAANDALAS.COM, TUBABA – Terakait dengan adanya pinjam nama dan pemberian uang di Struktur Panitia Pembangunan Sekolah (P2S) dalam melaksanakan Pembangunan Laboratorium IPA yang menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2019 senilai Rp. 491.020.000,- (empat ratus sembilan puluh satu juta dua puluh ribu rupiah) di SMPN Satu Atap Gedung Ratu Kecamatan Tulang Bawang Udik Kabupaten Tulang Bawang Barat.

Dalam hal ini Sunari selaku Ketua Komite yang juga menjadi anggota P2S membeberkan bahwa, Eko selaku Kepala Sekolah tersebut memberikan uang untuk mengawasi bangunan tersebut.

Anehnya Eko sudah 2 (dua) kali memberikan uang yang di masukkan ke dalam amplop melalui Bendahara Panitia kepada istrinya.

Terkait hal tersebut Sunari menegaskan bahwa dirinya akan membawa uang yang di berikan Kepala Sekolah tersebut ke meja Dewan Perwakilan Rakyat Daerah pada saat hearing nanti.

“Kalau sampai di DPRD nanti saya akan bawa uangnya, karena amplopnya itu sampai sekarang belum pernah saya buka dua-duanya.” Ungkapnya saat di konfirmasi melalui telepon pada Selasa (22/10/19).

Selain itu Sunari mengatakan bahwa saat hearing nanti ia akan menceritakan apa yang sebenarnya sepertu yang di sampaikannya kepada awak media beberapa waktu lalu.

“Saya bakal cerita seusai dengan faktanya, termasuk dengan pemberian uang Rp. 50.000,- (lima puluh ribu rupiah) setiap tanda tanggan pencarian Dana BOS dan akan menceritakan kalau pihak sekolah tidak pernah melibatkan untuk penyusunan keguanaan Dana BOS tersebut.” Ucap Sunari.

Diberitakan sebelumnya mengenai hal tersebut Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tubaba akan memanggil dan menghearingkan selaku Kepala Sekolah SMPN Satu Atap dan memanggil Eko selaku Kepala Sekolah tersebut.

“Kalau memang benar seperti itu kita akan panggil Kepala sekolah itu, karena itu gak bisa.” Ucap Mu’amil saat di konfirmasi pada Senin (21/10/2019).

Selain itu Mu’amil juga menegaskan akan memanggil semua pihak yang terkait seperti apa yang sudah di beritakan sebelumnya termasuk dengan kebenaran mengenai pemberian uang.

“Kita akan panggil saksi-saksi yang di sebutkan dalam berita, kalau emang benar dan bukti uang itu ada kita akan tindak tegas Kepala Sekolah itu.” Tegas nya.

Sementara di ketahui sebelumnya Kepala Sekolah SMPN Satu Atap Gedung Ratu tersebut sempat memanggil Ketua Komite pada Jumat (18/10/2019). sekitar pukul 22.00 WIB di kediamannya untuk di mintai keterangan terkait Statement yang di berikan Ketua Komite tersebut kepada awak media.

“Saya di telepon dan di panggil sama Kepala Sekolah tadi malam untuk rapat dan mulai rapatnya kata Kepala Sekolah jam 10 malam di Karta Raharja untuk dimintai keterangan, ya saya cerita dan katakan seadanya kepada mereka mas, saya juga sudah minta maaf.” Ucap Sunari saat di hubungi via telepon Sabtu (19/10/19) Pukul 08.00 WIB.

Selain itu terkait dengan adanya dugaan penyimpangan dalam proses Pelaksanaan Pembangunan Sekolah yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2019 di SMPN 1 Satu Atap Tiyuh Gedung Ratu Kecamatan Tulang Bawang Udik Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) membuat Dinas Pendidikan Kabupaten Tubaba akan turun ke lapangan.

Dikatakan Jumadi Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan setempat bahwa, pihaknya akan melakukan peninjauan di lokasi yang di maksud.

“Kita akan jadwalkan untuk turun di lokasi dalam waktu dekat ini dan kita akan lihat jadwal Kepala Dinasnya juga.” Ungkapnya.

Dirinya menjelaskan bahwa untuk Pelaksanaan Kegiatan Pembangunan Ketua P2S lah yang bertanggung jawab atas semuanya.

“Kalau emang pinjam nama ya itu gak boleh, menyalahi aturan itu namanya” Ucapnya.

Sementara saat di singgung mengenai amplop berisi uang Rp. 200.000,- (dua ratus ribu rupiah) yang di berikan pihak sekolah kepada Sunari melalui Bendahara Panitia, Jumadi mengatakan akan memeriksa hal tersebut.

“Kita akan periksa itu, karena ya pasti ada maksudnya bagi-bagi amplop gitu.” Cetusnya.

Di ketahui dari Plang Informasi SMPN Satu Atap 1 TBU tersebut menerima DAK dengan kegiatan Pembangunan Ruang LAB IPA 4 ruang dengan anggaran Rp. 491.020.000,- (empat ratus sembilan puluh satu juta dua puluh ribu rupiah). yang di laksanakan dengan Swakelola Panitia Pembangunan di Sekolah (P2S).

Bedasarkan hasil konfirmasi di lokasi pekerjaan Panitia Pembangunan di sekolah itu di Ketuai oleh Toni, yang juga sebagai guru di sekolah tersebut.

Namun sayangnya saat di konfirmasi Toni selaku Ketua P2S tersebut tidak mengetahui volume pekerjaan itu.

Selain itu saat di tanyai harga satuan pekerjaan tersebut Toni mengatakan dirinya tidak mengetahuinya.

“Kalau untuk volume saya gak tau, kalau untuk harga satuannya saya juga gak tau.” Ucap Toni saat di konfirmasi pada (10/10/2019).

Toni juga mengatakan bahwa kedudukan nya sebagai Ketua P2S di sekolah tersebut hanya pinjam nama.

“Ya saya di sekolah itu cuman ngawas ngawas aja kalau untuk berapa material yang dateng yang udah kepake saya gak tau selebihnya itu Kepala Sekolah, saya sebagai ketua sebenarnya cuman pinjam nama.” Ungkapnya.

Sementara saat di konfirmasi di tempat yang berbeda Sunari salah satu anggota P2S yang juga menjabat sebagai Ketua Komite di sekolah tersebut mengatakan bahwa hasil kesepakatan pada saat pembentukan panitia P2S di Sekolah itu di tangani langsung oleh Kepala Sekolah.

“Kalau rapat kemarin pas pembetukan nya itu Ketua P2S nya pak Kepala Sekolah langsung.” Ucap Sunari.

Sunari juga menjelaskan pekerjaan itu di nilai kurang transparan karena sejak awal pembentukan dirinya tidak di beritahukan jenis pekerjaan dan nilai anggaran yang di terima.

“Itu dari awal pembentukan saya sebagai anggota dan juga Ketua Komite gak pernah di beritahu berapa anggarannya dan bantuannya di bangun untuk apa.” Cetusnya.

Bahkan Sunari mengatakan bahwa sampai saat ini belum ada informasi yang ia terima kapan pekerjaan tersebut akan di kerjakan.

“Saya dari awal sampai sekarang gak pernah di kasih tau kapan mulainya, tau-tau itu udah di bangun gitu aja.” Ungkapnya.

Bahkan Sunari mengatakan pada saat rapat Kepala Sekolah menyebutkan bahwa “Kita tidak bisa membeli material karena materialnya sudah ada yang masok dan untuk kerangka bajanya sudah ada yang memborong.” Terang Sunari saat di konfirmasi.

Bahkan Sunari juga mengatakan bahwa usai pembentukan P2S Sunari menerima pemberian amplop yang berisi uang sekitar Rp. 200.000,- (dua ratus ribu rupiah) melalui Bendahara Panitia.

“Amplop nya itu di kasih melalui Bendahara Panitia kan Bendahara Panitianya perempuan lalu amplop di berikan ke istri saya, terus pesen biar semenit dua menit bangunannya di tengok.” Ungkapnya.

Selain itu Sunari juga mengatakan bahwa kedudukannya sebagai Ketua Komite di sekolah tersebut tidak di fungsikan.

“Saya ini namanya aja yang Ketua Komite tapi setiap pencairan Dana BOS saya gak pernah di libatkan cuman di mintai tanda tangan aja itu juga datang kerumah dan ngasih uang Rp. 50.000,- (lima puluh ribu rupiah).” Ungkap Sunari.

Sunari juga mengatakan untuk kegunaan Dana BOS tersebut itu dirinya tidak pernah di beritahukan “Kalau untuk kegunaannya saya gak pernah di libatkan ya itu tadi cuman di mintai tanda tangan terus di kasih uang Rp. 50.000,- (lima puluh ribu rupiah).” Ucapnya. [Basuni/Pras].

Media Andalas

Author: Media Andalas

Aksi Saran & Informasi

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.