PT. Toba Pulp Lestari, Tbk (TPL) Memastikan Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) Perusahaannya Sudah Sesuai Prosedur

PT. Toba Pulp Lestari, Tbk (TPL) Memastikan Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) Perusahaannya Sudah Sesuai Prosedur

PT. Toba Pulp Lestari, Tbk (TPL) Memastikan Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) Perusahaannya Sudah Sesuai Prosedur

 

Foto Kolase : Bersama Manajer PT. Toba Pulp Lestari dan kolam ikan.
Foto Kolase : Bersama Manajer PT. Toba Pulp Lestari dan kolam ikan.

MEDIAANDALAS.COM, TOBA SAMOSIR – Menanggapi isu pencemaran dan kerusakan lingkungan di kawasan Danau Toba yang selalu di gulirkan berbagai elemen masyarakat, Manajemen PT. Toba Pulp Lestari, Tbk (TPL) angkat bicara terkait isu yang selalu di angkat oleh berbagai elemen masyarakat.

Demikian di katakan Manajer Lingkungan PT. Toba Pulp Lestari, Tbk (TPL) Jekson Sinurat kepada wartawan Simalungun Baik Cetak maupun Media Online di Pabrik PT. Toba Pulp Lestari, Tbk (TPL) yang bertempat Porsea, Desa Sosor Ladang, Kecamatan Parmaksian, Kabupaten Toba Samosir, Selasa (27/08/19).

Jekson Sinurat menyampikan bahwa PT Toba Pulp Lestari, Tbk (TPL) merupakan salah satu perusahaan penghasil bubur kertas yang mempunyai komitmen manjaga lingkungan sekitar kawasan Danau Toba.

Pihak perusahaan selalu konsisten dalam pengelolaan limbah produksi dengan cara menjaga dan merawat Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) serta pengolahan limbah cair perusahaan sesuai dengan prosedur yang telah di tetapkan Pemerinta yang tertuang dalam UU No. 5 Tahun 1984 Tentang Perindustrian Pasal 21 (1) “Perusahaan industri wajib melaksanakan upaya keseimbangan dan kelestarian sumber daya alam serta mencegahan kerusakan dan pencemaran terhadap lingkungan hidup.”

Perlu diketahui PT Toba Pulp Lestari Tbk adalah perusahaan yang ramah lingk­ungan dan tidak pernah melakukan pencemaran di Da­nau Toba, sebab limbah dari hasil pe­ngo­lahan bubur kertas (pulp) yang mereka hasilkan diolah sesuai standar peraturan.

Jekson Sinurat juga menjelaskan kepada para awak media terkait kadar asam (PH) air limbah sebelum dialirkan ke sungai Asahan.

Menurut penuturan Jekson, jika air limbah yang dialirkan ke sungai Asahan tidak membahayakan bagi lingkungan, karena sebelum limbah dialirkan sudah terlebih dulu diolah, dan kadar asam (PH) tidak melebihi 7,1.

“Untuk membuktikan air limbah yang dialirkan kesungai Asahan, PT TPL memelihara ternak bebek serta Ikan dengan air limbah. “Bisa kita lihat sendiri dampak air limbah tersebut apakah memang berdampak buruk kepada peliharaan ternak dan tanaman. Bebeknya sehat, tanaman subur,” ungkap Jekson seraya menunjukkan usaha ternak bebek, kolam ikan serta tanaman pertanian kepada para awak media.

“Dari hasil pengelolaan air limbah PT. Toba Pulp Lestari, Tbk (TPL) yang telah melalui tahapan proses penetralisiran, sebelum dialirkan ke Sungai Asahan air Limbah tersebut, setelah melalui itu semua baru lah dialirkan kesungai asahan dengan ketentuan Sudah AMAN dan Air tersebut juga digunakan untuk mandi oleh ribuan karyawan yang tinggal di kompleks perusahaan.” Ucap Jekson.

Terpisah Humas PT. Toba Pulp Lestari, Tbk (TPL), Norma Huta Julu di dampingi Juliandri Huta Barat dan sejumlah stafnya Menyampaikan “Limbah cair dari pengolahan kayu ecaliptus menjadi bubur kertas itu sudah diproses di instalasi pengolahan air limbah (Ipal) melalui tiga tahapan dan Air dari hasil pengolahan limbah industri ini tetap kita monitoring melalui alat yang sudah teruji” ungkapnya.

Norma Huta Julu juga mempersilahkan bagi siapa saja yang ingin meninjau operasional PT. Toba Pulp Lestari, Tbk (TPL). “Silahkan datang Pintu kami terbuka lebar untuk dikunjungi siapa saja yang ingin mengetahui informasi kebenarannya demi kemajuan Kawasan Danau Toba.” Tandasnya.

Terkait Kabar yang beredar di masyarakat bahwa PT. Toba Pulp Lestari, Tbk (TPL) salah satu perusahaan yang ikut sebagai penyum­bang pencemaran lingkungan Danau Toba, Nor­ma Huta Julu dengan Tegas Membantah isu tersebut.

Isu-isu tersebut sudah lama di­gaung­kan ke publik, bahkan hingga saat ini isu itu terus bergulir.

Norma secara terbuka kepada seluruh me­dia yang hadir memaparkan bahwa isu pencemaran Da­nau Toba yang dituduhkan ke PT. Toba Pulp Lestari, Tbk (TPL) tidak lahlah benar, “Kita sudah sama-sama melihat proses Pengololahan IPAL PT TPL Ini.” Ucapnya.

Di tempat terpisah Juliandri Huta Barat dampingi Suarno Simatupang mangatakan bahwa, “Tanaman Eucalyptus bisa hidup berdampingan dengan tanaman muda seperti cabe rawit, cabe merah, jahe, tomat, sayur kol, jagung dan berbagai sayuran lain, semua tumbuhan yang berdekatan dengan tanaman Eucalyptus sangat subur, jadi kami meyakinkan bahwa tanaman Eucalyptus tidak lah berbahaya bagi tanaman endemik lainnya yang ada di sekitar pohon tersebut.” kata Juliandri Huta Barat.

“Eucalyptus bisa hidup berdampingan dengan tumbuhan lainnya. Kita dapat menyaksikan langsung bahwa Eucalyptus tak merusak lingkungan seperti apa yang beredar selama ini di masyarakat” pungkas Juliandri Huta Barat. [7TG].

Media Andalas

Author: Media Andalas

Aksi Saran & Informasi

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.