Pendamping PKH Penumangan Diduga Tabrak UU Nomor 13 Tahun 2011 Tentang Penanganan Fakir Miskin

Pendamping PKH Penumangan Diduga Tabrak UU Nomor 13 Tahun 2011 Tentang Penanganan Fakir Miskin
Media Andalas
Follow me

Pendamping PKH Penumangan Diduga Tabrak UU Nomor 13 Tahun 2011 Tentang Penanganan Fakir Miskin

MEDIAANDALAS.COM, TUBABA – Terkait dengan adanya Dugaan Penyimpangan Program Keluarga Harapan (PKH) di Tiyuh Penumangan Kecamatan Tulang Bawang Tengah Kabupaten Tulang Bawang Barat ternyata ada pelanggaran aturan.

Mengacu pada Undang-undang Nomor 13 Tahun 2011 tentang Penanganan Fakir Miskin Pasal 11 ayat (3) Setiap orang dilarang memalsukan data fakir miskin baik yang sudah diverifikasi dan divalidasi maupun yang telah ditetapkan oleh Menteri.

Dalam Pasal 36 ayat (1) Sumber pendanaan dalam penanganan fakir miskin, meliputi:
a. Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara;
b. Anggaran pendapatan dan belanja daerah;
c. Dana yang disisihkan dari perusahaan perseroan;
d. Dana hibah baik dari dalam maupun luar negeri; dan
e. Sumber dana lain yang sah dan tidak mengikat.

Penegasannya pada Pasal 38 “Setiap orang atau korporasi dilarang menyalahgunakan dana penanganan fakir miskin sebagaimana dimaksud dalam Pasal 36 ayat (1).”

Di beritakan sebelumnya saat Disambangi dikediaman nya, Pada Sabtu (12/10), koordinator PKH kecamatan Tulangbawang Tengah Agus Basri menuturkan, “sebenarnya nama-nama tersebut di alihkan kepada warga Lain yang berada suku 5 Tiyuh Penumangan termasuk ibuk Berti dan itu keterangan dari Agus Salim selaku pendamping Tiyuh penumangan,”ujar Agus.

Kemudian, korcam mengakui bahwa Berti seharus menerima dana PKH tersebut sejak 2018 hingga sekrang tetapi dana PKH tersebut tersalurkan ke orang lain.  Bahkan ternyata benar ada nya data Berti tersebut di bank terdaftar sebagai peserta penerima PKH dan dananya ada tersalurkan tetapi orang lain yang menikmati dana tersebut.

Sementara di ketahui bahwa pada hari Sabtu (20/10/2019) terdapat 6 warga Tiyuh Penumangan yang di panggil untuk melakukan pertemuan dengan pendamping PKH Tiyuh Penumangan Agus Salim. Dari ke 6 warga tersebut terdapat 3 warga terdaftar Penerima PKH namun tidak mendapatkan dan 3 lagi adalah warga yang memegang kartu yang bukan haknya.

Menurut informasi yang di peroleh dari Sekretaris Tiyuh setempat, Tujuan pertemuan tersebut merupakan pengembalian kartu dari yang bukan penerima ke penerima aslinya.

“Iya betul tadi ada pertemuan dengan warga atas permintaan Agus Salim pendamping PKH.” Ucap sekretaris Tiyuh Penumangan.

Sekretaris tiyuh tersebut menjelaskan, dalam pertemuan tersebut Agus Selaku pendamping PKH meminta kepada 3 warga yang tidak menerima bantuan tersebut untuk membuat Surat pernyataan agar tidak melakukan tuntutan karena hak nya sudah di alihkan.

Hal senada juga di ungkapkan oleh salah satu warga yang baru saja di berikan kartu miliknya mengatakan. “Iya abis di kasih kartu tadi kami di minta oleh agus untuk membuat surat pernyataan agar gak saling nuntut.” Ungkap salah seorang sumber yang tidak dapat di sebutkan namanya.

Sementara sampai saat ini dari Sebelas dugaan penyimpangan Kartu PKH pendamping baru mengembalikan Tiga kartu. [Basuni/Pras].

 8,752 kali dibaca,  1 kali dibaca hari ini

Media Andalas

Author: Media Andalas

Aksi Saran & Informasi

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.