Warga Ajibata Mempertanyakan Kios yang Telah di Janjikan Pemerintah

Warga Ajibata Mempertanyakan Kios yang Telah di Janjikan Pemerintah

Warga Ajibata Mempertanyakan Kios yang Telah di Janjikan Pemerintah

MEDIAANDALAS.COM, TOBASA – Sejumlah pembangunan akan segera dikerjakan untuk menunjang fasilitas Pariwisata dikawasan Dermaga Ajibata, Kecamatan Ajibata, Kabupaten Tobasa, Sumatera Utara.

Pembangunan itu pun menggunakan anggaran APBN sebesar Rp. 24.718.020.000,- untuk enam klaster pekerjaan, seperti Pos Jaga, Toilet, Terminal dan Kantor Pelabuhan, Ruang Gengset, Signpost Laut dan Darat, serta sebuah Masjid senilai Rp. 24.718.020.000,-.

Namun rencana pembangunan ini justru menuai kritik dari masyarakat Ajibata, dikarenakan kesepakatan yang telah di sepakati bersama Pemerintah Tobasa dengan masyarakat setempat, terlebih warga lokal yang sudah berpuluhan tahun berjualan di seputaran dermaga  untuk mempertahankan hidupnya sebagai pedagang diseputar dermaga terminal Ajibata.

Masyarakat Ajibata meminta kepada Kementerian Perhubungan untuk tidak melakukan pembongkaran terhadap 35 kios yang selama ini mereka kelola sebagai Sumber mata pencariaan sehari-harinya.

Masyarakat Ajibata dengan tegas menolak pembongkaran sejumlah kios yang ada di dermaga Ajibata sebelum Kios yang telah di janjikan pemerintah tobasa nampak wujutnya”ucap Osborn Siallagan.

Warga Ajibata pun sudah tiga kali mengikuti rapat dengar pendapat dengan pemerintah tobasa dan dinas terkait,masyarakat ajibata juga sudah audensi ke kantor DPRD Toba Samosir serta dengan bapak bupati Toba samosir terkait masalah kios tersebut,hasilnya akan dibangun kembali ke 35 kios di sebelah kanan terminal oleh pemerintah dan sudah diukur lokasi dan sangat memadai” kata Osborn Siallagan.

Namun setelah keluar kebijakan dari kemenhub dan pembangunan pun akan segera dikerjakan dengan kontraktor yang baru, apa yang telah disepakati sebelumnya berubah semuanya, mirisnya lagi kios yang diperjuangkan masyarakat (Pemilik warung) tidak masuk didalam pekerjaan enam klaster” ucap Osborn Siallagan.

Osborn Siallagan juga mempertanyakan
fungsi dan kapasitas pemkab dan jajaran didalam kebijakan KEMENHUB?

“Kenapa KEMENHUB tidak ada didalam tiga kali rapat sebelumnya? dan kenapa sekarang jadi KEMENHUB yang berkapasitas penuh akan kondisi terminal dan pelabuhan ajibata” ucap Osborn Siallagan dengan Nada kesal.

Kontributor Tobasa : Karmel Sitanggang

Editor : Zuli.

Media Andalas

Author: Media Andalas

Aksi Saran & Informasi

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.