Proyek Pemeliharaan Jalan Kabupaten Deli Serdang Terkesan Asal Jadi

Beberapa titik jalan yang dihampar dengan agregat batu pasir (sirtu)

Proyek Pemeliharaan Jalan Kabupaten Deli Serdang Terkesan Asal Jadi

MEDIAANDALAS.COM, DELI SERDANG – Kegiatan pemeliharaan jalan dibeberapa lokasi yang terpantau oleh mediaandalas.com di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara terkesan asal jadi dan tidak seperti diharapkan masyarakat maupun ketentuan standar.

Analisa pekerjaan pemeliharaan jalan seperti penghamparan permukaan badan jalan dengan sirtu (pasir batu-red) tidak diberi prime coat (cairan aspal) agar agregat yang dihampar mengikat dengan badan jalan dan tidak jauh dari badan jalan yang dihampar oleh sirtu tersebut.

Masih terdapat badan jalan yang berlubang, kondisi ini seperti tidak di jamah, buktinya sudah lebih tiga minggu sejak penghamparan sirtu belum dilakukan kelanjutan dari perbaikan jalan ini dapat dilihat pada ruas jalan Benteng Hilir dari mulai Sp. Titi Sewa Tembung menuju jalan Ismail Harun desa Bandar Khalipah kecamatan Percut Sei Tuan, Deli Serdang dan pekerjaan perbaikan jalan seperti dianggap selesai saja.

Kondisi jalan yang baru dikerjakan setelah turun hujan. [mierza]
Kondisi jalan yang baru dikerjakan setelah turun hujan. [mierza].

Lebih lanjut pada lokasi yang berbeda yaitu di Jalan Percut Sei Tuan persis di depan SMA Negeri 2 Lubuk Pakam, Kecamatan Lubuk Pakam pada hari Kamis (07/11/19) dilakukan penghamparan agregat batu kerikil mirip dengan bahan yang digunakan untuk bahan dasar jalan (base corse-red) pada separuh badan permukaan jalan sepanjang lebih kurang 50 meter, menurut sumber yang tidak ingin disebut namanya mengatakan pekerjaan dimulai Kamis lalu (07/11/19).

Kondisi permukaan jalan berlubang didesa Bandar Setia menuju Pasar XII Desa Sei Rotan kecamakan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang.
Kondisi permukaan jalan berlubang didesa Bandar Setia menuju Pasar XII Desa Sei Rotan kecamakan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang. [mierza].

Dengan menggunakan alat berat satu unit ucap sumber dari salah seorang warga yang berjualan didepan sekolah tersebut saat mediaandalas.com Deli Serdang ini melakukan investigasi dilokasi dimana kondisi permukaan jalan basah juga disebabkan air hujan dan juga kemungkinan dari agregat bahan yang dihampar mengandung air.

Aneh kegiatan ini hanya menghampar agregat batu bercampur pasir untuk permukaan badan jalan kemudian pada hari Sabtu (09/11/19) rambu lalu lintas diangkat dengan mobil pikup oleh salah seorang supir yang diduga anggota pelaksana kerja pergi meninggalkan lokasi dengan segera dan alat berat atau peralatan lain tidak berada lagi dilokasi. Diperkirakan pekerjaan hanya dilakukan dua hari.

Jalan didepan SMA Negeri 2 Lubuk Pakam setelah selesai dihampar dengan agregat untuk perkerasan jalan. [mierza].
Jalan didepan SMA Negeri 2 Lubuk Pakam setelah selesai dihampar dengan agregat untuk perkerasan jalan. [mierza].

Sampai saat berita ini dinaikkan Jum’at (15/11/19) kondisi permukaan jalan yang dihampar agregat batu ini belum dilanjutkan sementara akibat curah hujan belakangan ini permukaan jalan tersebut tergenang air kembali.

Ditempat lain pada ruas jalan menghubungkan Desa Bandar Setia yaitu Jalan Pendidikan menuju Pasar XII Jl. Perjuangan Desa Sei Rotan yang juga menghubungkan ke Desa Bintang Meriah Kecamatan Batang Kuis pada beberapa titik terdapat lubang lubang pada jalan tersebut.

Namun seperti dibiarkan, anehnya pada bagian permukaan jalan di hampar sirtu maupun batu pecah pada beberapa tempat.

Hal ini menimbulkan pertanyaan pemeliharaan jalan itu yang bagaimana?apakah lubang – lubang tidak perlu ditutup agar pengendara lalu lintas merasa nyaman dan tidak berdampak terjadinya kecelakaan yang kerap terjadi akibat lobang pada badan jalan baik pada siang hari maupun malam.

Kabid Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Deli Serdang ketika dikonfirmasi oleh mediaandalas.com Jum’at (15/11/19) dikantornya, tidak berhasil ditemui, menurut salah seorang pegawai sedang rapat, sementara Kasi Pemeliharaan Mufrizal, ST yang dihubungi via telpon seluler tidak mengangkat. [mierza].

Media Andalas

Author: Media Andalas

Aksi Saran & Informasi

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.