Anton Charliyan, Dewan Pembina GNPK-RI Jabar Desak Mabes Polri Usut Pelaku Penembakan dan Pembakaran Rumah Wartawan

Anton Charliyan, Pembina GNPK-RI Jabar bersama Ketua GNPK-RI Jabar NS Hadiwinata
Kapolda Jabar Irjen Anton Charliyan
Dewan Pembina GNPK-RI Jabar, Irjen Pol. (Purn) Anton Charliyan Desak Mabes Polri Usut Pelaku Penembakan dan Pembakaran Rumah Wartawan

MEDIAANDALAS.COM, JABAR – Irjen Pol (Purn) Dr. Drs. Anton Charliyan, MPKN mantan Kapolda Jabar sekaligus Pembina GNPK-RI Jabar ketika dihubungi mediaandalas.com, Senin (21/06/21) menyampaikan rasa turut prihatin atas terbakarnya rumah orang tua Sofyan, wartawan di Binjai Sumut baru-baru ini.

Informasi yang berhasil dihimpun  Sebelumnya pada terjadi peristiwa pembakaran mobil milik Pujianto, Kontributor Metro TV di Serdang Bedagai (Sergai) dibakar orang tak di kenal (OTK), peristiwa tersebut diduga akibat Pujianto mengabadikan lokalisasi perjudian di sebuah lokasi yang berada di Sergai.

Peristiwa serupa juga menimpa kediaman wartawan Metro 24, Sofian, di Kota Binjai. Namun bukan mobil yang diduga dibakar OTK, tetapi rumah milik orangtua Sofian yang beralamat di Jalan Bantara Raya, Lingkungan XII Kelurahan Berngam, Kecamatan Binjai Kota, yang terbakar diduga dilakukan OTK pada Minggu (13/6) dinihari, sekira pukul 00.05 WIB.

Menurut informasi yang di peroleh sementara, diduga ada indikasi kesengajaan dibakar, sehubungan dengan pemberitaan menyangkut maraknya perjudian di Binjai dan Medan oleh yang bersangkutan, selain itu, terjadi juga aksi  penembakan wartawan yang menewaskan Mara Salem Harahap, 42, seorang jurnalis di dekat rumahnya di kawasan Hutan VII, Nagori Karang Anyar, Kecamatan Gunung Maligas, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Sabtu, 19 Juni lalu.

“Bila dugaan ini benar-benar terjadi, jelas nyata merupakan tindakan premanisme yang akhir-akhir ini menjadi ‘Program Prioritas Polri’ untuk diberantas dan memerangi setiap bentuk tindakan premanisme sesuai arahan Presiden Joko Widodo.” Ungkap Anton Charliyan.

“Maka bila kejadian ini tidak diusut dengan serius dan tuntas merupakan preseden buruk bagi kredibilitas Polri, karena bisa saja muncul anggapan masyarakat bahwa Polri melindungi perjudian apalagi yang menjadi korban adalah seorang wartawan yang notabene wajib mendapat perindungan dalam melakukan setiap aktivitasnya sesuai dengan Pasal 8, UU nomor 40 Tahun 1999 yang berbunyi ‘dalam melaksanakan profesinya wartawan mendapat perlindungan hukum’.” Tegas Anton.

Ketua DPP PMPRI Minta Kapolri Turun Tangan Ungkap Pembunuhan Marsal Harahap di Sumut

Untuk itu, kata Anton yang juga merupakan Dewan Pembina Media Andalas, serta merupakan pembina di beberapa media nasional, mendesak agar Polri dan Polda Sumut menangani masalah yang terjadi di  Binjai dan Simalungun.

Dia meminta agar diusut dengan serius tuntas tertangkap para pelakunya, serta mampu memberikan perlindungan akan rasa aman terhadap insan pers di lapangan dalam setiap melakukan aktivitas kewartawananya.

Anton Charliyan  juga mengimbau kepada seluruh awak media pers agar lebih hati hati dalam setiap pelaksanaan tugas dan lebih meningkatkan soliditas serta kekompakan, apalagi bila terjadi permasalahan terhadap sesama awak media.

Lanjut Anton, namun apa yang terjadi jangankan mendapat perlindungan, yang ada malah jadi korban kejahatan dan premanisme. “Hal ini khususnya di Sumut bukan hanya terjadi satu kali, tapi sudah sering terjadi berkali-kali di wilayah hukum Polda Sumut, pembakaran mobil wartawan di Sergai, penembakan wartawan hingga tewas di Simalungun, apalagi kalau cuma pemukulan dan penganiayaan sudah merupakan hal yang biasa terjadi.” Beber Anton.

“Disini sepertinya perlindungan terhadap profesi wartawan di wilayah Sumut tidak berjalan sebagaimana mestinya. Mau kemana lagi minta perlundungan, selain kepada aparat penegak hukum dan aparat keamanan, khususnya Polri dan TNI.” Pungkas Irjen Pol. (Purn) Anton Charliyan yang pernah menjabat Kadiv Humas Mabes Polri dan Kapolda Sulsel. [Eka].

Author: Eka Himawan

Life For Nothing Or Die For Something