Masyarakat Tidak Perlu Resah Pembiayaan 83 Milyar Kepada Pengusaha Oleh Bank Aceh Syariah

Masyarakat Tidak Perlu Resah Pembiayaan 83 Milyar Kepada Pengusaha Oleh Bank Aceh Syariah

MEDIAANDALAS, COM, BANDA ACEH –  Merebak isu yang beredar tentang pembiayaan seorang penguasa sukses oleh Bank Aceh Syariah, A Rama A Hadi, SE selaku pengusaha muda mantan pegawai Bank BRI kepada mediaandalas.com menuturkan beberapa kategori yang dinilai oleh pihak perbankkan sebelum pembiayaan itu dikucurkan.

“Sebelumnya perlu saya menyampaikan bahwa masyarakat tidak perlu resah dengan pembiayaan tersebut karena pihak Bank telah menurunkan tim ahli untuk menelaah kewajaran pembiayaan untuk PT Bumi Simaganda yang bergerak di bidang sektor perkebunan dan Pabrik Kelapa Sawit,” demikian ucapnya.

Kucuran biaya yang rill dari Bank Aceh Syariah ini kepada PT Bumi Samaganda (Badan Hukum sesuai Akte Notaris) bukan H. Makmur Budiman, SE seperti yang diusulkan oleh banyak pihak saat ini di berbagai kalangan masyarakat Aceh.

Rama A Hadi, SE yang saat ini berprofesi sebagai penguasa muda di Provinsi Aceh lebih lanjut menuturkan bahwa “Sebenarnya kita selaku warga Aceh harus berbangga punya penguasa lokal seperti Toke Makmur (nama populer dikalangan masyarakat dunia bisnis) karena disamping bisa mempekerjakan banyak orang lokal juga bisa menekan angka kemiskinan di Provinsi paling ujung pulau Sumatera, beliau juga kita tau dapat pekerjaan tingkat Nasional di Provinsi lain diluar Aceh.”

“Membahas tentang pembiayaan dari Bank Aceh Syariah, semua pihak harus melihat dari sisi aturan yang diberlakukan oleh perbankkan, karena Bank manapun sebelum nengucurkan pembiayaan banyak segi yang dinilai diantaranya kesanggupan memenuhi bagi hasil setiap bulan dengannya (saat ini berdasarkan Qanun di Aceh tidak lagi mengenal Kredit Bank).” Terangnya.

“Dan lagi nilai jaminan dibandingkan dengan uang pembiayaan kesesuaian harga jaminan, hal yang paling utama lagi adalah jaminan asuransi 100 % ditanggung, maka dengan demikian masyarakat Aceh tidak perlu ada keraguan sedikitpun tentang pembiayaan yang diterima oleh PT. Bumi Samaganda dari Bank Aceh Syariah,” ucap Rama A Hadi sebelum mengakhiri wawancara dengan Kabiro mediaandalas.com di Banda Aceh Selasa (24/03/20).

Rama A Hadi mengharapkan kepada pengusaha pengusaha Aceh lainnya untuk kedepan dapat mengikuti jejak yang sudah dirintis oleh Ketua Kadin Provinsi Aceh, karena prospek cerah dan sangat mendukung kegiatan dalam rangka menekan angka kemiskinan di Provinsi paling ujung Sumatera ini.

Ketika media massa mengkroscek keakuratan data sesuai dengan yang ada di Bank Aceh Syariah, besaran dana pembiayaan yang diberikan kepada perusahaan yang salah seorang pemiliknya adalah H. Makmur Budiman, SE, ternyata dana tersebut tidak seperti yang digembar gembor oleh pihak yang tidak bertanggung jawab dengan nilai yang bombastis sekali yaitu Rp 108 Milyar.

Padahal angka yang sebenarnya menurut pihak Bank Aceh Syariah adalah Rp 83 milyar, Rp 68 milyar diperuntukkan biaya Pembangunan Konstruksi Pabrik, sedangkan Rp 15 milyar lagi dana tersebut diperuntukkan bagi modal operasional Pabrik tersebut, terang pihak Bank Aceh Syariah.

Ketika media massa meminta tanggapan kepada Mahdi selaku mantan Kepala Bank Indonesia dengan jelas menerangkan bahwa “Saat ini Regulasi untuk perbankkan sangat tegas nemberlakukan aturan tanpa melihat kedekatan seseorang dengan pejabat tertentu dalam memberikan pelayanan pembiayaan kepada nasabah,” ucapnya.

“Contoh seperti yang dilakukan oleh Bank Aceh Syariah kepada PT Bumi Samaganda pasti pihak Bank pasti sudah menilai diberbagai sudah layak tidaknya memberikan pembiayaan tersebut.” Paparnya.

“Proses pembiayaan ini pasti telah dilalui berbagai tahapan seperti adanya Tim Komite yang terdiri dari unsur internal, direksi dan juga penilai karena dalam menyalurkan pembiayaan tidak serta merta ditentukan oleh satu orang saja apalagi seperti tuduhan pihak pihak ada kedekatan dengan pemilik modal mayoritas (penguasa daerah saat ini).” Jelasnya.

“Bank Aceh Syariah mempunyai kebijakan setiap saat di pantau oleh OJK (Otorita Jasa Keuangan) maka sangat mengherankan kalau ada berita hoaks menuduh H. Makmur Budiman, SE mendapat kredit secara tidak wajar Rp 108 Milyar.” Tambahnya.

“Padahal yang akurat data hanya Rp 68 Milyar, disini juga saya sampaikan kepada masyarakat untuk tidak perlu resah dengan pembiayaan tersebut sebab disamping sudah dijalankan sesuai Regulasi Hukum yang ada di Indonesia juga semuanya ini telah ditanggung 100 % oleh pihak asuransi,” demikian ucapnya,.

Arman mantan pegawai Bank Mandiri ketika dikonfirmasi tentang pembiayaan yang diterima oleh PT Bumi Samaganda memberi apresiasi kepada Bank Aceh Syariah dirinya mengatakan “Karena ini merupakan salah satu kebutuhan yang sangat diperlukan oleh semua pengusaha yang bergerak di bidang pengelolaan kelapa sawit di Aceh, karena kita tau selama ini, hasil perkebunan kelapa sawit di Aceh selalu dipermainkan harga oleh Provinsi tetangga,” demikian terangnya. [Mansurdin Idris].

Media Andalas

Author: Media Andalas

Aksi Saran & Informasi

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.