Grand Design Cafe Advokat Gunawan & Partners di Kota Cirebon

Grand Design Cafe Advokat Gunawan & Partners di Kota Cirebon
Grand Design Cafe Advokat Gunawan & Partners di Kota Cirebon

MEDIAANDALAS.COM, KOTA CIREBON – Grand Design Cafe Advokat Gunawan & Partners bertujuan untuk memastikan tersedianya pelayanan jasa profesional hukum yang andal, pengelolaan memang sangat tergantung pada tipologi kantor hukum.

Kalau bentuknya praktisi tunggal (sole practitioner), tentu saja relatif gampang karena organisasi yang harus dikelola begitu ramping.

Beda halnya kalau firma hukum sudah berukuran menengah hingga kantor besar dengan jumlah advokat di atas 75 orang.

Pengelolaan firma hukum besar dengan sistem partnership terbuka tentu membutuhkan manajemen yang lebih rumit.

Kantor Advokat & Konsultan Hukum “CAFE ADVOKAT GUNAWAN & PARTNERS” beralamat di Komplek Perumahan Firdaus 2 Ruko No 4 Kota Cirebon Jawa Barat Indonesia Hotline dan WhatsApp +62 812-2250-4320 menyediakan/memberikan pelayanan dengan konsep cafe advokat berupa tempat kongkow masyarakat dengan nuasan resto sekaligus konsultasi hukum yang “highly specialiazed intelectual”.

Dalam bidang jasa hukum (legal service) yang diatur menurut ketentuan pasal 1 ayat (2) Undang-undang nomor 18 tahun 2003 tentang Advokat : “Jasa yang diberikan advokat berupa memberikan konsultasi hukum, bantuan hukum, menjalankan kuasa, mewakili, mendampingi, membela dan melakukan tindakan hukum lain untuk kepentingan hukum klien”.

Menangani perkara secara transparan, flexible dan akuntabel. Sebagai advokat adalah profesi yang mulia dan terhormat (officium nobile), yang sifatnya melayani dan membantu masyarakat maka akan selalu menjaga martabat profesi tersebut dan menjamin kerahasian segala sesuatu yang berhubungan dengan permasalahan hukum Anda sebagai klien sesuai kode etik profesi.

Mencari keadilan bagi klien pencari keadilan, memperjuangkan keadilan dan akan siap menentang apabila keadilan tidak diberikan atau keadilan tidak ada. Itu pula sebabnya kita memegang motto: “Fiat Justitia Ruat Coelum” atau “Tegakkan Keadilan, Sekalipun Langit Akan Runtuh.“

“Percayalah, Bahwa Hidup Ini Tidak Selalu Akan Diwarnai Kebenaran Tetapi Juga Kesalahan Dan Karena Inilah Kodrat Kehidupan Duniawi Namun Demikian Tetap Takutlah Berbuat Kesalahan.”

Layanan Konsultasi Hukum
Layanan Konsultasi Hukum

Sebagai Kantor Advokat dan Konsultan Hukum kami memberikan layanan Jasa Hukum sebagai berikut:

Layanan Konsultasi Hukum

Memberikan konsultasi hukum kepada klien tentang kasus – kasus hukum yang terjadi di masyarakat, seperti kasus pidana, kasus perdata, hutang piutang, sengketa tanah, sengketa pembagian waris, sengketa dalam keluarga, perceraian, pernikahan, sengketa Tata Usaha Negara (TUN) dan lain sebagainya.

Layanan Litigasi

Adalah pelayanan jasa hukum, dimana kami akan membantu klien dalam menyelesaikan masalah hukumnya dengan mengajukannya melalui pengadilan untuk mendapatkan penyelesaian atas perkara tersebut.

Layanan Non Litigasi

Adalah pelayanan jasa hukum, dimana kami akan membantu menyelesaikan permasalahan hukum dengan cara negosiasi dengan pihak-pihak terkait serta upaya-upaya lainnya diluar jalur pengadilan untuk mendapatkan penyelesaian atas masalah hukum tersebut. 

Layanan Kontrak/Perjanjian

Adalah jasa pelayanan hukum, dimana kami akan membantu klien dalam membuat perjanjian-perjanjian atau dokumen-dokumen hukum lainnya dan juga melakukan analisa terhadap draft perjanjian/
dokumen hukum yang diajukan oleh pihak lain.

Misalnya, bagaimana mengatur modal, sumber daya manusia, kepengurusan, kompensasi atas pekerjaan dan pembagian fee, hingga hal-hal detail seperti jam kantor dan hubungan dengan klien.

Ada produk jasa layanan konsultasi hukum lainnya yang disajikan dan dituangkan ke dalam Cafe Advokat Gunawan & Partners.

Selain konsultasi hukum dan pendampingan hukum salah satu kelebihannya adalah materi yang disajikan beragam dan penyajinya kebanyakan adalah praktisi alias advokat yang bekerja di kantor hukum ini.

Menguraikan pentingnya menyusun rencana strategis firma hukum, yang terbersit di benak sebagian orang mungkin adalah keuntungan.

Gunawan SH, Managing Partner pada Cafe Advolat Gunawan & Partners mengingatkan kita agar tak melulu memikirkan profitabilitas, tetapi juga faktor lain yang ikut mendukung kesuksesan firma.

Tentu saja, pengendalian mutu layanan jasa hukum mutlak dilakukan, terutama demi kelangsungan nyawa firma hukum bersangkutan.

Advokat boleh saja gonta ganti dari firma, suksesi jalan terus. Yang penting dijaga adalah kepercayaan atau trust. Untuk menjaga kepercayaan, khususnya dari klien, pengelola firma hukum kudu mendalami strategi pemasaran.

Mendapatkan klien baru tidaklah mudah, dan mempertahankan klien yang ada lebih sulit. Lalu, bagaimana agar hubungan kedua belah pihak menjadi langgeng?

Dalam konsep yang diusung Cafe Advokat Gunawan & Partnes, hal mendasar yang di terapkan adalah “Berikanlah layanan yang handal kepada klien.” Sebisa mungkin informasi yang dibutuhkan klien selalu tersedia dalam waktu yang cepat.

Jadi, pengelola firma hukum harus tahu informasi apa saja yang dibutuhkan, tahu tujuan membangun sistem informasi itu, serta mengelola harapan (managing expectation) baik hasil maupun kinerja sistem informasi.

Profesi pengacara sebenarnya belum tentu lebih dahulu mengenai kasus dan hukum dibanding orang lain.

Acapkali advokat lebih tahu dimana menemukan hukum dan celah-celahnya. ‘Siapapun dapat membaca dan memahami suatu peraturan, namun hanya advokat yang dapat menemukan hukum dari beragam peraturan, yurisprudensi maupun doktrin.

Oleh karenanya penting dicatat, kehadiran Cafe Advokat Gunawan & Partners, besutan Gunawan SH, patut disambut ditengah minimnya referensi tentang edukasi dan konsultasi hukum serta pendampingan hukum dalam sebuah perkara di Indonesia.

Kebutuhan akan referensi sejenis terus tumbuh seiring berkembangnya kebutuhan pendampingan hukum, konsultasi serta edukasi tentang hukum itu sendiri.

Menurut Gunawan SH, kurangnya pengetahuan masyarakat sehingga menganggap advokat sering membuat gaduh.

Selain itu, Lanjut Gunawan, bisa juga karena rasa kagum masyarakat terhadap profesi ini sehingga banyak orang tua yang mengharapkan anaknya kelak menjadi pengacara.

Masih belum lekang pandangan pada sebagian anggota masyarakat bahwa kalau mau hidup berlimpah harta maka jadilah seorang advokat.

Gaya hidup segelintir advokat semakin mendukung asumsi itu: mengenakan pakaian merek ternama, mengendarai mobil berharga selangit, dan menenteng hape tercanggih.

Kesannya, bekerja menjadi advokat bisa menghasilkan uang dengan mudah. Bahwa yang dibela adalah orang yang diduga melakukan korupsi, itu lain soal. 

Toh, si advokat bisa dengan mudah mematahkan pandangan itu dengan argumen menjunjung tinggi asas praduga tidak bersalah.

Profesi Advokat sudah dikenal sebagai profesi yang mulia (officium nobile) disebutnya Advokat sebagai profesi yang mulia karena Advokat mengabdikan dirinya serta kewajibannya kepada kepentingan masyarakat dan bukan semata-mata karena kepentingannya sendiri.

Advokat mengandung tugas, kewajiban, dan tanggung jawab yang luhur, baik terhadap diri sendiri, klien, pengadilan, dan Tuhan, serta demi tegaknya keadilan dan kebenaran.

Dalam sumpahnya, advokat bersumpah tidak akan berbuat palsu atau membuat kepalsuan, baik di dalam maupun di luar pengadilan.

Sebagai pekerjaan bermartabat Advokat karenanya harus mampu melibatkan diri leih tinggi dengan aparat penegak hukum, dasar filosofis, asas-asas, teori-teori da tentunya norma-norma hukum dan hampir semua aspek harus dikuasai. 

Jadi sangat keliru jika Advokat dikatakan membela orang salah karena membela hak hukum termasuk Hak Asasi Manusia seseorang yang wajib dibela sebagaimana diatur dalam Pasal 28 D Undang-undang Dasar, Konvenan Hak Sipil dan Politik, Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2011 Tentang Bantuan Hukum, Pasal 54 Kitab Undag-Undang Hukum Acara Pidana.

Advokat juga turut serta dalam menegakkan hak-hak azasi manusia baik tanpa imbalan maupun dengan imbalan.

Advokat mengabdikan dirinya kepada kepentingan masyarakat dan demi penegakan hukum yang berdasarkan kepada keadilan, serta turut menegakkan hak-hak asasi manusia.

Di samping itu, advokat bebas dalam membela, tidak terikat pada perintah kliennya dan tidak pandang bulu terhadap terhadap kasus yang dibelanya.

Dalam membela kliennya advokat tidak boleh melanggar aturan hukum yang berlaku. Tidak boleh melanggar prinsip moral, serta tidak boleh merugikan kepentingan orang lain. 

Advokat berkewajiban memberikan bantuan hukum berupa jasa hukum yang berupa menjadi pendamping, pemberi nasehat hukum, menjadi kuasa hukum untuk dan atas nama kliennya, atau dapat menjadi mediator bagi para pihak yang bersengketa tentang suatu perkara, baik yang berkaitan dengan perkara pidana, perdata, maupun tata usaha negara. 

Ia juga dapat menjadi fasilitator dalam mencari kebenaran dan menegakan keadilan untuk membela hak asasi manusia serta memberikan pembelaan hukum yang bebas dan mandiri. 

Dan dibalik pekerjaan profesionalnya yang menerima profit atau lawyer fee, tidak melupakan asas kemnusiaan yang mulia yaitu pro-bono atau bantuan hukum Cuma-cuma sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2011 Tentang Bantuan Hukum dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia  Nomor 83 Tahun 2008 Tentang Persyaratan Dan Tata Cara Pemberian  Bantuan Hukum Secara Cuma-Cuma.

Advokat merupakan salah satu penegak hukum yang bertugas memberikan bantuan hukum atau jasa hukum kepada masyarakat atau klien yang menghadapi masalah hukum yang keberadaannya sangat dibutuhkan oleh masyarakat.

Idealnya seorang advokat hanya bisa dikatakan sebagai profesi mulia dan terhormat apabila melaksanakan profesi hukumnya dengan mendasarkan diri pada nilai-nilai moralitas umum yang terdapat dalam aturan kode etik advokat

Oleh karenanya Gunawan SH bersama Kantor Firma Hukum Gunawan & Partnes menyuguhkan konsep Cafe Advokat yang mana didalamnya mengembangkan konsep;

1. Bahwa Cafe Advokat Gunawan & Partners menjunjung nilai-nilai kemanusiaan (humanity) dalam arti penghormatan pada martabat kemanusiaan;

2. Cafe Advokat Gunawan & Partners menjunjung nilai keadilan (justice), dalam arti dorongan untuk selalu memberikan kepada orang apa yang  menjadi haknya;

3. Cafe Advokat Gunawan & Partners menjunjung nilai kepatutan atau kewajaran (reasonableness), dalam arti bahwa upaya mewujudkan ketertiban dan keadilan di dalam masyarakat;

4. Cafe Advokat Gunawan & Partners menjunjung nilai kejujuran (honesty), dalam arti adanya dorongan kuat untuk memelihara kejujuran dan menghindari diri dari perbuatan yang curang;

5. Cafe Advokat Gunawan & Partners mngedepankan edukasi kesadaran untuk selalu menghormati dan menjaga integritas dan kehormatan profesinya;

6. Cafe Advokat Gunawan & Partners menjunjung nilai pelayanan kepentingan publik (to serve public interest), dalam arti bahwa di dalam pengembangan profesi hukum telah inherentsemangat keberpihakan pada hak-hak dan kepuasan masyarakat pencari keadilan yang merupakan konsekuensi langsung dari dipegang teguhnya nilai-nilai keadilan, kejujuran, dan kredibilitas profesinya. [Eka].

Eka Himawan

Author: Eka Himawan

Life For Nothing Or Die For Something

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.