Perusahaan Besar Tak Memiliki Izin APU dan B3 Namun Masih Beroperasi Di Kawasan Danau Toba

Perusahaan Besar Tak Memiliki Izin APU dan B3 Namun Masih Beroperasi Di Kawasan Danau Toba

Perusahaan Besar Tak Memiliki Izin APU dan B3 Namun Masih Beroperasi Di Kawasan Danau Toba

Perusahaan Besar Tak Memiliki Izin APU dan B3 Namun Masih Beroperasi Di Kawasan Danau Toba

MEDIAANDALAS.COM, SIMALUNGUN – Sejumlah Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara Kamis lalu berkunjung ke-Danau Toba dalam kunjuang tersebut Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara Komisi B berhasil mengungkap Izin Air Pemanfaatan Umum dan izin pembuangan limbah bahan bahan Beracun milik PT. Aquafarm yang kini sudah berganti nama menjadi PT. Regal Spring Indonesia itu, ternyata sudah lama tidak memiliki Izin Air Pemanfaatan Umum (APU) dan izin pembuangan limbah Bahan bahan Beracun (B3).

Baca Juga : PT. Regal Springs Indonesia “Aguafarm” Akui Tidak Miliki Ijin Apu dan Limbah B3 Lagi

Namun anehnya hingga Saat ini PT. Aquafarm yang berganti nama menjadi PT. Regal Spring Indonesia itu masih beroperasi dengan tenang-tenang Saja di kawasan Danau Toba seperti yang ada di Kabupaten Toba Samosir dan Kabupaten Samosir Masih tetap berlangsung Kegiatan pembesaran Jutaan Ekor ikan Nila walupun tidak ada IZIN APU dan IZIN B3 nya.

Menanggapi temuan Sejumlah Anggota DPDRSU terkait Izin Air Pemanfaatan Umum (APU) dan izin pembuangan limbah Bahan bahan Beracun (B3) milik Sebuah Perusahaan Besar yang masih Kokoh berdiri di Kawasan Danau Toba Anggota DPRD Sumatera Utara Richard Sidabutar Geram terhadap temuanya itu.

Richard Sidabutar mengatakan “Dengan tidak diperpanjangnya lagi izin Air Pemanfaatan Umum (APU) dan izin pembuangan limbah Bahan bahan Beracun (B3) tersebut sama artinya PT. Aquafarm Nusantara selama ini beroperasi tanpa mengantongi izin Air Pemanfaatan Umum dan izin pembuangan limbah Bahan bahan Beracun.”

Karena itu Richard Sidabutar meminta kepada Pemerintah Pusat sebagai pemberi izin operasional untuk PMA mempertimbangkan keberadaan keramba jaring apung milik PT. Aquafarm yang diduga telah mencemaran Air Danau Toba, khususnya di sekitar wilayah operasional PT. Aquafarm, terbukti dengan tidak diperpanjangnya izin Air Pemanfaatan Umum (APU) oleh pemerintah Sumatera Utara. (Pempropsu).

Richard Sidabutar meminta kepada Gubernur Sumatera Utara agar secepat mungking mengambil tindakan tegas dengan menghentikan seluruh operasional PT. Aquafarm yang berganti nama menjadi PT. Regal Spring Indonesia yang masih tetap beroperasi di kawasan Danau Toba walau tidak ada IZIN APU nya.

Politisi Partai Gerakan Indonesia Raya atau Partai Gerindra ini juga mengingatkan, pencemaran lingkungan ini juga telah sering disampaikan masyarakat sekitar Danau Toba kepada DPRD Sumut. Karena itulah perlu ada sikap yang tegas agar nantinya masyarakat sekitar tidak dirugikan dengan dampak-dampak pencemaran tersebut.” Ucap Richard.

Hal tersebut terungkap ketika Richard Sidabutar bertanya kepada Manager Legal PT. Aquafarm Marsel Tristan yang didampingi Senior Manager Comunity Dian Oktavia saat Rapat disebuah Hotel Kecamatan Dolok Pardamean Nagori Tiga Ras kamis 29 yang lalu.

Manager Legal PT. Aquafarm Marsel Tristan yang didampingi Senior Manager Comunity Dian Oktavia yang menjawap pertanyaan dari Richard Sidabutar dengan mengatakan dan mengakui terkait izin Air Pemanfaatan Umum dan izin pembuangan limbah Bahan bahan Beracun milik PT. Aquafarm hingga saat ini belum dapat diperpanjang karena masih terkendala dengan masalah penentuan zonasi dan izin limbah B3 masih tahap pengajuan dan untuk limbah PT. Aquafarm selama ini masih dimanfaatkan masyarakat sekitar.” Kata Marsel.

Manager Legal PT. Aquafarm Marsel Tristan juga mengatakan “Walaupun PT. Aquafarm belum keluar IZIN Air Pemanfaatan Umum, Numun PT. Aquafarm Nusantara (PT. Regal Spring Indonesia) tetap membayar Pajak APU nya “kata marsel, Lanjut Richard juga tidak serta merta percaya dan meminta kepada marsel terbuka terang menerang Mana Bukti Pembayaran Pajak APU PT. Aquafarm lalu Marsel tidak bisa menunjutkan Bukti Pembayaran Pajak APU pada saat Itu, Richard Sidabutar Pun Geram terhadap Jawapan yang di berikan Marsel.

Sementara itu Mangaliat Simarmata aktivis Jendela Toba mempertanyakan? kenapa Sebuah perusahaan besar bisa beroperasih trus menerus di Danau Toba tampak memiliki IZIN Air Pemanfaatan Umum (APU) ada apa ini? kata Mangaliat. 

Mangaliat juga meminta Kepada Pemerintah Pusat agar Operasional PT. Aquafarm dihentikan dulu dari Danau Toba dikarenakan PT. Aquafarm belum di terbitkannya IZIN APU nya lagi oleh Pemerintah Sumatera Utara.” kata Mangaliat. [7TG].

Media Andalas

Author: Media Andalas

Aksi Saran & Informasi

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.