Tidak Ada Pedagang Yang Mau Menepati Los Pasar Panaragan Jaya, Praktisi Hukum Unila Pertanyakan

Tidak Ada Pedagang Yang Mau Menepati Los Pasar Panaragan Jaya, Praktisi Hukum Unila Pertanyakan

MEDIAANDALAS.COM, TUBABA – Akademis Universitas Lampung (UNILA) Yusdianto, mengatakan bahwa, Pasar Panaragan Jaya yang terletak di Kecamatan Tulangbawang Tengah, Kabupaten Tulangbawang Barat tersebut sangat disayangkan pembagunanannya, jika kondisinya saat ini tidak terpakai atau tidak difungsikan sebagaimana mestinya, jika seperti ini ada apa?

Padahal pasar tersebut pembangunan nya mengunakan anggaran yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) pada tahun 2016, yang jumlahnya tidak sedikit, mencapai miliaran rupiah,” ucapnya.

Menurutnya, jika bangunan pasar tersebut tidak difungsikan dan tidak gunakan sebagaimana mestinya, artinya Pemkab Tubaba melalui dinas terkait yaitu Diskoperindag ialah kurang matangnya perencanaan pembangunan alhasil tidak ada pedangang yang mau menempatinya, hingga pasar tersebut terbengkalai.

“Itulah akibat tanpa melakukan adanya sosialisasi dilingkungan tersebut sebelum perencanaan pembangunan,” kata Yusdianto, Praktisi Hukum UNILA, saat dihubungi melalui telpon, Senin (24/6/19).

Selain itu, Yusdianto mengungkapkan, seharusnya pembagunan pasar tersebut sebelum dibangun harus bersosialisasi dan melibatkan stakeholder disekitarnya.

“Jika seperti itu dinas terkait (Diskoperindag) hanya sekedar membangun. jelas sama saja diduga menghambur-hamburkan uang rakyat namun tidak bermamfaat,” ungkapnya dengan nada geram.

Disisi lain, Khairul Amri, Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Kadis Koperindag) saat dihubungi melalui sambungan telpon menceritakan, jika dirinya dan Kabid Sarana Prasarana dan beberapa stafnya sudah datang langsung kroscek ke lokasi pasar yang dimaksud.

“Senin lalu (17/06/19) kita bersama Kabid Sulaiman sudah ke lokasi Pasar Panaragan Jaya untuk mengecek langsung para pedagang.”

“Mereka bilang, kalau mereka berdagang di tempat yang baru sepi pembelinya, karena orang yang belanja tidak sampai ditempat itu (los bangunan baru, red),” jelas Khairul Amri, Kadis Koperindag Tubaba.

Namun, saat disinggung bangunan los baru tersebut kapan batas waktu yang ditentukan untuk segera dapat digunakan dan difungsikan sebagaimana mestinya oleh pedagang, tetapi jawaban Kadis tersebut akan mencari solusi dahulu.

Meski mereka kita paksakan untuk berdagang disitu sepertinya tidak mau karena tidak laku. Soalnya los pasar tempat meraka berdagang masuk ke sisi dalam,” kata Khairul Amri. (Basuni)

Media Andalas

Author: Media Andalas

Aksi Saran & Informasi

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.