BCA Finance Diadukan Oleh Nasabah ke BPSK

MEDIAANDALAS.COM, BANDUNG – PT. BCA Finance Cabang Kota Bandung diadukan ke Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Provinsi Jawa Barat oleh nasabahnya dengan inisial S, pengaduan S pun diterima oleh BPSK hingga terjadi 4 kali sidang dengan pemanggilan pihak PT. BCA Finance Cabang Kota Bandung. Bertempat di Jalan Bojong Raya No. 94 Kelurahan Caringin Kecamatan Bandung Kulon Kota Bandung, Kamis (06/05/21).

Berdasarkan laporan dan temuan yang berhasil dihimpun Jurnalis mediaandalas.com di lapangan, inisial S merupakan salah satu nasabah PT. BCA Finance, dirinya menyampaikan terkait kronologis terjadinya gugatan yang diajukan oleh inisial S kepada BPSK.

Bermula ketika S bersama istrinya mengkredit satu (1) unit kendaraan roda empat dengan jenis atau type Toyota Avanza Veloz dengan No Pol D 1234 ACB Tahun 2014, isi Silinder 1495 cc, warna Putih, Nomor BPKB L00823527 atas nama Andi Nenie Srilestari S.Pd.,M.Si (Istri S).

Hasil penelusuran diketahui bahwa S adalah seorang anggota TNI aktif, dan memang benar mempunyai tunggakan cicilan ke PT. BCA Finance, kemudian unit dirampas di Jalan Kota Cirebon, yang pada saat itu S sedang melaksanakan tugas mulia demi bangsa & negara ke Papua selama satu (1) tahun, sehingga ada keterlambatan angsuran, namun dari keterlambatan angsuran tersebut beliau pun tetap membayarnya setelah kembalinya dari tugas sebab hal ini sudah jadi kewajiban, tutur S.

Yang menjadi permasalahan S sampai mengajukan pengaduan ke Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen adalah, dikarenakan cara-cara yang dilakukan oleh pihak PT. BCA Finance mengambil unit kendaraan tersebut dilakukan di jalan, ketika mobil sedang dipakai, “Itu sama halnya dengan perampasan,” ungkapnya.

Terlebih lagi cara pengambilan unit kendaraan sudah di atur dalam Pasal 368 KUHP yakni “Barangsiapa dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum, melawan seseorang dengan kekerasan, ancaman, untuk memberikan barang atau sesuatu yang sebelumnya/menghapuskan hutang yang sebelumnya maka pidana paling lama 9 tahun (konsumen memberikan mobil dengan di takut – takuti, diancam dan di rampas).

Tetapi jika penunggak tidak mengakui cedera janji dan keberatan untuk menyerahkan secara sukarela benda yang menjadi obyek dalam perjanjian fidusia, maka leassing tidak boleh melakukan eksekusi sendiri.

Leassing harus menyelesaikan hal tersebut dengan mengajukan permohonan pelaksanaan eksekusi kepada Pengadilan Negeri sehingga hak Konstitusional penunggak Debitur (Penunggak) dan Kreditur (Leassing) terlindungi secara seimbang.

Pertanyaannya, Apakah pihak PT. BCA Finance sudah melakukan hal tersebut diatas? Ini yang menjadikan tanda tanya.

Parahnya lagi, pihak PT. BCA Finance ketika S kembali dari tugas dan menanyakan unit kendaraan miliknya ternyata sudah di lelangnya satu bulan setelah di rampas di Kota Cirebon. “Hal ini sudah merupakan sebuah penipuan terhadap konsumen,” tegas S.

Apakah seperti itu tata cara pelelangan yang dilakukan pihak PT. BCA Finance? Tanpa adanya pemberitahuan tertulis kepada pemilik kendaraan?

“Pihak PT. BCA Finance yang di wakili Yuda dalam sidang di BPSK diduga memberikan keterangan palsu saat ditanya dalam persidangan mengenai kapan unit tersebut dilelang? “Beliau menyatakan antara 3 sampai 4 bulan setelah perampasan unit di Kota Cirebon,” Ungkap S.

Mengacu kepada Putusan Mahkamah Konstitusi No 18/PUU XVII/2019 pada tanggal 6 Januari 2020 tentang Fidusia, hal ini sudah jelas di dalam pasal 15 UU No. 42 Tahun 1999 tentang wanprestasi atau cidera janji antara Debitur dan Kreditur, harus di ketahui oleh kedua belah pihak.

Serta Pasal 15 Ayat (1), Ayat (2), dan Ayat (3) yang di anggap bertentangan dengan UUD 1945 Pasal 27 Ayat (1), Pasal 28 Ayat (4) Mahkamah Konstitusi menyatakan bahwa penarikan barang kredit bermasalah oleh leassing tidak ada selama ini.

‘Jika terjadi cidera janji antara Debitur Eksekusi jaminan Fidusia tidak boleh dilakukan sendiri oleh penerima Fidusia (Kreditur) melainkan dengan menggunakan permohonan kepada Pengadilan Negeri. 

(Jadi eksekusi tidak bisa dilakukan jika tidak terjadi ketidak sepahaman antara leassing dan Debitur).

‘Sudah jatuh tertimpa tangga dalam peribahasa’ sudah unit dirampas paksa dan dilelangnya, S disuruh nyicil juga’

“Saya bersedia membayar lunas semua tunggakan yang nilai totalnya Rp. 52.668.730,- demi menjaga nama baik, dengan catatan meminta unit dikembalikan, tetapi pihak PT. BCA Finance tidak dapat memberikan unit tersebut,” ujar S.

“Saya dengan sekuat tenaga demi membela kebenaran mengadukan permasalahan ini ke BPSK,” ujarnya.

“Rencana saya, ketika tidak mendapatkan keadilan akan mengadukan permasalahan ini ke Pengadilan Negeri serta Polda Jabar,” pungkas S kepada media saat mewawancarainya. [Harto A].

Author: Amir Mahmud