Muspika Penanggalan Kecewa Terhadap PT. Laot Bangko Dalam Acara Simulasi Karhutla

Muspika Penanggalan Kecewa Terhadap PT. Laot Bangko

Muspika Penanggalan Kecewa Terhadap PT. Laot Bangko Dalam Acara Simulasi Karhutla yang diketahui sebelumnya merekomendasikan 25 orang kariyawan namun yang hadir hanya berjumlah 3 orang. [Ramona].

MEDIAANDALAS.COM, SUBULUSSALAM – Danramil 05/Simpang Kiri yang membawahi Pos Koramil Kecamatan Penanggalan Kapt. Inf. M. Musa, Menyanyangkan atas ketidak hadiran pihak perusahaan PT Laot Bangko atas pelaksanaan simulasi Pengendalian Kebakaran Hutan dan lahan (Dalkarhutla) dilapangan SKPC. Minggu, (06/10/19).

“Apresiasi kepada PT. GSS yang sangat antusias mengikuti Simulasi Dalkarhutla ini, namun muspika penanggalan sangat kecewa tingkat kehadiran pt laot bangko saya beri nilai nol,” kata Musa, dihadapan Muspika Kecamatan Penanggalan.

Menurutnya, Pelaksanaan Simulasi ini sangat penting di himbaukan kepada seluruh kariyawan perusahaan dan masyarakat untuk tidak membakar hutan dan lahan sebagai mana di atur dalam Undang Undang.

“Pertama, UU Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan. Pasal 78 ayat 3 berisi, pelaku pembakaran hutan dikenakan sanksi kurungan 15 tahun dan denda maksimal Rp 5 miliar. Lalu, Pasal 78 ayat 4 berbunyi, pelaku pembakaran hutan dikenakan sanksi kurungan 5 tahun dengan denda maksimal sebesar Rp 1,5 miliar.” Kata Danramil Simpang Kiri.

Kekesalan Musa, tanpak dari gestur wajahnya ketika ia memberikan sambutan dalam simulasi itu, sempat berkali-kali ia sebutkan kekecewan kepada pihak PT. Laot Bangko yang dinilai menyepelekan Muspika Kecamatan Penanggalan yang diketahui sebelumnya merekomendasikan 25 orang kariyawan namun yang hadir hanya berjumlah 3 orang.

”Sekali lagi saya memberikan nilai nol kepada PT. Laot Bangko karena tidak pro aktif dalam kegiatan penting seperti ini.” Tegasnya.

Kegiatan Simulasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) ini, dilaksanakan oleh Polsek Penanggalan yang melibatkan unsur TNI Muspika dan Perusahaan.

Kepada Media Andalas Kota Subulussalam ini Iptu Syahril SE, Kapolsek Kecamatan Penanggalan mengatakan bahwa simulasi ini adalah sebagai sosialisasi kepada masyarakat dan perusahaan untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan yang dapat menimbulkan bencana asap sebagai mana isu nasional yang marak terjadi.

“Simulasi ini agar Pemerintah Desa dan masyarakat serta perusahaan untuk sama-sama terus menghimbau kepada seluruh elemen untuk tidak membakar lahan dan menjaga hutan dari kebakaran.” Tegas Syahril dalam pidato sambutannya.

Pantauan wartawan acara ini berlangsung dilapangan perbatasan Desa Cepu dan Penuntungan yang disaksikan masyarakat secara hikmat.

Masyarakat juga meminta kepada Pemko Subulussalam untuk tidak meperpanjang ijin HGU PT. Laot Banko. [Ramona].

Media Andalas

Author: Media Andalas

Aksi Saran & Informasi

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.