Diproses Etik dan Pidana, Kejagung Tangani 2 Jaksa Kena OTT KPK

Kejagung

Ilustrasi Kejagung (Foto: dok detikcom)

MEDIAANDALAS.COM, JAKARTA – Dilansir dari detik.com, Dua jaksa yang sempat diamankan KPK dalam operasi tangkap tangan (OTT) diproses internal oleh Kejaksaan Agung (Kejagung). Korps Adhyaksa meminta publik percaya akan penanganan internalnya.

“Kejaksaan Agung meminta semua pihak mempercayakan penanganan kasus kedua oknum jaksa tersebut yakni YSP (Yuniar Sinar Pamungkas) dan YH (Yadi Herdianto) kepada kejaksaan sebagai bentuk komitmen pemberantasan korupsi dari Korps Adhyaksa dan kami sangat mengapresiasi serta terima kasih atas sinergi yang dilakukan saat ini,” ucap Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Mukri, dalam keterangan persnya, Senin (1/7/2019).

Kapuspenkum Mukri

Kapuspenkum Mukri (Foto: dok Kejagung)

Yuniar tercatat sebagai Kepala Seksi Keamanan Negara dan Ketertiban Umum Tindak Pidana Umum Lain, sedangkan Yadi adalah Kepala Subseksi Penuntutan. Keduanya bertugas di Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta.

Selain diproses etik, 2 jaksa itu disebut Mukri juga ditangani terkait dugaan tindak pidana khusus. Namun sejauh ini Mukri menyebut belum ada hasil dari pemeriksaan yang dilakukan.

“Apabila dari hasil pemeriksaan kepada YSP dan YH itu diketemukan atau terindikasi tindak pidana korupsi maka akan diserahkan ke bidang tindak pidana khusus untuk proses hukum selanjutnya,” kata Mukri.

“Kita sudah mulai melakukan pemeriksaan dan akan diterbitkan Surat Perintah Penyelidikannya,” imbuh Mukri.

Yuniar dan Yadi turut ditangkap KPK dalam OTT pada Jumat, 28 Juni kemarin bersama dengan Asisten Pidana Umum Kejati DKI Agus Winoto. Namun Yuniar dan Yadi dikembalikan KPK ke Kejagung, sedangkan Agus ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK.

Agus diduga KPK menerima suap dari Sendy Pinoco dan Alvin Suherman. Sendy merupakan pengusaha yang berperkara di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, sedangkan Alvin merupakan pengacaranya.

Sendy melaporkan pihak lain yang diduga melarikan uang investasinya senilai Rp 11 miliar. Dia menyuap Agus untuk memperberat tuntutan pada pihak lain tersebut. Namun belakangan Sendy berdamai dengan pihak lain itu, tetapi kesepakatan suap diduga KPK masih berlangsung. (detik.com)

Media Andalas

Author: Media Andalas

Aksi Saran & Informasi

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.