Diduga Monopoli Pekerjaan, Oknum SMA Negeri 1 Way Tuba Borongkan Pembangunan Ruang Laboratorium IPA pada pihak Ketiga

Diduga Monopoli Pekerjaan, Oknum SMA Negeri 1 Way Tuba Borongkan Pembangunan Ruang Laboratorium IPA pada pihak Ketiga
Media Andalas
Follow me

Diduga Monopoli Pekerjaan, Oknum SMA Negeri 1 Way Tuba Borongkan Pembangunan Ruang Laboratorium IPA pada pihak Ketiga

MEDIAANDALAS.COM, BLAMBANGAN UMPU – Diduga memonopoli pekerjaan guna menguntungkan diri pribadi, oknum SMA Negeri 1 Way Tuba borongkan Pembangunan Ruang Laboratorium IPA pada pihak Ketiga, Rabu (13/11/19).

Saat ditemui Risdiyanto Kepala Sekolah (Kepsek) SMA Negeri 1 Way Tuba, terkesan menghindar dari awak media yang ingin mempertanyakan, siapa saja panitia pelaksana pembangunan gedung laboratorium tersebut.

Diduga Monopoli Pekerjaan, Oknum SMA Negeri 1 Way Tuba Borongkan Pembangunan Ruang Laboratorium IPA pada pihak Ketiga
Diduga Monopoli Pekerjaan, Oknum SMA Negeri 1 Way Tuba Borongkan Pembangunan Ruang Laboratorium IPA pada pihak Ketiga. [Tegor].

“Maaf Mas tunggu sebentar, saya mau keluar menemui Pengawas untuk memberikan Stample,” Kata Kepsek sambil meninggalkan awak media yang menyambanginya, Senin (11/11/19).

Dari keterangan Jimun yang diamini Anton pekerja ketika ditemui, menjelaskan, “Kami hanya Pekerja harian dengan Pak Waris yang memborong ini”.

“Mengenai upah bagi Tukang Rp. 120.000,- (seratus dua puluh ribu rupiah) perharinya, tetapi kalau Kenek hanya 80 Ribu, untuk lebih jelas temui Pak Waris Kepala tukang sekalian memborongnya, Beliau saat ini sedang mengerjakan Bangunan di SMA lain,” cetus pekerja.

Sementara itu Waris waktu ditanya, awalnya mengatakan “Saya hanya diminta Ketua Komite untuk mencari pekerja bangunan, bukan pemborong,” terang Waris ketika ditemui di salah SMA Swasta yang tidak jauh dari SMA Negeri 1 Way Tuba.

Setelah dipertanyakan siapa nama Komite, Waris menjelaskan Namanya Pak Risdiyanto.

Diketahui untuk meningkatkan mutu sarana dan prasarana SMA tersebut, mendapat kucuran Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk pembangunan ruang laboratorium IPA tahun 2019 Rp. 341.895.000,- (tiga ratus empat puluh satu juta delapan ratus sembilan puluh lima ribu rupiah) namun tidak melibatkan ketua komite serta diduga tidak melaksanakan rapat pembentukan panitia pelaksana pembangunan, disinyalir Kepsek memonopoli pekerjaan untuk mencari keuntungan pribadi.

Padahal sudah seharusnya seluruh Dewan Guru dan Komite Sekolah selaku wakil dari pada orang tua ataupun wali murid diundang untuk bermusyawarah, dirapatkan terlebih dahulu sebelum terbentuknya kepanitiaan pembangunan agar pelaksanaan pekerjaan tidak terkesan sarat korupsi dengan prinsip gotong royong, jelas, transparan dan akuntabel, pada seluruh lapisan. [Tegor].

Media Andalas

Author: Media Andalas

Aksi Saran & Informasi

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.