Ombudsman RI Banten, Rapid Assessment 2019 di Kabupaten Lebak dan Kabupaten Pandeglang

Ombudsman RI Banten, Rapid Assessment 2019 di Kabupaten Lebak dan Kabupaten Pandeglang

Ombudsman RI Banten, Rapid Assessment 2019 di Kabupaten Lebak dan Kabupaten Pandeglang

MEDIAANDALAS.COM, BANTEN – Kota Serang (Banten) Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Banten mengadakan Workshop Diseminasi Hasil Kajian Cepat (Rapid Assessment) tentang Akses Pelayanan Publik Dasar Wilayah Marjinal di Provinsi Banten, Selasa, (15/10/19).

Pada kesempatan tersebut, Kepala Perwakilan Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Banten Bambang P. Sumo, mengatakan, latar belakang workshop ini, yakni belum semua warga negara dan penduduk Indonesia memiliki peluang dan kesempatan yang sama untuk dapat mengakses pelayanan publik. Banyak Desa yang kesulitan dalam aksesibilitasnya terhadap pelayanan publik, tidak seperti masyarakat yang tinggal di daerah lain.

Ombudsman RI Banten, Rapid Assessment 2019 di Kabupaten Lebak dan Kabupaten Pandeglang
Ombudsman RI Banten, Rapid Assessment 2019 di Kabupaten Lebak dan Kabupaten Pandeglang. [Agus].

“Pemberitaan berita bahwa telah viral di media sosial ada beberpa pasien di Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Lebak yang harus ditandu hanya untuk mencapai fasilitas Kesehatan seperti Puskesmas karena sulitnya akses untuk mendapatkan fasilitas Kesehatan tersebut. Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Lebak dipilih menjadi Lokus Penelitian karena keduanya merupakan penyumbang angka kemiskinan yang cukup tinggi di Provinsi Banten kemudian luas wilayah yang sangat luas dibandingkan dengan wilayah lainnya selain itu karena secara geografis Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Lebak berada di wilayah Selatan Provinsi Banten yang pembangunannya belum merata dan tingkat indeks pembangunan manusianya masih termasuk rendah. Investigasi inisiatif atas dasar sendiri terkait Infrastruktur jalan yang berada di wilayah Provinsi Banten khususnya ruas jalan yang berada di Pedesaan di wilayah Kabupaten Lebak dan Kabupaten Pandeglang dan hasilnya dalam kondisi rusak parah sulit diakses oleh masyarakat,” jelas Bambang P. Sumo, dalam pemaparannya mengenai latar belakang observasi tersebut.

Lanjut, Bambang P. Sumo, mengatakan, metode penelitian kualitatif, dengan teknik pengumpulan data berupa studi pustaka, pengamatan / observasi, wawancara mendalam, dan FGD.

“Indikator observasi, yaitu pelayanan kesehatan, pelayanan pendidikan, infrastruktur jalan, dan sarana transportasi,” kata Bambang P. Sumo.

Kontributor Banten : Agus

Editor : Eka Himawan

Media Andalas

Author: Media Andalas

Aksi Saran & Informasi

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.