Ditreskrimsus Polda Aceh Hentikan Operasional Penambangan Emas Tanpa Izin

Ditreskrimsus Polda Aceh Hentikan Operasional Penambangan Emas Tanpa Izin

Ditreskrimsus Polda Aceh Hentikan Operasional Penambangan Emas Tanpa Izin

MEDIAANDALAS.COM, BANDA ACEH – Personel Ditreskrimsus Polda Aceh menghentikan operasional penambangan emas tanpa izin di dua lokasi di Aceh Barat melalui Kabid Humas Polda Aceh Kombes Ery Apriyono, S. I. K., M. Si,  menyampaikan informasi saat konferensi pers di Mapolda Aceh, Selasa (10/03/20).

Dalam kegiatan itu didampingi Wadir Reskrimsus, Kapolres Aceh Barat dan sejumlah Personel Ditreskrimsus Polda Aceh.

Penghentian lokasi tambang emas itu di dua tempat, masing – masing di Desa Tungkop dan Desa Geudong Kecamatan Sungai Mas, Aceh Barat.

Kabid Humas, Personel dari Subdit IV Ditreskrimsus Polda Aceh, pada Rabu (04/03/20) sekira pukul 14.00 WIB bersama Personel Polres Aceh Barat mendatangi dua lokasi penambangan emas tanpa izin itu.

Personel Ditreskrimsus Polda Aceh menghentikan operasional penambangan emas tanpa izin di dua lokasi di Aceh Barat melalui Kabid Humas Polda Aceh Kombes Ery Apriyono, S. I. K., M. Si,  menyampaikan informasi saat konferensi pers di Mapolda Aceh, Selasa (10/03/20).
Personel Ditreskrimsus Polda Aceh menghentikan operasional penambangan emas tanpa izin di dua lokasi di Aceh Barat melalui Kabid Humas Polda Aceh Kombes Ery Apriyono, S. I. K., M. Si,  menyampaikan informasi saat konferensi pers di Mapolda Aceh, Selasa (10/03/20).

“Para penambang emas di lokasi itu melakukan aktivitas penambangan dengan menggunakan alat berat di aliran sungai dengan cara mengeruk pasir sungai menggunakan alat berat excavator,  kemudian pasir tersebut dituangkan ke dalam asbuk (penyaringan antara pasir dan emas),” kata Kabid Humas.

Personel Ditreskrimsus di dua lokasi itu melakukan pemeriksaan dokumen, ternyata lokasi penambangan emas tersebut tidak memiliki izin, selanjutnya dampak yang ditimbulkan dari penambangan emas tanpa izin itu adalah pencemaran lingkungan yang bisa mengganggu kesehatan masyarakat sekitarnya.

“Barang bukti yang diamankan adalah berupa 7 unit excavator merk Hitachi warna orange, sementara  pemilik lokasi di Desa Tungkop yang diduga melakukan tindak pidana pertambangan mineral dan batubara itu, masing – masing berinisial AH yang memiliki 1 unit excavator, AN yang memiliki 1unit excavator dan TN yang memiliki 2 unit excavator, kemudian pemilik lokasi di Desa Geudong masing – masing berinisial AM yang memiliki 2 unit excavator dan KH yang memiliki 1 unit excavator, para terduga dan barang bukti yang diamankan petugas, akan dilakukan proses hukum lebih lanjut,” kata kabit Humas. [Susianto].

Media Andalas

Author: Media Andalas

Aksi Saran & Informasi

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.