Siswa SD Tewas Tenggelam, Lubang Bekas Tambang Batu Bara Makan Korban

Siswa SD Tewas Tenggelam, Lubang Bekas Tambang Batu Bara Makan Korban

Kolam yang diduga bekas lubang tambang batu bara tempat bocah tenggelam di Jalan Saka kawasan RT 16 Kelurahan Bukit Pinang, Kecamatan Samarinda Ulu, Kalimantan Timur, Sabtu (23/6/2019). (Tribunkaltim.co/Nevrianto Hardi Prasetyo)

MEDIAANDALAS.COM, SAMARINDA – Dilansir dari KOMPAS.com, Lubang bekas galian tambang di Samarinda, Kalimantan Timur, kembali memakan korban.

Ahmad Setiawan (10), warga Jalan P Suryanata, Gang H Saka, RT 16, Kelurahan Bukit Pinang, Kecamatan Samarinda Ulu ditemukan tidak bernyawa di salah satu lubang tambang batu bara yang berjarak sekitar 1 kilometer dari rumah korban.

Dari informasi yang dihimpun, murid kelas 4 SD itu menuju lubang bekas galian tambang bersama teman-temannya usai pulang mengaji.

Korban diketahui keluar rumah sekitar pukul 13.30 Wita, Sabtu (22/6/2019) siang.

Menjelang sore, korban tidak kunjung pulang ke rumah.

Hal itu membuat keluarga, terutama nenek korban panik dan mengira cucu pertamanya hilang.

Sementara, teman-teman korban enggan menceritakan di mana keberadaan korban karena takut.

Setelah mencari-cari, akhirnya nenek korban menemukan sandal dan baju korban di pinggir lubang bekas galian tambang yang disebut warga sekitar sebagai danau.

“Neneknya yang temukan sandal dan baju korban di dekat danau. Lalu neneknya kembali ke permukiman, mengabari warga lainnya,” ucap Heri Isnanto (32), warga sekitar, Sabtu (22/6/2019) seperti ditulis tribunkaltim.

Setelah itu, warga sekitar langsung melakukan pencarian di sekitar lubang tambang.

Bahkan, beberapa warga tampak langsung menceburkan diri ke lubang tambang untuk mencari korban.

Belum lama dilakukan pencarian di dalam lubang tambang, salah satu warga menginjak tubuh Korban, yang langsung diangkat ke darat.

“Baru turun ke danau, ada yang terinjak tubuh korban. Ditemukan satu meteran dari bibir danau,” tambahnya.

Korban pun ditemukan setelah magrib, dan langsung dilarikan ke RS SMC, Jalan Kadrie Oening.

Ibu korban, Farida (27) mengaku anak tunggalnya itu tidak bisa berenang.

Bahkan, dia juga kaget ketika anaknya tersebut diketahui mendatangi danau untuk berenang.

“Tidak pernah ke sana sebelumnya, dia (korban) tidak bisa berenang,” ucapnya terisak tangis.

Sementara itu, nenek korban tidak henti-hentinya berbicara meratapi cucu pertamanya meninggal.

Beberapa kali nenek korban mengungkapkan penyesalannya akibat kejadian naas itu.

“Habis pulang ngaji saya ingatkan, jangan mandian. Dia bilang ia, tapi malah ke sana. Diajakin teman-temannya itu,” ucap nenek korban.

“Sempat tiga jam an dia itu di danau. Kenapa tidak ngomong-ngomong,” ucapnya kembali tersedu.

Sementara itu, ayah sambung korban, Robianto (48) mengaku baru dapat kabar anaknya meninggal, sesaat setelah dirinya sampai di rumah.

“Saya juga tidak tahu kalau di dalam sana ada danau. Tapi kata warga di sana banyak lubang bekas tambang,” jelasnya singkat.

Dengan kembali tewasnya korban di lubang bekas tambang, Ahmad Setiawan merupakan korban ke-35 yang tewas akibat tambang batu bara, terutama di lubang bekas tambang.

Terkait dengan kejadian itu, Kepolisian dari Polsek Samarinda Ulu tengah menghimpun data, serta mencari saksi-saksi atas kejadian itu. (Kompas.com)

Media Andalas

Author: Media Andalas

Aksi Saran & Informasi

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.