DPRD Tubaba ‘JANJI’ Akan Panggil Kepsek SMPN Satu Atap Gedung Ratu

DPRD Tubaba 'JANJI' Akan Panggil Kepsek SMPN Satu Atap Gedung Ratu

DPRD Tubaba ‘JANJI’ Akan Panggil Kepsek SMPN Satu Atap Gedung Ratu

MEDIAANDALAS.COM, TUBABA – Terkait dengan adanya Pinjam Nama di SMPN Satu Atap Gedung Ratu Kecamatan Tulang Bawang Udik Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) di sturktur panitia pembangunan sekolah (P2S) dalam melaksanakan Pembangunan laboratorium IPA yang Bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2019.

Mengenai hal tersebut Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tubaba akan memanggil dan menghearingkan selaku Kepala sekolah SMPN Satu Atap dan memanggil Eko selaku kepala sekolah tersebut.

“Kalau memang benar sepertu itu kita akan panggil Kepala sekolah itu, karena itu gak bisa.” Ucap Mu’amil Saat di konfirmasi pada Senin (21/10/19).

Selain itu Mu’amil juga menegaskan akan memanggil semua pihak yang terkait seperti apa yang sudah di beritakan sebelumnya termasuk dengan kebenaran mengenai pemberian uang.

“Kita akan panggil saksi-saksi yang di sebutkan dalam berita, Kalau emang benar dan bukti uang itu ada kita akan tindak tegas kepala sekolah itu.” Tegasnya.

Sementara di ketahui sebelumnya Kepala sekolah SMPN Satu atap gedung ratu tersebut sempat memanggil Ketua Komite pada Jumat (18/10/19) sekitar pukul 22.00 WIB di kediamannya untuk di mintai keterangan terkait Stetmen yang di berikan Ketua komite tersebut kepada awak media.

“Saya di telfon dan di panggil sama kepala sekolah tadi malam untuk rapat dan mulai rapatnya kata kepala sekolah jam 10 malam di karta Raharja untuk di mintai keterangan, Ya saya cerita dan katakan seadanya kepada mereka mas, Saya juga sudh minta maaf.” Ucap Sunari saat di hubungi via telepon pada Sabtu (19/10/19) pukul 08.00 WIB.

Di beritakan sebelumnya Terkait dengan adanya dugaan penyimpangan dalam proses pelaksanaan pembangunan sekolah yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (Dak) Tahun 2019 di SMPN 1 Satu Atap Tiyuh Gedung Ratu Kecamatan Tulang Bawang Udik Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) membuat Dinas Pendidikan Kabupaten Tubaba akan turun ke lapangan.

Dikatakan Jumadi Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan setempat bahwa pihaknya akan melakukan peninjauan di lokasi yang di maksud.

“Kita akan jadwalkan untuk turun di lokasi dalam waktu dekat ini dan kita akan lihat jadwal kepala dinasnya juga.” Ungkapnya.

Dirinya menjelaskan bahwa untuk pelaksanaan kegiatan pembangunan Ketua P2S lah yang bertanggung jawab atas semuanya.

“Kalau emang pinjam nama ya itu gak boleh, menyalahi aturan itu namanya.” Ucapnya.

Sementara saat di singgung mengenai amplop berisi uang 200 ribu ruoaih yang di berikan pihak sekolah kepada Sunari melalui Bendahara Panitia Jumadi mengatakan akan memeriksa hal tersebut.

“Kita akan periksa itu, karena ya pasti ada maksudnya bagi bagi amplop gitu.” Cetusnya.

Di ketahui dari Plang Informasi SMPN Satu Atap 1 TBU Tersebut menerima Dak dengan kegiatan Pembangunan Ruang LAB IPA 4 Ruang dengan anggaran Rp 491.020.000,- (empat ratus sembilan puluh satu juta dua puluh ribu rupiah) yang di laksanakan dengan Swakelola panitia pembangunan di sekolah (P2S).

Bedasarkan hasil konfirmasi di lokasi pekerjaan Panitia pembangunan di sekolah itu di ketuai oleh Toni yang juga sebagai guru di sekolah tersebut. Namun sayangnya saat di konfirmasi Toni yang selaku ketua P2S tersebut tidak mengetahui volume pekerjaan itu.

Selain itu saat di tayai harga satuan pekerjaan tersebut toni mengatakan dirinya tidak mengetahui nya.

“Kalau untuk volume saya gak tau, kalau untuk harga satuannya saya juga gak tau.” Ucap Toni saat di konfirmasi pada hari Kamis (10/10/19).

Toni juga mengatakan bahwa kedudukan nya sebagai Ketua P2S di sekolah tersebut hanya pinjam nama.

“Ya saya di sekolah itu cuman ngawas ngawas aja kalau untuk berapa material yang dateng yang udah kepake saya gak tau selebihnya itu kepala sekolah. Saya sebagai ketua sebenarnya cuman pinjam nama.” Ungkapnya.

Sementara saat di konfirmasi di tempat yang berbeda Sunari salah satu anggota P2S yang juga menjabat sebagai Ketua Komite di sekolah tersebut mengatakan bahwa hasil kesepakatan pada saat pembentukan panitia P2S di sekolah itu di tangani langsung oleh Kepala Sekolah.

“Kalau rapat kemarin pas pembetukannya itu Ketua P2S nya pak Kepala Sekolah langsung.” Ucap Sunari.

Sunari juga menjelaskan pekerjaan itu di nilai kurang transparan karena sejak awal pembentukan dirinya tidak di beritahukan jenis pekerjaan dan nilai Anggaran yang di terima.

“Itu dari awal pembentukan saya sebagai anggota dan juga ketua komite gak pernah di beritahu berapa anggaran nya dan bantuan nya di bangun untuk apa.” Cetusnya.

Bahkan Sunari mengatakan bahwa sampai saat ini belum ada informasi yang ia terima kapan pekerjaan tersebut akan di kerjakan.

“Saya dari awal sampai sekarang gak pernah di kasih tau kapan mulainya, Tau tau itu udah di bangun gitu aja.” Ungkapnya.

Bahkan sunari menggatakan pada saat rapat Kepala Sekolah menyebutkan bahwa kita tidak bisa membeli material karena “Material nya sudah ada yang masok dan untuk kerangka bajanya sudah ada yang memborong.” Terang Sunari saat di konfirmasi.

Bahkan Sunari juga mengatakan bahwa Usai pembentukan P2S Sunari menerima pemberian amplop yang berisi uang sekitar 200 ribu rupiah melalui Bendahara Panitia.

“Amplopnya itu di kasih melalui Bendahara Panitia, kan Bendahara Panitia nya perempuan, lalu amplop di berikan ke istri saya, terus pesen biar semenit dua menit bangunannya di tengok.” Ungkapnya.

Selain itu Sunari juga mengatakan bahwa kedudukannya sebagai Ketua Komite di Sekolah tersebut tidak di fungsikan.

“Saya ini namanya aja yang Ketua Komita tapi setiap pencairan Dana BOS saya gak pernah di libatkan cuman di mintai tanda tangan aja itu juga dateng kerumah dan ngasih uang 50 Ribu rupiah.” Ungkap Sunari

Sunari juga mengatakan untuk kegunaan Dana BOS tersebut itu dirinya tidak pernah di beritahukan “Kalau untuk kegunaannya saya gak pernah di libatkan ya itu tadi cuman di mintai tanda tangan terus di kasih uang 50 ribu rupiah.” Ucapnya. [Basuni/Pras].

Media Andalas

Author: Media Andalas

Aksi Saran & Informasi

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.