Rogoh Kocek Pribadi, Kepalo Tiyuh Kibang Trijaya Bangun Rumah Untuk Mbah Gimo

Supryanto Kepalo Tiyuh Kibang Trijaya

Foto Dok Media Andalas : Rogoh Kocek Pribadi, Kepalo Tiyuh Kibang Trijaya Bangun Rumah Untuk Mbah Gimo. [Basuni].

MEDIAANDALAS.COM, TUBABA – Supryanto Kepalo Tiyuh Kibang Trijaya, Kecamatan Lambu Kibang, Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), ahirnya membuatkan rumah sederhana untuk di tempati Sugimo atau yang di kenal dengan Mbah Gimo (80) Tahun warga Kibang Trijaya yang sempat viral dalam pemberitaan dan mediasosila (medsos) Mbah Gimo yang hidup sebatang kara dan hidup menyendiri di pinggir sungai Way Pidada selama bertahun-tahun.

kakek renta kelaihran 1939 ini tinggal di gubuk berukuran dua meter persegi yang tidak layak huni, bukan hanya usianya yang tua, bahkan, hampir semua sisi dinding gubuk terbuat dari ranting- ranting pohon yang disusun rapat walaupun masih terlihat banyak celah yang berlubang.

Mbah Gino kini dapat bernapas lega bahwa ia sudah di tangani pihak pemerintah yaitu Dinas Sosial dan sudah di ungsikan di salah satu rumah warga bahkan dari dinas sosila turun langsung untuk melihat keadaan Mbah Gimo dan di berikan sejumlah bantuan dari Dinas Sosial pada beberapa waktu yang lalu 23 Juli 2019.

Dikatan Supryato Kepalo Tiyuh Kibang Trijaya, bahwa untuk pembagun rumah sederhana yang akan di tempati Mbah Gimo tersebut dananya mengunakan uang pribadi.

Menurut Supryanto, “Sebenarnya pembangun untuk rumah Mbah Gimo tersebut bukan untuk kali pertama, sebelumnya, Mbah Gimo, dulu sudah pernah kita buatkan rumah sekitar beberapa tahun yang lalu tetapi rumah tersebut di jual mbah gimo lantaran pindah ke Lampung Tengah ikut dengan anaknya,” jelas Supryanto selaku Kepalo Tiyuh Kibang Trijaya.

“Jadi Mbah Gimo ini sudah kita buatkan rumah untuk yang kedua kalinya, bahkan rumah yang dulu itu di jual, lalu ikut anaknya,” ucap Supryanto kepada awak media di lokasi pembagunan rumah baru untuk Mbah Gimo, Sabtu (27/07/19).

“Sebenarnya sikap Mbah Gimo ini agak labil dengan faktor se-usianya sekarang, bahkan saya kaget mendengar berita bahwa Mbah Gimo terlantar di wilayah perkebunan pingiran sungai Way Pidada.” tambah Supryanto.

“Dengar berita tersebut, saya spontan kaget, yang saya tau Mbag Gimo itu tidak ada lagi disini, karena sudah ikut anak nya di Lampung Tengah, ternyata saya dengar informasi kalau Mbah Gimo tidak bersama anaknya lagi, karena kambingnya mati, begitulah sikap Mbah Gimo,” ungkapnya.

“Sebenarnya, keluarganya Mbah Gimo di Kibang Trijaya ini masih ada, bahkan masih banyak yang tergolong orang mampu, kalau Mbah Gimo ini nantinya masih mau pergi dari rumah yang sudah kita buatkan ini, saya engak tau mau berbuat apa lagi, mudah-mudahan dengan ada nya rumah baru ini lagi mbah gimo bisa betah menepatinya.” tandas Supryanto.

Rumah baru, sederhana Mbah Gimo, dibangun dengan ukuran 4 x 6 M, serta dapur juga perlengkapan sehari-hari untuk keperluan Mbah Gimo yang nantinya akan di tempati.

“Pembangunan ini biayanya saya rogoh dari kocek pribadi, kemudian tukang bangunanya bersama warga mengerjakan secara gotong, royong jadi Mbah Gimo di pastikan Insya Allah untuk hari Selasa besok, Mbah Gimo sudah bisa menempati rumah barunya.” pungkasnya. [Basuni].

Media Andalas

Author: Media Andalas

Aksi Saran & Informasi

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.