Perencanaan Matang Dalam Pembangunan Kawasan Wisata Tubaba

Bupati Tubaba H. Umar Ahmad, SP

Foto Ist: Bupati Tubaba H. Umar Ahmad, SP,.

Perencanaan Matang Dalam Pembangunan Kawasan Wisata Tubaba

Perencanaan Matang Dalam Pembangunan Kawasan Wisata Tubaba
Perencanaan Matang Dalam Pembangunan Kawasan Wisata Tubaba. [Basuni].

 

MEDIAANDALAS.COM, TUBABA – Pada tahun 2020 nanti Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) bakal dibangun Kereta Api Wisata sepanjang 6 kilometer.

Tim Pemkab Tubaba yang dipimpin langsung oleh Bupati Tubaba H. Umar Ahmad, SP,. telah beraudiensi ke Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementrian Perhubungan guna membahas rencana Pembangunan Jalur Kereta Api Wisata.

Tim Pemkab Tubaba yang dipimpin langsung oleh Pak Bupati Tubaba H. Umar Ahmad, SP telah beraudiensi ke Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementrian Perhubungan guna membahas rencana pembangunan jalur Kereta Api Wisata.
Tim Pemkab Tubaba yang dipimpin langsung oleh Bupati Tubaba H. Umar Ahmad, SP telah beraudiensi ke Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementrian Perhubungan guna membahas rencana pembangunan jalur Kereta Api Wisata. [Dok Pemkab Tubaba].

 

Hal ini merupakan tindak lanjut dan respon positif dari Direktur Jenderal Perkeretaapian Ir. Zulfikri, MSc., DEA,. dan Sekretaris Direktur Jenderal Perkeretaapian Zulmafendi, SE,. M.Sc,. Menteri Perhubungan RI dengan Pemkab Tubaba.

Marwan, Kepala Dinas Perhubungan Tubaba mengatakan Pemerintah Kabupaten Tubaba dalam waktu dekat akan segera membangun jalur kereta api wisata setelah pemkab beraudensi dengan Direktur Jenderal Perkeretaapian.

Komplek Islamic Center Tubaba
Komplek Islamic Center Tubaba. [Basuni].

 

Dijelaskannya, rencana Pembanguna Jalur Kereta Api tersebut akan menempuh rute dari kawasan Komplek Islamic Center, Kelurahan Panaragan Jaya, Kecamatan Tulang Bawang Tengah sampai dengan Tiyuh Kagungan Ratu yang mana jalur tersebut nantinya akan melintasi irigasi pengairan dengan panjang 6 kilometer.

Hasil pertemuan antara Dirjen Perkeretaapian memberikan masukan kepada Pemkab Tubaba dalam melakukan Pembangunan Jalur Kereta Api Wisata nantinya tetap berpedoman kepada Undang – Undang nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian.

Sebelum melakukan pembangunan, Pemkab Tubaba juga akan melakukan studi kelayakan dan fase-fase lainnya.

Dirjen Perkeretaapian menyarankan sebelum melakukan konstruksi alangkah baiknya Pemkab Tubaba mempersiapkan beberapa studi, diantaranya kelayakan, studi penetapan trase, Detail Engineering Design (DED) dan lainnya.

Apabila studi tersebut telah selesai, sambung dia, maka selanjutnya tahapan yang akan dilakukan yaitu pengadaan rel beserta komponennya yang dalam hal ini akan dilakukan skema pelimpahan aset hibah dari Direktorat Jenderal Perkeretaapian kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Tubaba.

Sedangkan untuk poin pembebasan lahan dan pembangunan konstruksi jalur kereta api nantinya direncanakan akan dibangun oleh Pemerintah Kabupaten Tubaba sendiri setelah menyelesaikan study dan telah rampung.

Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) terus mengembangkan sektor pariwisata disamping berjalannya Program Pembangunan Infrastruktur, Sumber Daya Manusia, dan Program Kerja lainnya.

Selain Pembangunan Jalur Kereta Api Wisata sepanjang 6 kilometer Pemkab Tubaba telah melakukan pengembangan kawasan wisata guna mewujudkan Tubaba menjadi Destinasi di Lampung.

Hal ini merupakan Konsep Pembangunan Pemerintah Kabupaten Tubaba di bawah kepemimpinan Bupati H. Umar Ahmad, SP,. terus berfikir keras agar “Bumi Ragem Sai Mangi Wawai” menjadi salah satu Destinasi Wisata di Lampung.

Program Pengembangan Sektor Pariwisata akan menjadi Fokus Perencanaan Pembangunan ke depan.

Geliat dalam upaya menggali Potensi Wisata yang masih terpendam di “Bumi Ragem Sai Mangi Wawai” pun terus dilakukan.

Selain Pembangunan Infrastruktur yang semakin gencar dilakukan sebagai salah satu upaya dalam mendorong peningkatan dan laju perekonomian masyarakat, berbagai keberhasilan pembangunan dalam rangka menjadikan Tubaba sebagai destinasi juga semakin nyata dirasakan.

Beberapa Ikon Kabupaten yang dibangun oleh Pemkab setempat terbukti berhasil menarik perhatian masyarakat luas.

Komplek Islamic Center di Kelurahan Panaragan Jaya Kecamatan Tulang Bawang Tengah
Komplek Islamic Center di Kelurahan Panaragan Jaya Kecamatan Tulang Bawang Tengah. [Basuni].

 

Seperti Komplek Islamic Center di Kelurahan Panaragan Jaya Kecamatan Tulang Bawang Tengah tempat berdirinya Masjid Bhaitus Shobur atau yang lebih dikenal dengan sebutan Masjid 99 Cahaya Asmaul Husna dan “Sesat Agung Bumi Gayow Ragem Sai Mangi Wawai”.

Masjid Bhaitus Shobur atau yang lebih dikenal dengan sebutan Masjid 99 Cahaya Asmaul Husna dan Sesat Agung Bumi Gayow Ragem Sai Mangi Wawai.
Masjid Bhaitus Shobur atau yang lebih dikenal dengan sebutan Masjid 99 Cahaya Asmaul Husna dan Sesat Agung Bumi Gayow Ragem Sai Mangi Wawai. [Basuni].

 

Di komplek “Dunia Akhirat” ini, masjid megah dengan desain arsitektur yang unik penuh makna tersebut tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah dan balai adat juga tidak hanya menjadi pusat kegiatan adat dan budaya masyarakat di Tubaba.

Lebih dari itu, kedua bangunan ini menjadi salah satu ikon kabupaten yang berhasil menarik minat pengunjung untuk berbondong – bondong mendatanginya.

Tidak hanya dari seputaran Tubaba, mereka yang berasal dari luar daerah juga rela meluangkan waktunya datang ke Tubaba.

Tugu Rato Nago Besanding (Tugu Naga).
Tugu Rato Nago Besanding (Tugu Naga).

 

Tak jauh dari lokasi Islamik Center (sekitar 300 meter) ke arah pusat Pemerintahan berdiri megah Tugu Rato Nago Besanding (Tugu Naga).

Bangunan ini menjadi salah satu simbol adat budaya di Kabupaten ini, sebab budaya yang kental melekat pada tugu tersebut. Hal Itu terlihat dari sepasang pengantin dengan pakaian adat Lampung.

Dan hebatnya lagi, sepasang Naga sebagai simbol semangat “Bumi Ragem Sai Mangi Wawai” untuk terus maju membuat tugu ini semakin bernilai. Tugu Rato tersebut menjadi salah satu kebanggaan masyarakat Tubaba.

Bangunan bernilai estetika dan budaya ini juga berhasil menghipnotis pengunjung hingga berdecak kagum saat melihatnya.
Bangunan bernilai estetika dan budaya ini juga berhasil menghipnotis pengunjung hingga berdecak kagum saat melihatnya. [Basuni].

 

Bangunan bernilai estetika dan budaya ini juga berhasil menghipnotis pengunjung hingga berdecak kagum saat melihatnya.

Relief Tiga Dimensi atau Dinding Ornamental
Relief Tiga Dimensi atau Dinding Ornamental. [Basuni].

 

Bangunan bercorak Khas Budaya Penduduk Asli Tubaba lainya juga ada di Pusat Ibukota Kabupaten Tubaba tepatnya disebelah Timur Tiyuh Panaraga,  yakni Relief Tiga Dimensi atau Dinding Ornamental yang membentang seratusan meter sepanjang jalan tersebut.

Patung Megou Pak (Marga Empat) Tubaba
Patung Megou Pak (Marga Empat) Tubaba. [Basuni].

 

Kemudian Patung Megou Pak (Marga Empat) Tubaba, bangunan monumen yang melambangkan 4 Marga adat Lampung di daerah setempat yang dibangun oleh Pemkab Tubaba di ruas jalan Leter S Panaragan.

Patung Relief Empat Marga di Tulang Bawang Barat
Patung Relief Empat Marga di Tulang Bawang Barat. [Basuni].

 

Patung Relief Empat Marga di Tulang Bawang Barat

1. Marga Tegamo’an terdiri dari Kampung-kampung : Pagar Dewa (Pusatnya), Menggala, Bakung Ilir, Meresou, Sukaraja, Banjar Agung, Teladas, Panaragan, Bandar Dewo, Menggala Mas, Pagar Dewa Baru

2. Marga Buay Bulan terdiri dari kampung-kampung : Lebuh Dalam, Kibang Dalam, Gunung Katun, dan Karta (Kertou).

3. Marga Swai Umpu terdiri dari kampung-kampung : Ujung Gunung Udik, Ujung Gunung, Ilir, Bakung Udik, Gunung Terang, Gunung Agung

4. Marga Haji  terdiri dari kampung-kampung : Gedung Haji, Gedung Meneng, Gunung Tapa, Kota Karang

Patung Relief Empat Marga di Tulang Bawang Barat

Relief Megow Pak dibangun pada tahun 2016 diruas Jalan Provinsi leter S Panaragan menuju Kantor Pemerintah Daerah Tulang Bawang Barat.

Patung Relief Empat Marga di Tulang Bawang Barat
Patung Relief Empat Marga di Tulang Bawang Barat. [Basuni].

 

Dahulu letak Patung Empat Marga terdapat banyak pohon – pohon dan rawan kecelakaan, namun kini berkat kepedulian Pemerintah Daerah Tulang Bawang Barat membangun relief tersebut sekarang tidak pernah sepi akan pengunjung, bahkan Patung Empat Marga ini juga menjadi spot selfie favorit  yang menarik wisata lokal maupun luar wilayah Tulang Bawang Barat.

Kedua bangunan ini juga menonjolkan Kearifan Lokal (budaya lokal) yang ada di wilayah tersebut bahkan saat ini sudah menjadi salah satu destinasi bagi mereka yang berkunjung ke Tubaba.

Keberhasilan pembangunan ini tentunya tak lepas dari perencanaan yang terarah, cermat dan terukur.

Perencanaan merupakan salah satu dari mata rantai proses Pembangunan Daerah yang dilakukan secara cermat dengan dukungan data dan informasi yang akurat sehingga menghasilkan rencana Pembangunan Kabupaten yang tepat sasaran dan bermanfaat bagi seluruh masyarakat.

Terbukti, kedatangan para pengunjung ke beberapa Ikon Kabupaten ini sesuai dengan Tujuan Dasar Rencana Pembangunannya, yakni menjadikan Tubaba sebagai salah satu destinasi yang diharapkan menjadi penunjang dalam menggerakkan roda perekonomian masyarakat di daerah setempat.

Pencapaian yang berhasil dilakukan itu semakin  memotivasi  Pemkab Tubaba untuk terus melakukan terobosan dalam menciptakan destinasi wisata lainnya demi kemajuan daerah yang baru berusia 9 tahun tersebut.

Setelah beberapa ikon wisata yang telah dikenal hingga tingkat Nasional bahkan mancanegara tersebut,  Pemkab Tubaba saat ini juga mulai berencana untuk menciptakan lokasi wisata baru dengan konsep wisata berwawasan lingkungan (Ekowisata).

Dalam perencanaan yang tengah digagas ini, Kecamatan Lambu Kibang direncanakan menjadi pilot project pengembangan kawasan wisata tersebut.

Wisata Bersepeda juga mulai terancang dalam geliat menggali potensi wisata di daerah setempat.
Wisata Bersepeda juga mulai terancang dalam geliat menggali potensi wisata di daerah setempat. [Basuni].

 

Bahkan identifikasi awal terhadap beberapa titik potensi Ekowisata yang ada di Kecamatan tersebut sudah dilakukan, salah satunya di embung Tiyuh Gunung Sari yang beberapa waktu lalu sudah dilakukan peninjauan langsung oleh Bupati H. Umar Ahmad, SP,.

Tidak hanya itu, wisata bersepeda juga mulai terancang dalam geliat menggali potensi wisata di daerah setempat. Bahkan, hal itu sudah diawali dengan “Starting The Nenemo Inspiration Expedition” yang dipimpin langsung oleh Bupati Tubaba H. Umar Ahmad, SP,. bersama dengan Wakil Bupati Fauzi Hasan awal September lalu.

Bupati Tubaba, H. Umar Ahmad, SP,.
Bupati Tubaba, H. Umar Ahmad, SP,. [Dok Pemkab Tubaba].

 

Lokasi yang direncanakan menjadi pusat wisata bersepeda ini adalah di seputaran Tiyuh Tirta Kencana dan Mulya Jaya Kecamatan Tulang Bawang Tengah dan jalan irigasi direncanakan menjadi akses perjalanan bersepeda nantinya.

Bahkan, jalur bersepeda itu digadang-gadang akan berstandar internasional sehingga diharapkan semakin menarik minat wisatawan, baik lokal, luar Daerah, Nasional, hingga Internasional.

Program pengembangan sektor pariwisata melalui upaya menciptakan destinasi wisata ini diyakini dapat semakin mendongkrak perekonomian masyarakat.

Konsep Ekowisata Alam Berkelanjutan yang memadukan Aspek Ekologi, Ekonomi dan Edukasi.

Semua pihak harus optimis, Tubaba yang semula hanya Daerah yang “Bukan-Bukan” (Bukan Lintasan dan Bukan Tujuan) lambat laun sebutan itu akan tergerus oleh kemajuan destinasi wisata yang ada, belum lagi ditopang oleh Jalan Tol Trans Sumatera yang kini sedang dibangun oleh Pemerintah Pusat yang juga melintasi wilayah Tubaba tentu menjadi peluang besar bagi Pemerintah Daerah untuk terus berupaya memaksimalkan berbagai macam potensi yang ada di daerah setempat.

Pemkab Tubaba juga akan membangun kawasan Ekowisata di Kecamatan Lambukibang. Lokasi yang dilirik danau/embung seluas 10 Ha di Tiyuh Gunungsari.

Konsep Ekowisata Alam Berkelanjutan yang memadukan Aspek Ekologi, Ekonomi dan Edukasi.

Lokasi Ekowisata berkonsep air dan taman ini berdekatan dengan lintasan pembangunan ruas jalan Tol Sumatera Terbanggi Besar – Pematangpanggang yang melintasi  Kecamatan setempat. Ekowisata ini akan menjadi Ikon Kabupaten.

“Ekowisata ini akan dijadikan destinasi wisata baru bagi masyarakat Tubaba. Harapannya, untuk lokasi wisata masyarakat enam Kecamatan di wilayah utara Kabupaten, sekaligus bagi pengguna Jalan Tol,” ujar Fauzi Hasan Wakil Bupati Tubaba mendampingi H. Umar Ahmad, SP,. Bupati Tubaba baru-baru ini.

Pembangunan Ekowisata ini akan mendampingi Konsep Pembangunan Q-Foresh dan Pembangunan Kawasan Kota Timur Laut Lampung di tiga Kecamatan di wilayah selatan Ibukota Kabupaten. “Lokasi Ekowisata ini milik Tiyuh. Masyarakat meminta Pemkab melakukan penataan menjadi lokasi wisata,” ujarnya.

Untuk mewujudkan kawasan wisata tersebut, Pemkab sedang menyusun Master Plan  rencana pembangunan tersebut.

Konsep dasar penyusunan Master Plan pembangunan Ekowisata Danau dengan Konsep Ekowisata Alam Berkelanjutan yang memadukan Aspek Ekologi, Ekonomi dan Edukasi.

“Konsep pembangunannya tetap mengangkat kebudayaan lokal yang dipadukan dengan Konsep Konservasi Alam,” ujar Wabup.

Dia menjelaskan di Kecamatan Lambukibang tersebut terdapat empat Embung dan yang paling luas Embung Gunungsari.

“Empat lokasi ini rencananya akan saling terintegrasi dan saling terkoneksi dengan pembangunan konsep wisata yang berbeda. Harapannya, masyarakat akan memiliki cerita dan kepuasan yang berbeda jika masuk dalam empat embung tersebut,” kata dia.

Rencananya pembangunan tersebut lanjut dia,  akan dimulai tahun depan dengan  menggunakan APBD 2019. Bahkan, kata dia, Bupati dan wakil bupati juga sudah meninjau lokasi tersebut bersama dengan SKPD dan tokoh masyarakat yang didampingi aparatur Kecamatan dan Tiyuh.

“Pembangunannya akan dilakukan secara bertahap dan dimulai tahun depan. Sekarang kita sedang mematangkan perencana,“ pungkasnya. [Adv].

Media Andalas

Author: Media Andalas

Aksi Saran & Informasi

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.