Satu Alamat Digunakan Sampai 8 Calon Siswa, Ada Kejanggalan PPDB SMA di Kota Bandung

Hari pertama pendaftaran penerimaan peserta didik baru PPDB 2019 di SMAN 9 Bandung

Hari pertama pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019 di SMAN 9 Bandung pada Senin, (17/06/19) membeludak hingga malam hari.

MEDIAANDALAS.COM, BANDUNG – Dilansir dari TRIBUNJABAR.ID, Koordinator Komunitas Peduli Pendidikan Jawa Baratmenemukan kejanggalan pada pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019 tingkat SMA di Jawa Barat.

Laporan yang diterima, ada 8 siswa dan 4 siswa lainnya yang ingin mendaftar di SMA Negeri.

Dari data yang dihimpun timnya, 8 siswa dan 4 siswa tersebut berasal dari SMP yang sama dan ada yang berbeda, namun mereka mencantumkan alamat yang sama.

Koordinator Komunitas Peduli Pendidikan Jawa Barat, Iriyanto, mengatakan, delapan siswa beralamat di Jalan Bali dan empat siswa lainnya di Jalan Kalimantan Kota Bandung yang berdekatan dengan SMA Negeri di Kota Bandung.

“Itu yang satu tempat kontrakan katanya, yang kontrakan itu Jalan Kalimantan dan Bali dan ada temuan lagi ini antara kontrakan atau tempat bimbel, masih ditelusuri,” Ujar Iriyanto saat ditemui Tribun Jabar di Bandung, Kamis (20/06/19).

Iriyanto juga menduga ada pihak mengkoordinir satu alamat rumah, diisi beberapa calon siswa.

“Selanjutnya yang ada 8 KK, 8 siswa yang ada di satu alamat yaitu Jalan kalimantan No15 a, itu sepertinya ada yang mengkoordinir dan mengorganisir sehingga seperti itu. Sekarang saya sedang mencari benarkah terjadi transaksi uang atau tidak, karena kalo benar terjadi itu sudah ranahnya hukum,” ujarnya.

Sementara itu, hasil investigasi temuannya, Iriyanto mengatakan sebanyak 80 persen siswa lulusan SMP negeri, yang berdekatan dengan Jalan Kalimantan dan Bali sudah mengantongi alamat tinggal dekat dengan sekolah SMA tujuan.

“Saya menduga ini ada orang yg megang KK dan belum mengeluarkan, karena di hari terakhir itu sudah banyak. 80 persen udah punya alamat dekat sekolah, dia lagi cari momen kapan mau dikeluarkan KK nya nah kalau sepi dia keluarkan,” ujarnya.

Disinggung kemana 12 siswa tersebut mendaftar, Iriyanto menduga calon siswa tersebut mendaftar ke SMA 3 dan 5 Bandung, lantaran alamat tempat tinggal mereka tersebut dekat dengan sekolah itu.

“Rata-rata sasaran mereka itu yg lagi booming ketangkep itu SMAN 3, tapi kalau dilacak lagi SMAN 5 itu akan terjadi,” ujarnya.

Saat ini, ia sedang mencari apakah terjadi transaksi uang alias jual beli KK atau tidak, sebab jika hal itu terjadi maka sudah masuk ranah hukum pidana.
Maka,bisa saja Satgas Saber Pungli turun tangan untuk melakukan penyelidikan dan menetapkan sebagai pelanggaran hukum.

“Lalu ada indikasi juga terjadi transaksi, karena isu yang berkembang begitu dan secara logika itu mungkin karena 8 orang masuk 1 keluarga itu pasti ada yang ngurus, tidak mungkin tidak ada,” ujar Iriyanto yang juga Anggota Kelompok Ahli Satgas Saber Pungli Jawa Barat itu.

Iriyanto menambahkan, sejumlah kejanggalan tersebut saat ini tengah diselidiki oleh Pemprov Jabar yang terdiri dari Disdukcapil, Satpol PP, dan pihak RW setempat.

Dia mengapresiasi langkah tersebut karena apapun bentuk kecurangannya tidak boleh dibenarkan.

“Ini lagi diproses Disdik, dan saya imbau ke Disdik tegakkan Pergub itu dengan sebaik-sebaiknya, jangan pandang pilih, siapapun yang gunakan cara tidak baik maka harus ditegakkan,” ujarnya Iriyanto. (TRIBUNJABAR.ID)

Media Andalas

Author: Media Andalas

Aksi Saran & Informasi

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.